Sep 29, 2011

Parade Mbak Kece dan Mas Ganteng..

Kembali lagiiiiii.... Hehehe..

Kali ini yang saya bawa bukan hanya cerita, tapi juga parade mbak kece dan mas ganteng yang ingin cari2 perhatian para pembaca. Hehehe. Siaaaappp!!! :D

Hola, ak Dodo. Mamahku dibunuh pas
pembukaan lahan kelapa sawit. Jadi
sekarang ak sendiri. Huhuhu. :'(

Elo, ak Kesi.  Lihat tanganku, dipotong
sama bapak pemburu. Tapi gpp, ak
masih bisa jogedan kok!! ;)

Waw waw.. Ak Nody. Hobiku: puter2
guling2 di lumpur!! Adem enyaaak!!
*cengengesan

Dan ak Ruthie.. Ssst, ak suka boongin
kakak pengasuh, minta anter ke hutan
tapi trus ak ngumpet!! Hihihi..

Hai, ak Miko.. Lihat fotoku!!
Apa loe apa loe apa loe??!! :p

I'm Henrik. And I'm cute!!
*singkatpadatjelasnarsis*

Ak Fio.. They killed my mom in front of me.
Ak sedih.. Nangis terus.. :'(

Dan ak Nita. Ga mau diatur!!
Mau jalan2 sendiri!!
Rebel is my way of life!! :D

Demikianlah parade mbak kece dan mas gantengnya. Masih perlu berpikir berkali-kali untuk mengadopsi?? Boleh kok dipikir dulu, semoga wajah2 imut nan lucu di atas terus mengusik rasa kasih kalian.. Hihihi.. Karena mereka butuh kita. Dan kita butuh mereka.. :)

Oya, banyak yang menanyakan apa sesudah mengadopsi bisa sesekali datang dan memeluk mereka? Mohon maaf, jawabannya adalah TIDAK. Mbak kece dan mas ganteng ini sedang dalam tahap reintroduksi, mereka sedang belajar untuk menjadi liar kembali dan karenanya, kontak dengan manusia sangat diminimalisir. :)

Dan (bagi saya) adalah salah bagi kita - manusia - kalau kita lalu mengintervensi tahap pembelajaran mereka hanya karena kita ingin menunjukkan rasa sayang. :) Perwujudan rasa sayang bagi binatang (binatang ya, saya tidak bilang hewan lho... :) ) adalah dengan membiarkan mereka hidup bebas dalam habitatnya. Menjaga mereka dari jauh. Memertahankan keberadaan mereka dgn sesedikit mungkin melakukan kontak fisik. That's how we show them love. :)

Jadi, maaf kalau hal ini membuat teman2 pembaca (calon pengadopsi) kecewa, tapi mohon untuk tidak mengurungkan niat untuk berdonasi/mengadopsi hanya karena ini. :) We care, we share. Itu sudah cukup bagi mereka (dan bagi kita). :)

YUK Indonesia!! Gencar menyebar!! Indonesia BISA!! #saveorangutans

Senyum dulu ah.. :)

PS: Kalau ingin mengadopsi, saya bisa bantu. Kindly drop an email to rembulan_indira@yahoo.com dan nanti akan saya kirimkan e-formnya dan saya bantu menyambungkan ke BOSF-nya ya. :) Terimakasih.. Semangaaaatt!!! ;)

Kebanggaan Indonesia.. Orangutan..

Hai pembaca, apakah sudah siap untuk hari ini????  Hari Kamis nan asoy geboy menggugah hati jiwa raga untuk berdansa di penghujung minggu? Yuk mari sebelum kita jogedan, kita bantu Indonesia yuk.. :)

Kemarin sore, di harian saya - Twitter - ramai dikicaukan tentang orangutan. Loh loh ada apa ini?? Ternyata adalah karena tragedi kelapa sawit berdarah. Saya sudah bisa menebak akan seperti apa isi berita yang disebarkan itu dan saya ga sanggup melihat kalau ternyata ada foto2 yang memilukan di dalamnya. Maka saya tdk membukanya, tapi semakin malam kok ya semakin terusik penasaran, akhirnya saya buka. Ternyata bukan berita tulisan tapi video. Sengaja saya tidak post videonya di sini ya karena selain kualitas videonya kurang bagus, jg karena gambar2nya agak menakutkan.*dan itu adalah alasan biar saya ga perlu melihatnya lagi aja..hehe..maaf ya, monggo dicari di youtube pasti ada kok. :)*

Nah selesai melihat video itu, saya kok jadi miris sendiri dan berpikir harus melakukan sesuatu, sekecil dan semudah apapun utk membantu. Maka saya cari info dan menulis post ini. :)

Kenapa harus orangutan??? Oh well ya sebenernya banyak yang harus dibantu di negeri kita tercinta ini, orangutan hanya salah satunya, dan kenapa harus dibantu adalah karena tempat tinggal orangutan ini HANYA di Indonesia yaitu di Sumatra dan Kalimantan. Mereka hanya ada di kita!! Mereka harusnya jadi kebanggaan kita.. Hanya kita yang punya.. Tapi sayangnya mereka sudah mau punah. Dan alasan utama kepunahan mereka adalah karena diburu sama kita - manusia. Hih!! Pembukaan lahan kelapa sawit yang ilegal (atau "legal tapi salah" kalau bahasanya COP) adalah alasan utamanya. Perusahaan2 ini membayar karyawannya atau pemburu gelap utk memburu orangutan yang 'masuk' ke lahan yang ingin mereka buka lalu membunuhnya. Ditembak atau dengan meracuni pisang2 yang mereka sebarkan di lahan itu. :(

Kata pemburu dan karyawan perusahaan kelapa sawit itu, mereka ga membunuh orangutan yang masih anak2/bayi (sesaat saya lega) karena mereka lbh untung menjualnya daripada membunuhnya (dan kelegaan itu hilang berganti caci maki). Huhuhu. Padahal orangutan itu binatang yang terhitung pasif, mereka tdk suka menyerang, jadi betapa jahatnya manusia yang mengejar/membunuh/menembak/menjual mereka. Keberadaan mereka sudah sangat sedikit lho. Tinggal beberapa ribu saja. Dan orangutan betina baru bisa punya anak ketika dia berusia 7-12tahun, mereka mengandung calon anaknya selama 9bulan, lalu senjang untuk bisa punya anak lagi adalah 6-7tahun setelahnya. Gila kan. Nunggunya lama banget!! Jadi kalau mereka diburu dan di'habisi' secara membabi buta sekarang, ga heran kalau di masa yang akan datang mereka beneran tinggal nama doank. :(

Jadi pembaca, mau diam aja ni tau berita ini? Saya si engga. Sayang kalau Indonesia harus kehilangan satu lagi kebanggaannya hanya karena kita diam saja. Dan melakukan sesuatu itu tdk susah. Start by spreading the news ya. Saya membebaskan siapapun utk copy paste tulisan saya ini dengan menaruh credit ke alamat blog saya tentunya (sama2 saling menghormati ya.. :) ). Lalu, kalau kalian pecinta merchandise seperti saya, yuk beli merchandise orangutan dari lembaga2 resmi yang menjualnya. Kenapa harus resmi? Ya biar sampe 'donasi' kita. Kalau beli kaos bergambar orangutan yang dijual di pinggir jalan saya ga jamin 'donasi' akan sampai. :) Saya sudah tanyakan ke BOSF (Borneo Orangutan Survival Foundation), yang akan saya acu linknya di bawah ini, 20% dari hasil penjualan merchandise mereka adalah yang disalurkan untuk penyelamatan orangutan. :)

Kalau mau lebih lagi, bisa membantu dengan donasi atau adopsi. Saya deg2an setengah mati pas buka link adopsi, saya kira akan mahal banget, ternyata ya ampun, ini terjangkau banget!!! Shared adoption (satu orangutan diadopsi bersama oleh beberapa pengadopsi) hanya dengan 350rb/orang, dan jangan sedih pembaca, itu bukan per bulan, tapi per TIGA bulan!! Dapat sertifikat yang dipersonalisasi daaaaaaaaaan FOTO orangutan yang diadopsi. How cute is thaaaat!! Ahuhuhu. Ak jd semangat!! So yuk Indonesia, satukan tangan memertahankan salah satu kebanggaan Indonesia ini biar tidak  habis punah tinggal nama saja. 

aw aw awwww... thuthunaaaah... :)

Link untuk merchandise yang bisa dibeli untuk membantu pelestarian orangutan ada di SINI..
Untuk donasi dan adopsi (atau mau tahu lebih dalam tentang orangutan - kan tak kenal maka tak sayang, hehehe), monggo langsung klik ikon BOS (Borneo Orangutan Survival) di tab sebelah kanan laman ini ya.. :)

Jangan malas mengklik ya. Yuk sebarkan ini biar banyak yang bantu.. Gencar menyebar!! Indonesia BISA!! #saveorangutans *deeeesss, kayak demo!! Hihihi..

 "Nobody can do everything, but everyone can do something" :)

Senyum dulu ah.. :)


Sep 27, 2011

YAY!!

Permisi pembacah, kodenya nyampe!!


*sinih mamah ak tiyum sinih.. sinih sinih!!*
Hihihi..

Alhamdulillah yah...

Senyum dulu ah.. :)

Sep 26, 2011

Surat Terbuka utk Bu Jendral..

Dear Bu Jendral,

Ya mbok yao kalau anaknya disuruh pake celana panjang setiap saat itu lalu dibelikan celana panjang lagi. Yang bahannya enak dan nyaman biar anaknya ini ga emosi kl kepanasan. Kasianilah anaknya yang harus gelar semua celana panjang yang dimiliki tiap kali mau pergi, dan pasti gonta ganti karena merasa ga cocok. Trus jadi habis 30-45 menit sendiri cuma buat mandangin gelaran (yang terbatas cm berisi  4 celana panjang kain dan dua celana jeans) ini.  :(


Oh , tenang Bu Jendral, seperti biasa, anaknya sudah punya acuan tempat berbelanja. Di Tanah Abang saja ga usah yang mahal2. Yuk Bu Jendral yuk.. *geret2 *kedip2

Demikian surat terbuka ini anakmu tulis dengan sepenuh hati dan pengharapan seluruh jiwa raga..

Anakmu


- Rembulan Indira Soetrisno -

PS: Hayoooo, ak tau mamah pasti baca post ak ini, hayo hayo jangan pura2 ga baca hayoooo.. Ayo ayo kita ke Tanah Abaaaang... Hihihi.. *ting ting ting*

Sep 25, 2011

Ah.. Ahirnya.. Donor Darah Juga... :)

Dari lama saya ingin donor darah, tapi dengan kesibukan yang maha dahsyat *bleh!!*, saya jadi ga sempat2 dondar. Pulang ngajar sudah kecapean banget. Sabtu Minggu malas keluar. Ya begitulah *eh kok jadi curhaaat!!* Nah kemarin2 ini keinginan untuk dondar begitu menggebu. Cuma, saya bukan tipe yang senang ke PMI, saya mungkin malah akan ketakutan dan mengurungkan niat kalau dondarnya harus di PMI deh. Hehehe. Untung lah ga berapa lama, saya baca di koran harian saya (Twitter!! :p) kalau akan ada acara dondar di FX mall. Ah PAS!! Jadi niat makin dikukuhi dan tidak boleh mundur lagi, maka ciao lah saya Jumat itu.

Rencana awal, akan ketemu miu dl lalu miu nemenin saya dondar, ternyata e ternyata miu takut lihat jarum. Hahaha. Jadilah ketemu miu-nya di Anomali Senopati lalu saya lanjut ke FX dan miu (dan mbak Wulan dan mbak Tika lanjut ke Abuba, OMG, mereka makan lagi!! :)))). Acara dondarnya mulai jam13, saya datang jam satu kurang dua menit dan sudah cukup penuh. Saya isi form daftar lalu menuju ke dokter utk periksa tekanan darah.

Sampai di dokternya, "Eh, anak 68 ya?" HAH!! Saya bingung dan berusaha mengingat ingat, ah shoot, ga inget lagi!! Senyum meringis sambil jawab iya, dan dokternya melanjutkan "Iya, tadi gw mikir kok wajahnya familiar, kayaknya junior gw ni, eh ternyata bener. Angkatan berapa? Lulusnya? 2002?" *ayo Bulan, inget2 nama dokter ini Bulaaaaan... - gagal* "2003" Lalu pak dokter ini mengucap nama lain dan bertanya saya seangkatan sama nama itu donk, doenk!! Saya lupa. Aaaargh.. Masa SMA kan memang masa tak tercinta saya, jadi saya ga apaaaallll. Ga kenal banyak orang jugaaaa.. Ini kenapa si pak dokter pake kenal saya deh.. *tepok2meja* -- Untung abis itu pak dokter menulis namanya di form pendaftaran saya - dr. Harris - ooooo, Harriiiisssss... Udah inget Lan? Engga.. *nasip!!

Setelah dari dokter, saya ke kursi sebelah dan mengantri memeriksa HG (eh bener kan HG ya? Hemoglobin?) dengan alat penusuk yang ditusukkan ke jari manis kanan saya. *Alat yang sama yang saya gunakan untuk menusuk tangan papah untuk mengecek kadar gula beliau dulu*. Lalu darah saya di teteskan ke sebuah cairan berwarna biru dan dr. Harris langsung mengucap "Yak, bagus kok, ngga tenggelam..", saya ngintip sebentar ke wadah cairan itu, tetesan darah saya mengapung. :)

Lalu saya antri ranjang karena cuma ada delapan ranjang yang disiapkan. Mbak petugas PMI jg pergi dulu sebentar, saya kira ngapain, taunya nyari selimut untuk saya karena saya pakai ROK MINI!!! Jiaaaah, padahal saya (pas tau dia nyariin saya selimut) uda bilang saya gapapa ga pake selimut. Dia *agak sinis* menatap rok mini saya. Saya jadi sinis juga menatap dia. Hahaha. Sinetron abis!! Lalu mas2 PMInya mengangsurkan selimut ke saya, dua pilihan, garis2 biasa apa yang motif zebra. Uoooh, ya saya pakai yang zebra dooonk. :)))

Mbaknya pukul2 tangan saya bentar, mencari pembuluh yang rupanya tidak terlihat. Ahirnya dia menyerah dan memanggil temannya (yang kayaknya lbh berpengalaman). Temannya memukul2 tangan saya sebentar lalu jressss jarum dimasukkan. Rasanya?? Kayak dicubit sayang sama Silka atau Onya. Segitu doank?? Iya segitu doank. :) Dan darah pun memasuki kantong yang ditaruh di bawah ranjang yang saya tempati. Saya jadi ingat uni, dulu darah uni lama sekali memenuhi kantong, lalu disuru kepal buka kepal buka tangannya. Ya karena mbaknya ga ngomong apa2, saya jg diam saja. Hehehe. Sampai kemudian mbaknya ngangkat kantong saya, saya uda berasa banget deh tu, saya tanya "Lama ya mbak? Belum penuh2 ya?" Dijawab iya dan disuruh mengepalbuka tangan saya. Tak berapa lama, kantung darah saya pun terisi penuh. Montok ipel2 isi darah. Hehehe.

Mbaknya meminta saya tarik napas lalu mencabut jarum yang menempel, *sakit?? engga, kalian ga akan sadar bahkan si mbak sedang mencabut jarumnya, happens so fast you won't feel the pain* memasukkan darah saya ke tabung kecil, lalu membereskan kantung darah saya, menutup bekas suntikan, bertanya saya pusing atau engga, dan mengacu saya ke meja tempat saya mendaftar tadi.

Di meja saya dikasih plastik (yang malamnya baru saya tahu isinya Pop M**, wafer Tang*, dan susu Frisi** Fla*) dan kotak lain berisi cangkir (ini jg baru pagi ini saya buka. kekeke). Pamit sebentar ke dr. Harris lalu saya jalan2 deh.

Bukan perasaan bangga ya, lebih ke perasaan lega. Bahwa ternyata saya bisa donor darah jg. Hehehe. Dan saya tahu susahnya orang mendapatkan darah ketika mereka sedang benar2 membutuhkan. Yang birokrasi belibet lah, darah abis lah, DISURUH BAYAR MAHAL lah!! Glek!! Jadi ya, kalau hanya mengeluarkan 500cc darah dari tubuh saya selama tiga bulan sekali si insyaallah saya bisa. Mana donor darah itu semacam check up gratis karena darah saya akan dites dulu (sblm bisa diberikan utk org lain) dan saya akan dikabari kalau ternyata saya sakit (yang bisa terdeteksi dari darah). Kece ga tuuuuu... *idungkembangkempis*

Moga2 tiga bulan lagi ada acara donor darah di mall jadi ga harus ke PMI atau rumahsakit. Hehehe. Amin. :)

Yuk ikutan donor darah yuuuukkk.. Link syarat dan bla bla bla-nya bisa didapat dari klik logo "Blood For Life" di bar sebelah kanan saya ya. Kalau masih ada yang kurang jelas monggo boleh tanya saya, saya jawab semampu saya, kalau saya ga ngerti, nanti saya tanya ma yang ngerti deh. Hehehe.

Speaking about name, kenapa bisa sama dengan nama yang saya dan teman2 usung utk acara donor darah kami di kampus bertahun2 lalu? Haha. Hanya Tuhan yang tahu jawabannya. But don't u think the name is kewl?? I think so. Hahaha.

Jadi yuk teman2 pembacah, yuk kita donor darah......Mencari berkat Tuhan dengan menjadi berkat bagi sesama.. *aih mateeee!!*

Senyum dulu ah.. :)

Nostalgia...

Untuk pengamanan aja, saya beritahu di awal, ini akan jadi dua post berturut. Hehehe. Inti ceritanya adalah 'kali pertama' saya donor darah hari Jumat kemarin, tapi sebelum masuk kesana, saya mau nostalgia dulu.

Back then, waktu saya masih muda belia kinyis2 memesona, saya adalah penggagas sekaligus panitia acara Blood for Life di kampus. Masih teringat sampai sekarang bagaimana saya dan teman2 seangkatan mengurus segala sesuatunya. Menelpon PMI Pusat, menanyakan harus mengurus kemana. Dijawab ke PMI Depok. Telp PMI Depok, gada yang angkat. Coba beberapa kali, ttp ga diangkat, ahirnya datang langsung ke alamat PMI Depok yang dikasih PMI Pusat. Sampe sana *untungnya* diterima dengan baik, kalau ngga, saya dan Thera (yang kesana) mencak2 kali tu. Hahaha.

Di hari dmn BfL diadakan, kami sudah datang pagi2 sekali, menyiapkan ruangan, lalu saya meminta teman2 (termasuk saya sendiri) untuk menunggu para dokter dan petugas PMI datang di parkiran. They have to be welcomed with smile. Pemikiran saya, mereka harus senang dl kerjasama sama kita, jadi ayo beri senyum manis dan penyambutan yang baik biar mereka mengurus para pendonor nanti jg bisa dengan senyum. :) *see, dari dulu kayaknya saya terobsesi sama yang namanya senyum ini.. Haha*

Saya ingat dokternya bingung ketika kami mendekat ke mobil PMI, menanyakan apa saja yang perlu dibawa, lalu setelah dokternya memberitahu, kami langsung mengangkat semua bawaan itu bersama-sama. Meninggalkan tiada apa di mobil itu yang bisa dibawa dokter dan petugas PMI lainnya. Hahaha. Terlalu semangat emang kami inih. :)) Dokter sempat berkata "Itu berat lho dek, dek, itu berat lho, ngga ada cowok yang bisa bantu??" dengan nada panik saat saya dan teman (yang semua perempuan) mau mengangkat cooler box besar untuk tempat darah nanti. Saya cuma senyum lalu menjawab "Kami satu angkatan empat puluh lima orang doank dok, cowonya cuma tiga orang, selebihnya perempuan semua, jadi ya sama aja kok. Yang cowo masih ada kelas jg. :)" Dan dokternya bengong. Haha.

BfL-nya sukses banget. Kami sampai harus menolak beberapa pendonor yang jauh2 datang dari fakultas lain (ya ga jauh si, mereka tinggal naik bis kuning gt. :D) karena pihak PMI hanya membawa persediaan tujuh puluh kantong darah dan itu sudah habis terpakai semua. Kenapa begitu?? Karena mereka sudah biasa menangani donor darah yang dilakukan di UI dan biasanya pendonor tidak sampai tujuh puluh. Whaaaaa, kami terlalu bersemangat promo kayaknya. Hahaha. Seandainya saat itu pak dokternya mau mengirim surat referensi untuk kami mengambil kantong darah di PMI Depok, kami akan lakukan deh, cuma pak dokternya sibuk memeriksa pendonor yang ga habis2 jd lupa memberitahu dan ga sempat juga menulis surat referensi. :(

Teman2 yang bertugas di meja penerimaan depan bisa senyum terus dan dengan ramah menyapa dan mengurus satu per satu pendonor yang datang. Ini yang bikin saya bangga. Selelah-lelahnya kami, kami akan terus berusaha tersenyum dan mengantar pendonor ke urutan2 meja yang harus mereka datangi. Kenapa ini menjadi penting? Karena menurut saya, adalah nyaman lho kalau kalian mau berbuat baik mendonorkan darah dan diterima dengan senyum lalu dilayani dengan baik. Maka itu pesen saya ke teman2 panitia, layani semua dengan senyum dan jangan malas utk mengantar mereka ke ruang donor satu per satu. Teman2 yang bertugas memasak Indom** jg terus senyum dan ramah memberikan makan untuk para pendonor yang sudah selesai mendonorkan darahnya. Padahal adalah susah lho jadi ramah saat kalian berada dekat dengan kompor yang mengeluarkan hawa panas terus menerus dan bikin jd gerah dan emosi. Hehehe. Lalu saya ngapain? Saya dan bbrp teman bertugas mendatangi para pendonor, ngajak ngobrol utk mereka yang baru pertama kali mendonorkan darahnya, biar ngga tegang, dan biar ini jadi pengalaman pertama mereka yang baik jadi mau mendonorkan darah lagi lagi dan lagi. :) Kami jg bertugas menanyakan ke dokter dan petugas PMI kalau2 mrk perlu sesuatu, lalu mencarikan yang mereka perlukan. Anything to make them comfortable di hari yang pasti sangat melelahkan bagi mereka karena pendonor antri. Juga mengucapkan terimakasih secara personal ke semua pendonor dengan dtg ke ranjang mereka satu satu. Ya yang urusan cengengesan itu pasti jd bagian saya lah. Hahaha.

Saya jadi ingat kami menemani uni Nilam yang baru pertama kali mendonorkan darah saat itu. Meminta saya dan teman2 untuk memegang tangannya yang sudah dingin saking tegangnya. Tarik napaaasss dan jresss jarum ditusukkan dan segera saluran menuju kantung darah itu berubah warna menjadi merah pekat. Lalu kami terus mengajak ngobrol uni biar dia santai. Dan kami baru tahu, pendonor yang baru pertama kali mendonorkan darahnya itu membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengisi 350/500cc darah ke kantung. Jadi kantungnya uni ga penuh2. Uni makin stress. Sementara kami berusaha melucu aja biar uni senyum2 lagi. Untung dokternya jg ngga terlalu serius, meminta uni mengepal-membuka tangannya sehingga darah bisa lebih terpompa masuk kantung dan goda2in uni dengan santai. Kami uda kayak pom2 girls yang teriak2 "Ayo uni!! Kepal buka kepal buka kepal buka!! Semangat uni!! Kamu bisa!!!" dan secara harafiah kami melompat, mengepalkan tangan ke atas, joget2. Yak, berbeda dengan suasana donor darah pada umumnya yang sepi hening dan serius, donor darah yang kami laksanakan ini ramenya minta ampun, suara tawa dan obrolan sana sini terdengar memenuhi ruangan, pendonor bebas mengajak maksimal dua temannya masuk utk menemani, jadi ya memang ramai tapi masih teratur.. Pembelaan kami, ya kalau mau sepi, dondarnya di Fakultas MIP* sana.. Tau cewe Sastra berisik!! :p Oh, dan kami ga mau ribet pake sekat antar satu ranjang dengan ranjang lainnya karena menurut kami ya ga perlu disekat. Ternyata, petugas PMInya cerita, ini kali pertama mereka mengurusi pendonor yang ga ribut minta pemisahan ruang utk pendonor laki dan perempuan, dan para pendonor perempuan yang berhijab tidak ribut minta tangannya ditutupi. Lha kami malah bengong, masa iya ada yang ribet kayak gt? Ya kalau ada pendonor yang lebay gt si ya mungkin kami akan mengacu mereka dondar di Fakultas Tekn** aja sana. Kekekeke.

So yeah, saya bangga sama pelaksanaan BfL ini. Too bad, saya salah perhitungan. Maksud saya, panitia mendonorkan darahnya saat2 ahir, lha mana saya tau ternyata kantung darahnya sudah habis. Hiks. Maafkan ya panitia jd ga bs mendonorkan darah.. :(

Acara ini seyogyanya jadi acara rutin program studi Inggris di kampus. Tapi karena saya sendiri sudah tdk begitu aktif mengurusi adek2 kelas, saya jadi ngga tahu deh skrg masih dijalankan atau tidak acara ini. Hehehe. Ya bagi para adek kelas yang membaca post saya ini, jadi, masih ada ga acara ini deh??? Kl uda ga ada, bikin lg yuk, saya mau bantu2, bantu senyum.. Hihihi. Ahiy!!

Senyum dulu ah.. :)

*Gurls, foto yang bareng2 berbanyak ga ada masaaaa.. Jadi ya uda biar cm Dyah Laila Hanum dan gw aja yang nampang meringis yaaaaaa... But all of u will always be in my heart kok.. Hahahaha.. *peluk!!

Sep 22, 2011

Merasa Lebih Baik.. :)

Ada orang yang menyebalkan karena memang dia menyebalkan. Ada yang menyebalkan karena cari perhatian. Ada yang menyebalkan karena rasa iri. Ada yang menyebalkan karena tingkat insekuritas dirinya tinggi. Ada yang paduan dari beberapa alasan di atas. Dan itu yang PALING menyebalkan. :D

Saya panas ati banget pagi ini ketika membuka FB teman saya yang mengatakan dia mau ke India. Padahal ya, saat dulu saya mau ke India bersama teman saya yang lain, dia yang merendah-rendahkan India banget. Dia bilang disana biasa aja lah, panas lah, gada yang menarik lah, ga penting lah, dan saya masih membalas omongan2 dia itu dengan senyum dan menggarisbawahi bahwa bagi saya, there's no such thing as one place is better than the other (sebentar, kayaknya ini bahasa Inggris saya belibet bener, ya begitulah, paham kan pembacah?!). Setiap tempat itu memiliki sisi yang berbeda, sisi yang bisa memberikan pengalaman lain. Kalau ke Tasikmalaya yang dekat saja sudah bisa merasakan hal yang berbeda apalagi kalau kita pergi jauh ke Mangga Dua kan. (Loh kok balik ke Mangga Duaaaa???*getokgetokgetok*)

Nah ini, si teman ini berkoar-koar lah di status Facebooknya (ya masa status FB saya?!) kalau dia mau ke India, lagi cari tiket dan bla bla bla. Nggaya banget deh. Saya yang biasanya cuma diam dan senyam senyum aja jadi panas ati. Yaelah preeeet, dulu loe yang bilang disana jelek dan ngejek2 gw yg mau kesana gitu. Sekarang elo yang mau kesanaaaaa. Ga malu ma betis??? (kok betis??)

Singkat cerita, saya jadi cerita ke Silka. Dari yang berapi-api bahwa saya akan memberi komen di status FBnya seperti "Lho, kamu mau ke India? Dulu ak mau ke India kamu bilang biasa aja, panas, dan gada yg bisa dilihat..Kok skrg kamu yang mau kesana? Hihihi.." Tapi lalu saya berpikir, lha saya kok jadi penuh negativity ya. Sayang ah kalau saya jadi kepancing emosinya. Maka memberi komen, sreeettt, saya coret.

Lalu kepikir juga mau revenge. Mau ke India duluan daripada dia, lalu upload foto2nya di FB lalu kalau perlu tag dia di salah satu fotonya. Hahaha. Sweet revenge. But on a second thought, lah kok saya jadi kayak anak kecil?? *hihihi* Jd kesana lalu pamer foto dan tag dia, sreeetttt, saya coret lagi. *nginyem*

Pada akhirnya saya mencoba untuk melihat dari sisi yang berbeda. Si temen saya ini bersikap menyebalkan (sebenarnya daftar menyebalkan dia sudah panjang bener lho, cuma kan ya saya orgnya sabar, pengasih, dan penyayang, jadi mari ga usa didaftarkan semuanya di sini. :D Kampret surempet semua lah. :D) karena pada dasarnya *mungkin* dia iri sama saya. (Ahiy!!). Ya alhamdulillah kalau ada yang iri sama hidup saya, berarti kan ada berkat lain yang org lihat dan saya kelewatan melihat, dan perasaan iri orang itu bikin saya jadi inget untuk terus bersyukur sama Tuhan utk berkat hidup yang sudah diberikan. Jadi tenang kan. Merasa lebih baik.. :)

Jadi ya, teman, sok eta tah loe mau ngesot ke India kek, nungging ke Turki kek, koprol ke Russia kek, gw akan senyum dan turut berbahagia untuk loe. Dan sok eta tah loe mau pamer status di FB kek, di twitter kek, jelek2in pilihan negara dmn gw mau jalan2 kek, gw akan senyum saja dan memertahankan kesukacitaan gw akan hidup gw. :) So yeah, gw nerima dengan legowo kekampretan loe. Semoga loe berbahagia bersamanya (loh apa si ni kok kayak pacar dtinggal nikah?!?!).

Seiring dengan omongan saya ke Silka

on a third thought, gw pikir, gw bs tersenyum berpikir bahwa "yauda si Lan, dia kan cuma pengen eksis aja trus diakui.. You are better than that karena loe emang uda eksis dan keche..jadi yauda senyumin aja lah.."

Hehehehe.... Alhamdulillah yah.. Sesuatu banget.. :p

Senyum dulu ah.. :)

PS: Kalau ada yang berpikir bahwa negara yang saya sebutkan di sini adalah berdasarkan cerita yang sebenarnya, ya berarti kita baru kenal aja. :D Maaf, negaranya memang diganti, tapi ceritanya sama. Kenapa diganti Lan? Karena diaaaa (teman saya yang menyebalkan ituuu) suka baca blog saya. Deilaaaaah, fans niyeeeee.. Apa kabar sama sering bilang tulisan gw ga penting jeuuung... :))))

Toodles!!

Sep 20, 2011

Huaaaa....Hiks.. -2-

Memutuskan mau ke Petra lalu ke JNE lain lalu ke salon saja.

Sampai di Petra, lantai bawah. Loh kok begini doank? Dimana renda2nya?? Tanya-tanya, oh ternyata di lantai dua.

Ke lantai dua. Membeli renda, perlunya hampir dua meter, adanya cuma semeter. Dicari lagi sambungannya ngga ada. Apa kah? Katanya jadi berantakan dan susah mencari renda yang sama karena pembeli sibuk mengambil rendanya sendiri. Oh baiklah. Saya beli saja itu yang cuma seuplik semeter itu. :p

Liat2 lagi dan ahirnya membeli beberapa barang. Selesai membayar langsung jalan. Di tengah jalan ditelp, barang belanjaannya ketinggalan. DOENK!! Adoooh. Apose kokondao yarabe sorendoreri si saya hari ini???

Sudah kadung jalan, saya bilang sama mbaknya, nanti saya telp saja kalau saya sudah sampai di seberangnya dan mbaknya nyebrang membawakan belanjaan saya. Ok katanya. Di JNE, ternyata tetap tidak bisa pakai kartu member saya. Hah. Tuink tuink!! Ya sudahlah, untung kantornya dingin jadi dimaafkan. :p

Lanjut arah ke salon. Sampai di seberang Petra saya lupa. Mengerem mendadak, untung cek2 spion gada yang mepet2, ambil kiri, lalu mundur. Pas di seberang Petra dan saya menelpon. Tidak diangkat. Coba lagi. Tidak diangkat lagi. Coba lagi. Tidak diangkat lagi. Ah sudahlaaaaah. Grrrrr. Langsung ke salon aja deh. Saya sms mbak Petranya dan minta tolong disimpankan saja barang2 saya, kapan2 kembali.

Lanjut ke salon, parkir, sudah terbayang luluran, creambath. Ah senang. Masuk salon.

Halo mbak, apa dsini bisa pakai debit BCA?
Kaka mau perawatan apa?
Oh ada minimal ya? Ya apa aja deh yang memenuhi minimal itu. Lulur hayo, creambath hayo, mani pedi hayo.
Oh bukan ka, kami penuh sampai jam tutup nanti.
HAH?!?!?!

Keluar salon dengan gontai. Ya kalau penuh ngapain tadi nanya mau perawatan apa donk mbaaak. Ahuhuhu.

Mencoba berpikir sebentar. Malam ada undangan acaranya JFlow. Datang ngga ya? Berpikir lagi.

Ah sudahlah tidak usah saja. Badan sudah terlalu letih, pikiran juga capek, hati juga lelah. Daripada nanti datang dan ketidakenakkan auranya muncul mending tidak usah. Dadah2 sama bang ganteng.

Dan di sinilah saya sekarang. Di kamar, sudah mandi, online, jogedan, makan pisang. Mencoba mengembalikan senyum.

Ah tomorrow's gonna be great raaaiiittt... Raiiiitttt.... :)

Senyum senyum senyuuuum dulu aaah.. :)

PS: Baru sadar, saya jogedan sambil makan pisang??? Errr.. Kok kayak.... Ah sudahlah..

Huaaaa....Hiks.. -1-

Bangun pagi. Urus dagangan. Harus ke Mangga Dua, Cipadu, workshop, JNE, dan bla bla bla.

Berangkat telat. Jam satu siang baru berangkat karena bikin program produksi untuk tas dulu. Dan menghabiskan empat puluh lima menit sendiri bengong di depan lemari dan mengeluarkan lalu memasukkan, memakai lalu melepas baju karena bujendral berpesan untuk pake celana panjang (yaiyalaaah..) sementara celana panjang saya makin lama makin ga menarik untuk dipakai (yaiyalaaah..).

Sampai Tanjung Barat hujan. Cek twitter, Mampang macet karena hujan. Berpikir positif, ah engga ah, lalu terus jalan.

TB Simatupang: macet.

Mampang: macet. Hujan deras, banjir (eh salah, kata pak FOKE air menggenang denk.. yeaaa rait!!) di beberapa bagian.

Lihat jam. Phewww, ini sih seabad gila ke Mangga Duanya. Belum ke tempat lain.

Hujan makin deras, hati makin ketarketir. On a second thought, memutuskan memutar balik dan makan siang dulu (yang mana uda jam dua ajaaah) di Pejaten Village.

Masuk Penvil, lumayan gampang dapet parkir tapi susah memarkir si Obil dengan keadaan spion dan kaca belakang tertutup titik2 air. Masuk ke dalam, galau, mau ngapain ya??? (saya agak kurang betah berada di dalam mall, suka bingung mau ngapain, jd ya begitulah..)

Masuk Matahari, rencana membeli jaket. Lihat2 jaket, wah ada yang bagus. Tiga ratus enam puluh lima ribu rupiah. WHAAAATTTT??? Ini di Matahari kan? Bukan Debenhams kan? Bukan Sogo kan?? Buka Centro kan?? Matahari kan??

Melihat jaket lainnya yang juga bagus. Empat ratus empat puluh sembilan ribu rupiah. WHAAATTTT??? Ini Matahari yang sinting apa saya yang kebiasaan belanja di Mangga Dua deh? Ah sudahlah tidak jadi saja kalau gitu.

Keluar. Lapar. Wangi d'crepes menggoda. Tapi bingung mau makan dimana? Tidak ada kursinya. Ahirnya masuk The Little Things She Needs. Melihat2 legging. Bagus dan terjangkau tapi tidak bisa dicoba. Ya walaupun saya sudah turun lima kilogram, tetep aja kayaknya ngga cukup deh. Hehe.

Tidak tahan, akhirnya beli d'crepes lalu ke Obil, makan di Obil. Saya lupa bilang saya tdk suka crepe yang tll garing, ini garing sekali dan fillingnya kurang pedas. Tapi mbak2nya ramah sekali, jadi dimaafkan. :p

Keluar dari Penvil, bingung mau kemana. Ke Mangga Dua kayaknya uda ga mungkin. Ke Cipadu jg. Ah baiklah ke JNE saja. Belok kanan, balik ke arah Mampang. Ah, kosong!! SALAH!! Tdk berapa lama, macet, berhenti, macet, ya begitulah. Memutuskan untuk memutar balik lagi di tempat sebelumnya saya memutar balik menuju Penvil tadi. Ini apa2an?? Menghabiskan bensin dan mengotori lingkungan banget deh putar puter ga jelas gini.

Sep 19, 2011

Sabaaaarrrr.... :)

Sebelum kita mulai,

Apa yang akan kamu lakukan kalau kamu merasa lapar setelah sikat gigi malam?
A. Langsung bawa tidur jadi ngga kelaperan
B. Tahan laparnya
C. Ya makan laaaah...
D. Mundurin waktu sikat gigi malamnya jadi bs makan dulu..

Baru nyadar otak saya emang bener di pantat, saya pilih yang D aja lho.. Hahahaha.. Gimana mau kurus Bulaaaaan!!!! *getokgetokgetok!!*

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Oke ini cerita beberapa bulan lalu. Tentang saya yang ternyata harus belajar banyak untuk menahan emosi yang suka meluap tanpa pemikiran tenang ala Aa Gym di belakangnya. (sebentar, kenapa pake Aa Gym segala deh???). Ok ganti, Aa Brajamusti ajah. Dessss, eh, Aa Brajamusti nyalonin diri jadi ketua PARFI lhooo. Luar biasaaaa!! Fotonya gede beneeerr di deket Pasar Festival deh.. (ini mulai ga jelas arah post-nya ni.. :p)

Jadiii, saya memang orang yang mudah panik kalau mendengar bunyi2an yang berulang-ulang. Itulah kenapa BB saya (dulu) saya silent tanpa getar. Jadi orang untung2an juga kalau nelp saya. Kalau pas saya lagi pegang BB ya saya angkat, kalau engga ya ga diangkat. :p Sampai kemudian Naomi menjelaskan dengan menghinadina saya yang baru tau ada fitur "phone only" di BB. Hahaha. Jadi berbunyi saat ada telp masuk saja, selain itu ya tetap silent tanpa getar. Ya saya lumayan terbantu lah dengan fitur itu, jadi tdk mudah panik lagi. Tapi bbrp kali telp berbunyi dan saya masih didera serangan panik jadi lari utk cpt mengangkat telp biar bunyinya berhenti. Beberapa kali sampai lupa melihat dulu siapa yang menelpon saking pengen bunyinya cepat berhenti aja. Hehehe.

Beberapa bulan lalu, ketika saya lagi meeting (yang mana saya telat datang ke meeting itu karena saya lupa..kenapa bs lupa?? miskomunikasi. saya menganggap jadwal belum deal smntr sang klien merasa sudah konfirmasi, jadi ya gitu deh..), tiba2 BB saya berbunyi. Saya lihat pak tukang yag menelpon, saya matikan. Biasanya pak tukang tahu, kalau saya matikan, berarti saya lagi tdk bisa diganggu *tsah!!*, tapi ga berapa lama kemudian pak tukang  nelpon lagi. Saya jadi gusar deh. Mengangkat telp lalu langsung bentak "PAK, SABAR!!" lalu mematikan telp lagi. Setelah itu pak tukang ga nelp2 lagi.

Selesai meeting, saya telp balik pak tukang, bertanya ada apa, lalu dijawab..

Maaf ya non tadi telp dua kali, tadi ada tukang sop buah, kan non kemarin pengen banget sop buah, jadi tadi mau tanya masih mau atau engga. Takutnya si tukang uda keburu pergi. Tapi itu sudah dibelikan, esnya sdh dipisah.

DESSSSS!!!!! Huaaaaa. Saya pengen nangis bangeeeet. Huhuhu. Pak tukangnya niatnya baiiiik. Huhuhu. Ah menulis ini saya jadi sedih lagi. :( Saya memang langsung minta maaf saat itu sama beliau karena sudah membentak, dan bisa2nya beliau menjawab "Iya ngga papa non, namanya jg lagi meeting. Maaf ya ngganggu.." SIAL!! Saya kan jadi makin ngerasa bersalaaaah. Huhuhu.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Cerita kedua baru terjadi hari ini. As usual, saya selalu suka hari Senin. Hari Senin menimbulkan perasaan gegap gempita siap menyongsong minggu. Dan Senin ini semua berjalan dengan baik sampai kemudian saya sampai di workshop dan menemukan kenyataan pahit bahwa pak tukang salah membuat dua sepatu. Kebalik batiknya, dua2nya sama2 berwarna kuning tapi beda motif dan asal batik. Huaaaa. Karena yang satu sepatu sudah mau dipake sama sang empunya lusa, saya jadi uring2an banget. Tiga tukang langsung stop ngerjain sepatu yang sedang dikerjakan dan langsung membuat ulang dua sepatu yang salah itu. Saya masih inget saya sempat bilang "GIMANA SIH PAK?? MAKANYA KALAU DIJELASKAN TU DENGARKAN. JELAS SUDAH DITULIS SATU BATIK GARUTAN, SATU BATIK MADURA. KURANG GIMANA COBA???" Pak tukang sepertinya tahu saya sedang panik dan beneran marah (ya iyalah masa marah boongan) jadi beliau diam saja. Sampai kemudian di perjalanan pulang saya berpikir. Lah, wajar donk ya dia ngga sadar. Mana dia tahu membedakan batik Madura dengan batik Garutan coba? Saya tahu ya karena saya sudah memelajarinya. Nah beliau kan belum. Nah jadi kenapa saya marah2 deh? Saya marah pun ngga bikin tu sepatu bisa berpindah batik. Jiaaaaah...

Doenk!! *tamparan keras di muka* <-- okay ini berarti bsk saya harus facial!!

Jadi lah di tengah jalan itu saya menelpon pak tukang lalu meminta beliau meloudspeaker telp saya. Saya yakin mereka pasti uda deg2an berpikir "kenapa lagi ni?" karena saya jarang minta telp diloudspeaker. Dan akhirnya saya minta maaf. "Maaf ya pak, tadi sudah marah2, harusnya ngga pake marah bisa, sayanya uda keburu emosi. Maaf ya pak." Dan jawaban mereka semua "Ooooh.. Iya non, gapapa, kirain apa.." Ahuhuhu, ngerasa bersalah lagi deh.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dua kejadian itu membuat saya introspeksi, saya memang harus lebih menjaga emosi saya. Menjaga, bukan menahan. Saya rasa tdk apa mengeluarkan emosi biar ngga stress, tapi pengeluarannya harus terjaga. *pukul2 samsak*. And afteral, a good leader is the one who can put herself in her employees' work condition aite. Ah saya harus belajar. Belajar lebih bersabar dan belajar menjaga emosi. :) *kalau engga, kasian juga pak tukang ya punya bos kayak saya*

Hehehe..

Senyum dulu ah.. :)

Sep 18, 2011

She's SOMETHING!!

I was about to write about need-priority-preference in this blog but then was youtubing instead. :p. Busily checkin Jessie J's videos (I kinda like the bitchiness in her but somehow don't really like all of her videos..lol) when I stumbled upon this girl. MAAAANN!! This girl is awesooommmeee!!!

She does many cover version well. Means that she sings all of the songs with her own touch in it. And the statement that she doesn't endorse the lyrics of the song that she sang is just relieving, she sings songs that she likes, that's all, no feeling related to the lyrics yet she sings it full of heart. I was in awe checkin her cover on Jessie J's Price Tag when I saw another link to video of her doing cover of Adele's Rolling in The Deep. Whaaattt??? Whaaaat??? She can sing Adeeellleee?? Oh my!!  *faint!!*

Oh oh and also, she covers Christina Perri (remember, my song for this very situation.. :p)'s Jar of Hearts.. Oh!! *double faint*

She's going to be something for sure. With her girl-next-door face, no hair-flick drama (Hai Bieber Fans.. :p), beautiful smile, and musicality (oh, she can play piano and guitar too.. oh.. *triple faint*), she's gonna rock the world!! Oh well, if it's not the world yet, she surely has rocked my world for sure laaah. :))


Aaaah, I love Maddi Jane!!

Senyum dulu ah.. :)

Link to her youtube in HERE..

Isn't she sweet?????

Sep 17, 2011

Nah!!

Kalau bisa meeting pake celana pendek...


Kenapa mesti pake celana panjang???


Panas tauuuuuu..
Kan jadi emosi jiwaaaa kalo kepananasaaan..
:(

*trus dipelototin bujendral.. :p*

Senyum dulu ah.. :)

Btw, numpang promo ah di blog sendiriiii... Saya lagi bikin readystock SHOES sale ya temans.. :) 
Monggo diklik di SINI utk melihat albumnya.. Hihihi.. Ramaikan ya.. Hihihi..
*cengengesan sendiri baca kalimat promo ini.. Hihihi..*

Senyum lagi donk ah.. :)

Sep 15, 2011

Celana Woot?? Woot??

Saya buat celana ini beberapa bulan lalu. HANYA KARENA penjahit saya tdk mengerti celana yang saya maksud. HANYA KARENA penjahit saya tdk mengerti sketsa yang saya buat (okay, kalo itu dimaafkan, mungkin sketsa saya lebih terlihat seperti kotak sabun dgn lubang di kanan kiri bawah..*nasip).. Jadi, saya memutuskan untuk bikin sendiri aja celana yang saya inginkan sepenuh hati jiwa raga sanubari ini.

Permasalahannya a da laaaaah: mesin jahit saya ga ada sama saya. Jadi ngga bisa jahit mesin donk. Mau motong pola lalu dibawa ke penjahit saya kok ya saya gengsi. Kekeke. A khir nya, JAIT TANGAN!! Yep, you heard it right. Jait tangan!! Hehehehe. Ga lama si, cuma bbrp jam saja lalu saya minta pak tukang (pak tukang lho, bukan penjait saya.. *gengsi berat gitu*) utk menjahit karet di bagian atas. Dan tadaaaa. Jadilah celana ini. Saya pun coba pakai. Pelan2 banget makenya krn kalau saya kasar dikit, bisa lepas jaitan (tangan) yang saya kerjakan dgn darah dan air bunga ini.. Hmmmm..

Kok keliatannya ada yang salah. Hmmm. Kok bagian belakangnya mbumbung?? Hmmm. Oooo, kayaknya salah pola deh. Hehehe. Saya memang ga gambar pola di koran lalu ditransfer lalu bahan dipotong selayaknya penjahit profesional. Ya kan saya penjahit kece, jadi ya maaf saja. Saya langsung potong di bahan, asal aja tangan saya kress kress, potong sana sini trs sambung. Nah krn kekurangperhitungan ini, bagian tengahnya jadi krg pas. Saya minta tukang jait keliling utk pasang karet di bagian tengah biar agak mengerut dan dia ga bisa masaaaaa. Sebel!!

Nah krn kemarin saya kehabisan akal mau pake pakaian apa, akhirnya keluar lah celana woot woot ini dr lemari. Saya liatin. Hmm. Gmn ya caranya biar bs mengerut tengahnya? Ahirnya saya jelujur trs saya tarik, mengerut deh. Saya pake deh. Pas pasang sendal, rrrkk!! Yah, uda lepas satu jaitan aja. :( Ah sudahlah. Saya pun pergi.

Nyetir bla bla bla.. Lalalala.. Dudududu.. Kikikiki.. Fufufufu, sampailah di workshop. Turun dr workshop, lhaaaaa ini kok jaitan tengahnya uda ilang semuaaaa?? DOENK!! Ah sudahlah..

Selesai di workshop, saya harus ketemu Tasya. Saat itu jahitan sudah lepas bbrp, dan bagian kanan sudah lepas dan menimbulkan bolong tu. Hehehe. Tasya datang, ngobrol2, lalu pulang. Sampai kamar, saya cek. Hmmm. Bagian kanan bolong lumayan gede. Bagian kiri bolong kecil di bagian bawah. Bagian bawah lepas bbrp jahitan. Bagian tengah ilang semua entah kemana tu jaitan. Hihihi.

Besok dibenerin deh, pinjem mesin jaitnya pak tukang. *baru sadar gt ada mesin jait di workshop yang bisa dipake..hehehe*

Yang penting kan bs membuktikan ke ibu penjait langganan kalau celana yang saya maksud ini bisa dibuat. Yeeeehhhh!!! :p


Oh dan tadi dapat kalimat ini dari seorang mbak  teman baru di Facebook.


Aaaah ak terharu puuun.. *idung kembang kempis*. Iya iya, saya emg haus pujian.. *glek!!* :p

Senyum dulu ah.. :)

Sep 12, 2011

Produktif!!

Maaf ya judulnya engga banget. Blank sangat pas mau ngetik judulnya. Hehehe. Eh, mata saya dengan hebatnya sudah menurunkan wattnya sedikit demi sedikit lhooo. Tumben banget kaaaan. Biasanya jam dua atau jam tiga dini hari baru turun. Moga2 ini ga hanya tipu muslihat si mata yang kemudian ketika nanti saya sudah siap tidur, dia kembali menaikkan wattnya. Amiiin.

So this will be the last post before I sleep, I guess. :)

Tadi Onya datang, membawakan kripik sanjai oleh2 dari Bukittinggi. Lalu menemani saya makan dan membuat kalung. Eh, kebetulan ada Onya, kenapa ngga sekalian foto2 aja. Hehehe. Fotonya di kamar karena kayaknya kalau saya niat foto di luar, orang2 bisa ngelemparin kulit pisang *GR!!*.

Ini beberapa kalung dan bando yang saya hasilkan bbrp hari belakangan. Agak lama bikinnya karena bisa pas lagi bikin eh ditelpon utk meeting, jd dtinggal. Pas kmrn ketemu miu malah saya akhirnya meninggalkan kamar tanpa membereskan kuchi2nya dulu. Hehehe. Dan saya baru menyadari sesuatu, kayaknya saya ga bisa bikin dua barang yang persis sama. Karena kaka Hanny mau kalung triplets besar saya dan pas tadi saya coba bikin kok tb2 mood hilang. Hahaha. Jadi kayaknya emang saya tipe yang membuat barang satu aja. *sok eksklusif!! *getokpalabulan




Yak, inilah dia, parade kalung dan bando saya. Tolong ditepukkin yaaa.. Kasianilah saya yang uda bikin.. :p Oh, dan sekali lagi, jangan liat bagian belakangnya!! Hihihi.






Dan inilah saya dan Onyaaaa. Sahabat terahiy!! Gila, uda berapa taun ya kita sahabatan Nyaaaa??? Kamu pasti betah sahabatan sama ak karena ak cantik. Iya kan Nyaaa.. Iya kaaaan.. Jawab iya dooonk.. *maksa


Yak, dengan pemaksaan yang baru saja saya lakukan pada Onya *sambil nyekek* maka berakhir sudah post ini. Mata sudah mulai kriyep2 dan sekali lagi, semoga ini bukan tipu muslihat si mata saja. Amin.

Senyum dulu ah.. :)

DING!!

Dear pembaca, tadi siang saya tidur jadi seperti biasa malam ini matanya ngejreng, jadi kemungkinan besar saya akan terus mengetik sampai mata ini menurunkan watt-nya. Hehehe. On a positive side, many stories (and pics) that I want to share, jadi lumayan mengurangi hutang lah kalau dikejar ngetik malam ini. :p *ALASAN!!

Mari kita mulaaaiiii... *pasangiketkepala!!* HAAAAKKK!!!

Saya masih ingat obrolan Oprah dengan Tom Cruise (kalau ngga salah) dan Oprah menanyakan apa Tom Cruise pernah memasak sendiri? Dijawab pernah, nama masakannya Chicken Ding!! So he put a chicken inside a bowl along with the spices and then put the bowl in to the microwave, wait, and DING!! It's done!! Chicken Ding!!

Entah kenapa obrolan itu masih terngiang terus di kepala saya dan menurut saya lucu aja. Tapi setiap saya mengucapkan candaan itu, jaraaaang bgt yg nganggep lucu. Pada ga nemu dimana lucunya kayaknya. Hihihi. Nah hari Sabtu lalu, terjadi lah insiden dengan si mesin DING di apartemen mamah. Saya yang lagi iseng, memanaskan kue lapis legit dan roti mantau (sepan). Lalu saya membuat susu. Satu menit. DING!! Kue lapis legitnya sudah hangat (panas malaaah) dan membuatnya meleleh saat dimasukkan ke mulut, enyaaaakkk, *kok jadi lapeeerr???* tapi roti mantaunya aneh. Bagian kanan kirinya sudah hangat tapi atasnya masih keraaaas banget. Maka saya mengeluarkan lapis legit dan memasukkan si mantau kembali selama setengah menit. DING!! Saya keluarkan dan tutul2in (bahasa opooo iki?!), lah kok masih keras juga ya. Saya kasih liat ke mamah, kata mamah harus dimasukkan lagi. Akhirnya saya masukkin lagi, pasang timer satu menit, lalu saya duduk di sofa dan menikmati lapis legit dan susu saya ketika tiba2 *sniff sniff* LHO, INI BAU APAAAA????

Saya sontak melihat ke microwave dan langsung terlonjak setelah sebelumnya buru2 memasukkan si lapis legit ke dalam mulut *teteeeeup*. Setengah berteriak "MAMAAAHHH!!" tapi mamah sedang masuk ke kamar mandi. Saya panik. Asap sudah memenuhi sepertiga ruangan. Saya buka pintu ke arah balkon dan mencari segala sesuatu yang bisa saya pakai untuk mengipasi asap sehingga tertuju ke arah luar. Menyisir ruangan dan menemukan detektor asap berada di atas TV dan asap sudah mulai mendekatinya. Huaaaaa. Kalau detektor asap sampe nyala dan mengeluarkan air, bisa mati sayaaaaa. Apa kabar sama alat2 elektronik mamaaah. Huaaaaa. Saya berdiri di bawah detektor, lalu mengipasi asap supaya berbalik ke arah balkon. Sementara tangan saya sibuk mengipasi, mata saya tak tertahan perihnya, jadi saya mengipas sambil kedip2 mata dan tetep keluar air mata. Serba salah deh. Panik perih.

Mamah keluar dari kamar mandi dan hebatnya santai. Mengganti pintu balkon yang dibuka jadi yang dekat dengan microwave dan asap langsung menuju ke arah sana. Dan untuk diketahui, ini baru asap yang keluar sedikit demi sedikit dari kisi2 pinggir microwave ya. Pintu microwavenya belum saya buka. Bayangin kalau dibuka, kepulannya macam apa deh. Haduuuu. Dasar saya panik, saya lupa aja lho ada dua exhaust. Ada exhaust ruangan dan ada exhaust yang di atas kompor itu. Apa deh namanya? Ya itu lah ya. Mamah langsung minta saya menyalakan dua exhaust itu, menutup pintu kamar, membuka pintu unit yang ke arah lorong. Lalu mamah jg menyalakan exhaust yang di  kamar mandi dan membuka pintunya. Tak berapa lama, saya buka pintu microwave pelan2. Asap berwarna kekuningan menyembul pekat keluar. Untung langsung ke arah pintu balkon. Saya uda ga konsen ngipasnya deh karena mata perih sangat.

Sempat sekitar dua puluh lima menit kami mengatasi asap itu. Menutup mata dengan kaos yang kami pakai. Lalu AC dinyalakan kencang dan semua pintu dibuka biar asapnya keluar. Hehehe. Baru akhirnya sempat memotret. Ini masih ada asapnya, tapi tinggal tipiiis sekali. Hehehe.


Dan ini lah si pencetus keonaran. SI ROTI MANTAU!! Hehehe. Yang sekarang lebih seperti seonggok benda hitam yang sampai kapanpun tak akan menggugah untuk dimakan. Hihihi. Oh, tray (nah apa ni bahasa Indonesianya deh?) yang dipakai jg sampai meleleh. Untungnya (org Jawa, masih ada aja 'untung'nya.. :p) detektor asap belum sampai kena jadi saya terhindar dari kesedihan mendalam harus mengganti TV dan home theatre mamah deh. Hehehe. Alhamdulillah.


Selesai asap hilang, kami masih cekikikan tu. Melihat onggokan roti mantau hitam dan cekikikan lagi. Hihihi. Teknologi memang membantu di banyak kesempatan, tapi bisa membuat repot juga di kesempatan lainnya. Kemarin, kami sedang 'direpoti' karena terlalu mengandalkannya. Hehehe.

Tapi semua selamat sentosa kok. Alhamdulillah. Selamat sentosa dan masih bisa tertawa, menertawai kedodolan, kepanikan, dan kelucuan diri sendiri. Hehehe.

Senyum dulu ah.. :)

PS: Saya ingat!! Tray = NAMPAN!! *boong denk, barusan nanya ke gugel.. :p* Lalalalala..

Sep 11, 2011

All The Laugh..

Lots of FUN!!! Bertemu emak2 nan kece (tenang ibu ibuuuu, walopun emak2 kan yang penting saya masih tulis keceeee.. :p), makan, ketawa2, foto2, makan (lagi), ngobrol2, cekikikan, makan lagi (Oh Tuhan), haha hihi.

Hari Jumat lalu saya ketemu miu, mbak Wulan dan mbak Tika di PIM. Rencana awal hanya ingin memberikan sandal pesanan miu, tapi lalu malah makin berlanjut ke acara haha hihi lala lala sampai sore. Hahaha.

We "learned" a lot that day. Dari yang berbicara ttg hidup (dengan tausiyah dari ibu Arie Mulyahati - miu it is..  :p), melihat orang dan belajar dari apa yang dilihat (it's a slight difference with ngomongin orang, cumaaaa, bagi saya sih wajar krn kan kita belajar dari bukti yang kita lihat.. :)), Oya, saya juga akhirnya tahu kalau bolero batik saya TERNYATA reversible. Tapi bukan reversible dalam ke luar tapi atas ke bawah. Hahaha. How cute!! *tepokjidatbulan* dan makan makan dan makan. GILA deh, ibu2 ini makannya ya ampuuuun. Banyak beneeerrr. Saya sampai bingung belum makanan satu habis mereka uda menyusun rencana mau makan apa lagi setelahnya. Hahaha. Dari area 51, kami makan makanan penutup di Bakerzin (dimana saya AHIRNYA mendapatkan banana split sundae saya, but frankly it was not as good as it looks dan pelayan salah mewujudkan pesanan dari yang dua eskrim coklat dan satu vanilla jadi dua coklat dan satu strawberry. Apa kah?!),  lalu lanjut ke Kenny Rogers. Sampe Kenny Rogers saya uda ga sanggup makan deh tu, jadi cuma mbak Tika aja yang makan sementara saya main2 sama Radja - anaknya. Haha. 

Dan yes, pulang dari PIM saya kena olokkan emak2 nan kece ini karena itu kali pertama saya ke PIM 2, juga, saya belum pernah ke Gandaria City dan bbrp mall lainnya. Pun, saya baru tahu ada pusat perbelanjaan namanya Living World. Huahahaha. Dan mereka langsung sibuk bikin jadwal untuk "menggauli" saya di mall2 itu. Hihihi. Ya gimana yaaaa, kan saya gaulnya di mesjiiiiddd.. Hahahaha. *idung memanjang*

Senangnyaaaa. They keep me sane, really. How can I not love them and not thank God enough?! His accompany has been amazing. :)

Toodles!!

Senyum dulu ah.. :)












Oh and btw, di Bakerzin, ada satu makanan penutup yang lupa saya foto karena sudah ga sabar nyobain, dan pas dicoba, desssss SURGA DUNIA!! Monggo lho kalau ada yang ke Bakerzin, sok eta coba Baileys Irish Soufle. Enyaaaak enyak enyak enyaaak!!! *sluurp!!

Sep 9, 2011

Big and Strong!! :D

Two posts in a row, sorry for bugging you with this but I need to show this piece off!! *pamer lagiiii... *getokpalabulan
bukan, ini bukan kue cucur.. zzzzzz...ini kalung.. *nunduk*
Kalung ini saya buat setelah pulang dari meeting pertama siang ini. Menunggu waktu ke acara malam (yang saya ceritakan di post sebelumnya), daripada bengong (nanti kesambet..*eh!), saya iseng aja bikin kalung ini. It may look good and even Kaka Hanny order one right away but just don't look at the backside. Huahaha. Agak berantakkan gitu deh belakangnya. Pun, tali kalungnya kependekkan jd kl saya pake, belakangnya mepeeet banget buat ngiketnya. Hihi. I know I've never been good in dealing with size ya.. :D

Dan maaf kalau fotonya seadanya pake BB instead of pake kamera. Bukan apa2, cuma ya saya emg lagi ga niat motret pake kamera aja. Hehe. *excuse macam apa itu Bulaaaannn???

Big and strong.. Cus I'm a big and strong woman. *ngarang abis* :p --> *eh kok malah bilang dirinya sendiri BIIIGGGG???? *tepokjidat


Adooooh, ni mata kok ga mau merem2 siiii... *tutupmata *kasiselotip *eh,adasms *gabisaliat *lepaslagiselotipnya *terbuangsiasia :(

Senyum dulu ah.. :)

Selamat Dini Hari..

Jam 02.15 di pagi hari dan mata saya masih terbuka dengan cihuynya. :) Tadi siang sudah jaga2 biar ngga tidur eh ternyata sempet ketiduran sekitar empat puluh menit (empat puluh menit doank lhoooo) sebelum berangkat ke acara malam. Haha. Jadi daripada mata cihuy tak berguna, maka mari menulis dan mengunggah foto2 centil dr acara tadi saja. *padahal emang pengen pamer.. :p

Tadi malam saya mengikuti acara Start Up Local. Acara yang digagas America (@america) ini memberikan waktu bagi beberapa pemula usaha untuk memberikan presentasi singkat (pitching) usahanya masing2. Tercatat ada enam presenter dengan enam ide usaha yang sedikit banyak berbeda. Website untuk lowongan kerja bagi muslimah di Prancis, bimbingan belajar jarak jauh, website pengasuhan anak, yang keempat saya ga paham idenya bagaimana jd ya mari diskip saja.. Hehe.. Lalu ada tentang website dan merchandise yang menggambarkan Indonesia dan terakhir website wanita dan bisnis yang saya jg agak krg paham isinya. Hehehe. Konsep acaranya bagus, pelaksanaannya bisa lebih bagus lagi tp utk acara tanpa bea tiket masuk dan berpotensi membuka koneksi, acara ini sudah bisa dikatakan memuaskan. :)

Saya datang bersama beberapa teman dan di sana berkenalan lagi dengan beberapa teman lainnya. Ketawa ketiwi komen ini itu, we spent the night like we have no tomorrow. Dipol2in banget ngakaknya. Hihi. (Tapi  beneran deh, pas pitching, kami serius kok mendengarkan.. :)). After the event, we went and had a late night supper at Blok S. Makan ayam taliwaaaang. Ya walaupun ga bisa dibandingin sama ayam taliwangnya resto dua em di Lombok, tapi lumayan lah bikin bibir memerah kepedesan. Haha. Ngobrol ini itu ini itu (lagi) dan akhirnya kami berpisah pulang.

Waktu-waktu seperti ini luar biasa deh buat saya. Waktu dmn saya bisa lepas jadi diri saya sendiri. Waktu dmn saya tau saya bs cerita apa saja sama mereka. Waktu dmn kami saling berbagi cerita2 perempuan masa kini *tsah!!. Waktu dmn kami berbagi mimpi (okay, ini uda makin drama ni saya nulisnya.. Hahaha).

They keep me sane, really. Ah, glad to hav'em.. :) Terimakasih kaka Hanny, kaka Jerzy, Mbak Nyanyu, n Mbak Atiek. :)

i look like chinese in here ya.. hihihi..




------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ah, and I forgot to post these pics and tell the story behind them. Ini ketika saya, Arie, dan Naya jalan2 lebaran kemarin. Arie sdg di Jakarta (biasanya di Jogja) dan Naya sedang di Jakarta jg (biasanya di Aceh). We chat bout many things, laughed a lot, and took several foto unyu. Ternyata berfoto unyu ala anak2 sekolah jaman skrg itu butuh ketidakmaluan ekstra sodara2. Yang ada kami sibuk  ngakak sebelum kamera bahkan sempat merekam keunyuan kami. Hahaha. We watched Get Married 3 that day. Drooled over jogetan seksi Fedi Nuril yang berpotensi membuat kami meluncur dari kursi saking ngakaknya. I had so much fun!!

They keep me sane, really. So happy to hav'em. Sayang pasukan kami kurang Ica, kalo ada Ica pasti lebih kacau deh hari itu. Hehehe. Terimakasih Arie, Naya, (dan Ica).



Punya temen banyak yang cihuy nan kece itu luar biasa deh. Can't thank God enough. :)

Senyum dulu ah.. :)