Showing posts with label inspiration. Show all posts
Showing posts with label inspiration. Show all posts

Dec 14, 2012

Gelap..

Hidiii... Baru nyadar ini post belum dipublish!! Mendem lama ajah. Hehehe..

Ini cerita beberapa minggu lalu saat saya ikut kegiatan jalan bersama para difabel dalam rangka Hari Disabilitas Internasional. Pas ditawarin sama bujendral mau ikut atau engga, langsung angguk-angguk bahagia. Walaupun sehari sebelumnya baru dari rumasakit, tetep luncat dan semangat ke luar kosan jam stengah 6 pagi. Hahaha.. (Pake ganti baju di dalam mobil yang lagi berjalan lagi.. Maap ya yang perlu melihat bra macan saya. *senyumsenyumcentil* *Eh, ini perlu ditulis ga ya?*)

Meeting pointnya di Pintu Barat Monas, dan setelah mubeng-mubeng  ga nemu tu Pintu Barat (See!! Orang Jakarta malah ga apal dah Pintu Barat yang mana..), akhirnya melipir lah ngeliat orang-orang memakai baju yang sama. :))))

Ketemu temennya bujendral yang ngundang lalu kami bengong. Ngapain ya ini? Masa ujuk-ujuk deketin para difabel trus ngajak ngobrol? Yang tuna rungu ga dengar, yang tuna netra ntar bingung tetiba ada yang ngajak ngobrol. NAH?! Piye??

Ahirnya kami menenangkan diri dengan ikutan senam bersama di jalan masuk Monasnya. Eh, baru tahu ni ada senam ya tiap Minggu pagi di Monas. Asik juga ya. Khrateis!! Hihihi. Walaupun gerakannya agak aneh gitu bapak yang pertama mimpin. Orang mah senam itungannya 1x8 atau 2x8 gt ya, kalau bapaknya ini itungannya 3x4 atau 4x6. Pasfoto paaak??


Abis senam sebentar (tapi keringetannya kayak lari dari Tomang sampe Monas), akhirnya acara jalan-jalan dimulailah. Dimulai dengan apa?? Dengan sambutan sodara-sodara. Khasnya acara dinas banget nih. Hahaha.. *Eh jadi inget, dulu pas saya ikutan tes pertukaran pelajar, sebelum tes dimulai pake harus berdiri menyambut bapak someone, yang mana bapaknya datang dengan membawa bunga.. Okesip!! Dese sapose aja akik tinta tau.. -____-*

Jalan barengnya dari Pintu Barat Monas ke Bundaran HI lalu balik lagi ke Pintu Barat. Saya jalan sama seorang tuna netra bernama Hanna. She's cute!! Hihihi..


Hanna mulai kehilangan kemampuannya melihat saat dia SMA, low vision namanya. Dari low vision itu lalu berangsur hilang total pas kuliah. Pas dia tidak bisa melihat lagi, dia dikira sombong sama temen-temennya karena ga senyum atau nyapa kalau pas papasan. Ya menurut nganaaa?? *jitak2in satu!!* Tapi emang temen-temennya saat itu belum tahu kalau dia uda beneran jadi tuna netra. Pas mereka tahu, kata Hanna, semua pada nangis. Jreng!! :') Kata Hanna, salah satu alasan dia (dan adik-adiknya) jadi tuna netra adalah karena ayah ibunya saudaraan. Ih saya penah denger ni tentang ini. Katanya kalau sodaraan trus nikah, anaknya kemungkinan bisa jadi difabel atau dapat penyakit tertentu. Entah kenapa juga ya kok bisa begitu. *tanya kenapaaaa* *tanya Galileo* *tanya pada rumput yang bergoyang* *jongkok deket rumputan*

Yang saya tangkap dari para tuna netra ini ya, mereka bukan orang yang minta dikasihani. Mereka santai. Mereka nerima. Mereka move on!! Ga kayak tante tetangga sebelah yang putus sama pacarnya trus ga bisa move on.. Hahahaha.. Eh ini kok ga fokus. Oke balik!! *toyor diri sendiri*

Hanna sendiri santai menjalani kebutaannya. Padahal kebayang ga kalau orang kehilangan kemampuan inderawinya perlahan, itu mengkhila loh. Kayak mau metong tapi sekarat dulu. :( Many would be stress, perhaps, tapi para tuna netra yang saya temui kemarin ga ada yang terlihat stress. Kami jalan pelan-pelan di sebelah kiri dengan banyak sepeda berseliweran berisik plus TransJakarta yang juga beroperasi, dan mereka tetep santai. Di tengah jalan malah saya ngakak gara-gara ada satu relawan yang iseng bilang "Semua jalan di sebelah kiri!! Ayo ayo di sebelah garis kuning!!" dan salah satu tuna netra njawab sambil ngelucu, "Gimana mau jalan sebelah garis kuning wong gelap item semua!!" dan semua tertawa. Hihihihi. Lalu pas diberhentikan oleh polisi dan mereka ga sadar dan jalan terus sampai ada yang menarik mereka dan bilang, "Berhenti sebentar Pak.." eh si bapak njawab, "Oh, ya maaf ya, namanya juga orbut. Ngga keliatan'e mas.." Hahahaha. Malah jadi becandaan lah.

Mereka santai menjalani kedifabelannya. Mereka menerima. Mereka adalah orang-orang yang bisa 'make the most of what they have'. Dan mereka adalah contoh yang menggerus hati saya setiap saya lupa caranya bersyukur. They inspire me.

Sesederhana yang tidak bisa melihat aja tetap bisa santai dan bersyukur, nah kenapa saya yang lucu imut-imut dan cantik seperti pwincess (dan bisa melihat) ini engga.. Yakan yakan yakan.. Kaaaaaan...

*tapi ya kalau sesekali ga bisa santai ya maaf ya, namanya juga dramaqueen* *kibasrambut*

Senyum dulu ah.. :)

Btw, liat bujendral.. YAK!! HITZ sekalih pake topi lebar sodarasodara!! :))))


Aug 17, 2012

Indonesia..MERDEKA!!

Hai hai.. Saya kini sudah bekerja!!

Bekerja sebagaiiiii......

SUPIR INFAL BUJENDRAL!!

Hahaha.. Ga, ga, becanda. Pak Totok sudah pulang kampung jadi sekarang saya menggantikan melaksanakan tugas mulia tersebut: mengantar Bujendral a.k.a mamah saya kemana-mana. ;) Pagi ini saya mengantar beliau ke kantor untuk mengikuti upacara perayaan hari kemerdekaan di kantor. Bujendral upacara, saya duduk di pos satpam, baca buku sambil megangin tas saya dan tas beliau. Angin semilir sepoi-sepoi, pu'un banyak, cuaca berawan adem, sip lah mari kita tidur. *HLOH?!*

Saat upacara sudah dimulai dan saya lagi baca buku sambil menahan kantuk, datanglah seorang bapak yang sudah tua, tergopoh-gopoh memasuki lapangan. Memakai seragam hijau tentara lengkap dengan topinya. Di dada kirinya tersemat banyak sekali atribut. Sepatunya hitam, model yang sudah klasik kalau tidak bisa dikatakan kuno. Ia menjinjing sebuah tas hitam. Veteran. Terlambat datang. "Bapak tunggu di sini dulu ya, nanti kalau sudah selesai pengibaran baru bergabung dengan teman-teman (veteran)", ujar Pak Satpam dengan ramah. Ia mengangguk, berjalan dengan masih tergopoh ke arah saya. Saya sontak berdiri. Di situ hanya ada satu kursi, yang walaupun tadi sudah dihibahkan dengan mulia oleh Pak Satpam untuk saya yang manis ini, sepertinya tidak pantas lagi saya duduki. "Silahkan Pak..", saya melipir sambil mempersilahkan beliau duduk. Ia mengangguk dan mengucap terimakasih. Saya menjauh, mencari tempat lain untuk membaca. Tapi kemudian saya urung. Saya tutup lagi buku saya, memasukkannya ke dalam tas, dan berjalan menuju bapak veteran tadi.



"Bapak rumahnya di mana?" saya berusaha membuka percakapan. Ia tersenyum dan menjawab, "Kebon Jeruk, Meruya.". Lalu ia langsung bercerita, "Tadi diantar anak. Temen katanya ada yang mau ikut, jadi saya tunggu, eh ternyata tidak jadi. Jadi terlambat..". Iiiiih, bapaknya asoooy.. Dicolek dikit langsung cerita!!! SIP!! Mari dilanjutkan!! *joget koprol di rumput*

Namanya Pak Kiswandi, usianya 85 tahun.
Ia bertanya, "Lho, kok tau nama saya?" ketika saya menyapa langsung dengan namanya. Saya, dengan muka melongo, menunjuk tanda pengenal nama di dada kanannya, ia terkekeh. Hihihi. Beliau sendiri lupa ada tanda pengenal itu, mungkin. :))))

Darinya saya baru tau, ternyata tidak semua pejuang itu disebut veteran. Ia lebih lama masa baktinya dari veteran lain. Ia berjuang dari tahun 1945 hingga tahun 1968. Ia masuk Pepabri (entah apa itu.. I better google about that but do give me a favor and google it yourself for further info? :p). Pembicaraan saya dan beliau berlangsung kira-kira satu jam. Satu jam yang penuh kenangan. Kenangan akan kesederhanaan penerimaan yang tidak pernah saya bayangkan.

Saya menunjuk tanda jasa yang berderet di dada kirinya. Ia bercerita, yang paling berharga hanya satu, yang berbentuk bintang. Itu tanda jasa ia sebagai pahlawan. Oh, tanda paling keren ya?? Paling keeewwlll??? Oh ternyata tidak, sesederhana tanda jasa itu adalah tanda ia bisa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan dan (nanti jika ia dipanggil ke pelukan Tuhan), semua kepengurusan pemakaman sudah akan diurus (dalam hal ini) oleh Kodam. Saya diam. Sesederhana itu? Sesederhana ia bisa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, sudah diurus semua kepengurusannya, dan (mungkin) makamnya gratis?? Saya terenyuh. Ia pejuang, yang berangkat dari Tasikmalaya menuju Jogjakarta dengan berjalan kaki selama satu setengah bulan. Yang kemudian dipindahkan ke Kalimantan dan Sumatra. Yang mengorbankan sekolahnya demi berjuang. Dan kelegaannya sekarang, setelah 67 tahun Indonesia merdeka, hanyalah karena nanti, pemakamannya sudah akan ada yang mengurus?? Sederhana.

"Gimana lihat Indonesia sekarang, Pak?" tanya saya santai. Dan jawabannya di luar dugaan. Saya kira ia akan merenung dan kemudian flashback dengan perjuangannya dulu (walaupun saya siap mendengar, I'm just not into history that much si.. Hihihi.. *maapkan sayah*) dan kemudian mengkritik pemerintahan atau anak muda sekarang, eh ternyata ia santai menjawab, "Yaaaa, setiap tahun saya diundang upacara ke sini, tiap tahun catnya ganti-ganti ya.." sambil menunjuk gedung Kantor Walikota. Saya bengong. Udah? Sebegitu doank Indonesia sekarang? Cuma catnya doank yang ganti tiap tahun? Bagaimana ini Pak Kiswandi?? Bagaimanaaaa?? Saya menuntut jawaban dramatiiisss.. *gojeng2 pundak Pak Kiswandi* Tapi ya begitu doank jawabannya. Sederhana. Dan manis.

"Setiap bulan, Bapak dapat uang dari pemerintah ya Pak? Cukup ga Pak?" Saya udah mulai iseng. Maapkan saya Tuhan karena saya kepo.. -______-. Dijawab (lagi) dengan santai, "Yaaaa, dicukup-cukupin. Kan cuma ngabisin (umur) aja sekarang. Jadi ya dicukup-cukupin aja." Sederhana. Dan manis. Ia bahkan menjawab dengan tersenyum tulus. Saya bengong. Oh my, ini apa yang lagi Tuhan lakukan sama saya ya? Kok tetiba saya bisa jadi mellow gini mendengarnya penuturan Pak Kiswandi. Santai. Tidak mengeluh. Tidak mengkritik. Ia, menerima. Sesuatu yang masih harus saya pelajari dalam hidup saya; menerima.

"Bapak nanti pulang sama siapa? Dijemput sama anaknya lagi Pak?" tanya saya lagi. Untung Pak Kiswandi sabar. Mungkin dia pengen graut saya kali saking bawelnya nanya-nanya mulu. Hihihi. "Yaaaa kalau dia bisa jemput ya sama dia, kalau  ngga ya naik taksi aja. Kan deket ini. Ga mahal." JRENG!! Santai. Ga mengeluh. Ga menuntut. Yaelah, saya?? Kalau Opie lagi sibuk ga bisa nemenin saya (iya, I'm talking bout my car here..), saya uda rempong aja ga mau pergi-pergi. -______-

Pak Kiswandi masih asyik bercerita. Tentang perjuangannya. Tentang istrinya yang juga adalah seorang pejuang Palang Merah. Tentang bahwa ia orang Jogjakarta tapi ketemu istrinya di Gombong. Tentang perjuangannya mengisi hidup setelah selesai berjuang untuk Indonesia. Saya menemukan oase. Ia hebat. Tidak hanya seorang pejuang dalam arti harafiah, ia juga adalah pejuang dalam hati. Berjuang dengan hati. Dengan ketulusan, tanpa mengeluh, tanpa pamrih, tanpa mengkritik, dan tanpa meminta predikat lebih dari siapapun juga. Ia menerima. Dan hanya berjuang untuk tetap menjadi baik sampai nanti usia di buku kehidupannya habis.

Upacara sudah selesai. Saya tidak sadar. Mamah sudah berdiri di seberang saya. Tersenyum melihat saya asyik ngobrol sama Pak Kiswandi. Saya mau beranjak, Pak Kiswandi mendahului berdiri sambil berkata "Saya duluan ya.. Saya harus ke sana." menunjuk tempat dimana veteran lain berkumpul. Saya mengangguk.

Satu jam.
Satu jam yang mengajarkan saya untuk kembali bersyukur.
Untuk belajar menerima semua hal dalam hidup saya.
Untuk mengisi hidup saya dengan ketulusan dan kebaikan.
Untuk menghabiskan sisa usia di buku kehidupan saya.
Dengan sebaik-baiknya.

Bismillah.. :)

Terimakasih ya Pak Kiswandi. Terimakasih untuk inspirasinya Semoga Bapak terus diberkati Tuhan dalam setiap apa yang Bapak lakukan hingga nanti dipanggil ke pelukanNya. Amin. :)

Dirgahayu Indonesia.
MERDEKA!!

Senyum dulu ah.. :)

Jul 12, 2012

Share: Mati Gaya di Pesawat..

Hai pemirsaaaah... Saya kembaliiii.. ;)

Lieur euy, lelah tapi ga pengen tiduuuurrr.. Am just too pumped!! Hak hak!! *luncat2 keliling kamar*

Masih ngezombie. Tapi biar zombie, harus tetep ada kecenya. Jadi mari berbagi saja biar kece. Pembagian kali ini adalah tentang 'Mati Gaya di Pesawat". AHA!!

Ya seperti yang kita tau ya, penerbangan yang memakan waktu lama itu rentan bikin kita mati gaya. Sama seperti cinta. Yang memakan ati itu rentan bikin kita mati rasa. Okesip. Pokus Bulan pokus!! *crut2in air bunga*. Nah, jadi kalau mati gaya di pesawat ngapain donk? Mau gerak susah, ruang untuk kaki aja mepet (ya kecuali kalian masuk kelas bisnis ya... ih sombong ih!! jangan sombong2 ya.. kalau pun di kelas bisnis, sssst, diem2 ajah..). Belum lagi kalau posisi duduk kita di tengah. Itu uda paling poll mati gayanya. Mau tidur nemplok ga bisa, mau jalan2 ga enak sama yang duduk di kursi lorong karena mereka jadi harus berdiri memberikan jalan kita keluar, nanti mau masuknya lagi juga nyusahin mereka. Ah, serba salah!! Yang duduk di lorong juga gitu. Karena ngeliatnya sepinggiran manusia semua, jadi ya gampang bosen. Jadi ngapain donk biar ga bosen? Nahaha, ini saya berikan beberapa opsi yaaaa...

1. Maksimalkan Penglihatan



Liat kiri kanan. Kalau yang di kanan kalian ganteng dan wangi, boleh lah rambut dirapi-rapikan. Duduk manis. Senyum juga manis. Kalau dia masih cuek, pukul2 manja aja sambil bilang "Kamuuuuh!!" terus lanjutkan dengan nyanyian Kamu kamu kamu lagi.. Rindu rindu rindu lagi.. Ah bosan aku.. Haiyaiyaiya..a.. (Red: Ini lagunya The Sisters yang judulnya Kamu Kamu Lagi in case you forgot).

Bagaimana kalau yang di sebelahnya ga gitu ganteng dan ga gitu wangi? Hey don't judge a book by its cover!! Coba diajak ngobrol dulu. Siapa tau kalian lah yang diturunkan untuk membuatnya jadi ganteng dan wangi. Baik-baik ya merenda masa depan kalian. Komunikasi yang baik. Jangan sering marah-marahan.Yah yah... Sip!!

2. Dengar Musik dan Bermimpilah

Kalau di pesawat ada hiburan yang disajikan, dengar musik aja dari alat itu. Atau nonton TV juga bisa. Tapi kalau ga ada gimana? Mmmm, dengar musik dari player bisa kan. Asal jangan pas proses take off dan landing ya. Pas proses itu, baiknya diistirahatkan dulu playernya. Ingat, player juga manusia. Punya rasa punya hati. Jangan samakan dengan pisau belati. Okeh. Oya, set player ke posisi airplane mode ya.

Sambil dengar musik, coba lah bermimpi jadi penyanyi (atau kalau saya biasanya drummer) di musik tersebut. Bayangkan kalian lagi manggung!! Dilihat banyak orang!! Pake baju kereeeen!! Sepatu kereeen (mari mari yang mau pesan sepatu keren di Moonaddict bisa.. :D). Pokoknya semua keren!! Ah, bayangan yang keren bukan?! Abis membayangi, kalian pasti cape sendiri bayangin doank terus2an. Trs jadi ngantuk deh. Tidur deh.

Oya, kalau lagi dengar musik, please ga usa pake joget2. Walaupun di kursi kalian sendiri, gerakan badan kalian pasti mengenai orang lain. Genggeus makjaaaaan. Oh dan jangan sok-sok main drum gitu. Tekewer-kewer, itu ga kece menurut sayah. *senyum manis lalu melengos*

3. Gambar-gambar



Selalu sediakan pulpen di tas kabin kalian. Kalau bosen, gambar-gambar aja. Bisa di tissue yang di pesawat atau kalau bawa kertas, gambar-gambar aja di kertasnya. JANGAN!! Sekali lagi saya ulang: JANGAN menggambari kursi pesawat atau meja pesawat. Apalagi dengan tulisan 'Budi love Hanna forever' pake gambar2 hati gitu. JANGAN ya!!! Kampring..

4. Peregangan


Badannya capek kan.. Nah lakukan peregangan aja. Biar ga ganggu orang, peregangan ga usa yang kakinya pake split segala. Rempong. Ngabisin tempat. Jadi peregangannya yang standar aja. Tangan kanan dilipat segitiga nyentuh pundak belakang kiri..hak hak hak. Ganti yang tangan kiri..hik hik hik. Pegang lutut lalu angkat kaki ke arah dada hak hak hak. Begitu juga sebaliknya hik hik hik. Ya gerakan peregangan ini biasanya ada di majalah yang ada di pesawat itu kok. Buka-buka aja.

Kalau sebelah kalian menatap dengan aneh (tapi orangnya lucu), ajak aja peregangan bareng. Aih mateeee, senam bareng euuuyyy.. Abis itu janjian deh di Senayan. Lari sore bareng. Ahuhuy!! *lope2 di udara*

5. Foto-foto
Nah ini yang sering saya lakukan. Foto-foto.

Loh kan ribet Lan, mesti ke lorong untuk motret gitu. ISH!!! Ya foto diri sendiri donk, ga usa pake foto lorong!! *yak kemudian laman langsung ditutup* :))))




Eh jangan lupa, setiap foto harus punya gaya khas ya. Boleh kok boleh ikutin gaya peace unyu saya. Boleh.. Kan saya baik. :) 


Demikian lah share saya tentang 'Mati Gaya di Pesawat'. Penerbangan jadi menyenangkan, ga bosenin, penglihatan makin tajam, mimpi makin yahut, badan makin sehat, dan koleksi foto diri sendiri nambah deeeeh. Oke ga tuuuuh... Dilakukan yaaaa.. *kasi jempol ke idung pemirsah*


Senyum dulu ah.. :)

Feb 29, 2012

...

"Saya lihat kamu orang yang bisa meyakinkan orang lain, Bulan. Tapi kenapa kamu tidak bisa meyakinkan diri kamu sendiri kalau kamu bisa?"

Perkataan Pak Irwansyah Senin kemarin yang sampai sekarang masih bertahan di otak saya..

Kepikiran..

Phewww..

*menghela napas panjang*

Hhhhh..

Senyum dulu ah.. :)

Feb 15, 2012

Valentine...

(From the song Greatest Love of All)

"Learning to love yourself, is the greatest love of all.."

Itu aja sih. Coba dipikirin aja baik-baik. :p

Happy Valet Parkiiiiing!!!

Senyum dulu ah.. :)

*iki post opo tho Buuuul...Buuuul..*
Tsk..



*Daaaaann baru sadar, ini mah uda lewat tanggal 14 Februari ya.. Huahahaha..Unyeng-unyeng pala sendiri*

Dec 12, 2011

Rambut..

Sejak rambut dipotong sama Mas Aji, saya jadi tergila-gila dengan rambut pendek. Agak ngga mau memanjangkan rambut sekarang. Panjang dikit uda pengen potong lagi. Poni meleng dikit uda pengen potong lagi. Hihihi. Mungkin juga karena pengaruh rambut saya tipis (sekali) hasil kenakalan gonta ganti warna rambut pas kuliah (lalalala), jadi lebih oke kalau berambut pendek. Nah sekarang uda merasa kepanjangan, pengen potong rambut lagi, tapi pengen gaya yang beda. *sigh, banyak maunya emang siBulan*

Ini rambut (dan senyum kinyis-kinyis) saya sekarang.


Kemarin-kemarin dan masih sampe sekarang sebenarnya, saya ingin mengepras (opo meneh iki mengepras?) rambut bagian kanan saya. Dicepak sisa satu senti lalu dibatik. Tapi kesalahan adalah ngapain pake bilang sama bujendral dulu? Langsung lah itu "Adeeeeeeekkkk!!! Apa bagusnya kayak gitu, nanti jadi kayak preman, iiih nggilani!!" keluar dari bagian atas BB yang berbatasan dengan telinga saya. Ahuhuhu. Hatiku hancur (ngok!). Harusnya lakuin dulu baru muncul ke apartemen sambil cengengesan. Ah, siBulan salah stratekhiii... :(

Lebih kurang seperti ini yang saya inginkan, minus aksesoris tempel lebay di bagian mata, rambut lepek macam sakit, bibir merah tak delima, dan anting segede jemuran tetangga sebelah itu ya.. (lalu jadi berpikir, ini mbak di foto ini teh sehat???)


Ya kayak begini lah ya (demi apa saya niat cari foto lain yang mbak modelnya lebih sehat?? :p).. Tapi lebih pendek lagi di bagian kanan itu dan dibatik. *lalu melihat dan berpikir, duuullll mbak ini lehernya panjang bener deeeeh....* *puter mata*


Tapi lalu kepikiran mau ganti total gaya rambut jadi super pendek macam Jeung Katie. Kece lah Jeung Katie ini lama-lama padahal dulu bosen banget liat dia di Dawson's Creek dengan rambut panjang belah tengahnya itu. :D *tapi ya, di foto ini kok tampangnya melas gitu ya? *siBulan komeeeeen ajah!!*


Semacam gaya rambut Kaka Agyness pun saya suka (Lan, KAKAK??? Dese lebih muda kali daripada elooooo...*tung!).


Yaaaa begitulaaaah. Sekarang masih bingung sih mau dipotong kayak yang mana. Atau kembali ke hasrat awal dikepras dan dibatik? Mari berharap saya sudah melakukan itu sebelum bujendral membaca post ini.. Hihihi. *keluar tanduk* :p

Senyum dulu ah.. :)

Oct 26, 2011

Mon Dieu!!

Bisakah saya lebih gila (karena cinta) kalau bisa memiliki sepatu ini????

Oh......

Such (awkward) beauty!!!

Senyum dulu ah.. :)

*pengsan*

Mika Newton - 2011

Sep 18, 2011

She's SOMETHING!!

I was about to write about need-priority-preference in this blog but then was youtubing instead. :p. Busily checkin Jessie J's videos (I kinda like the bitchiness in her but somehow don't really like all of her videos..lol) when I stumbled upon this girl. MAAAANN!! This girl is awesooommmeee!!!

She does many cover version well. Means that she sings all of the songs with her own touch in it. And the statement that she doesn't endorse the lyrics of the song that she sang is just relieving, she sings songs that she likes, that's all, no feeling related to the lyrics yet she sings it full of heart. I was in awe checkin her cover on Jessie J's Price Tag when I saw another link to video of her doing cover of Adele's Rolling in The Deep. Whaaattt??? Whaaaat??? She can sing Adeeellleee?? Oh my!!  *faint!!*

Oh oh and also, she covers Christina Perri (remember, my song for this very situation.. :p)'s Jar of Hearts.. Oh!! *double faint*

She's going to be something for sure. With her girl-next-door face, no hair-flick drama (Hai Bieber Fans.. :p), beautiful smile, and musicality (oh, she can play piano and guitar too.. oh.. *triple faint*), she's gonna rock the world!! Oh well, if it's not the world yet, she surely has rocked my world for sure laaah. :))


Aaaah, I love Maddi Jane!!

Senyum dulu ah.. :)

Link to her youtube in HERE..

Isn't she sweet?????

Sep 2, 2011

Embracing Life..

Ini mau saya share kemarin sebenarnya, tapi saya sudah terlanjur nangis terharu (sambil makan HokBen) jadi saya urung daripada nanti postnya akan penuh emosi. Hehehe.

Saya ini drama queen, segala sesuatu yang terjadi dalam hidup saya pasti saya rasain banget2. Kadang beberapa teman sampe mengatakan saya harus lebih santai sedikit. I tend to overthink everything. Jatuhnya jadi over sensitive. Apa2 dipikirin berlebihan, kenapa ini begini kenapa ini begitu, kenapa Tuhan kasih jalan ini, apa ini memang jalan yang Tuhan mau saya jalani, kenapa kenapa dan kenapa? Kenapa Tuhan kasi saya sakit? Kan saya uda berdoa sehat? Apa yang Tuhan mau dari saya? Apa kenapa bagaimana siapa?? Lebay banget deh. Hehehe. Penyadaran akan makna "embracing life" baru saya dapat kemarin ketika membaca blog seseorang. Saya nangis membaca blog itu. Kata2nya tersusun indah, bagaimana penulis memandang hidup tergambar jelas, kedewasaan untuk menertawakan diri sendiri dan menikmati setiap detik hidup tercerna baik. Hanya ada beberapa post di blog itu, memang sudah tidak update, tapi saya "mengenal" penulis dari twit2nya dan tidak pernah menyangka ini adalah orang yang sama yang saya nikmati kicauannya setiap hari.

Namanya Muhadkly (@muhadkly), sering dipanggil Acho. Dalam kicauannya, ia adalah orang yang lucu, tanpa beban, menertawakan setiap hal dalam hidupnya, dan terkenal mempunyai hubugan khusus dengan tiang listrik karena citranya adalah jomblo akut dan yang mau sama dia cuma tiang listrik. Hihihi. He's such a funny guy, I enjoy every bit of his tweet. Tergambar betapa lucunya orang ini, dan betapa lelucon2 cerdas selalu keluar dr bibirnya. Acho juga masuk dalam jajaran pelaku Stand Up Comedy yang gerakannya bermula dari twitter. Eksis banget deh, eksis secara lucu dan menghibur. :)

Dengan kicauannya yang selalu membuat saya tertawa ini, saya berpikir dia pasti orang yang sangat santai dan  menjalani hidup juga dengan santai, sampai ketika saya membaca kicauannya (ini kurang lebih ya, ga sama persis kalimatnya karena saya lupa..) "Hanya ada aku, makam kamu, dan mimpi kita. #lovelyFika" dan saya terhenyak. Beberapa kali saya baca #lovelyFika-nya dan saya pikir itu adalah cerpen/novel yang sedang ia kutip karena kata2nya tulus puitis dan romantis tanpa terdengar menye2. Saya uda niat cari novel itu sampai kemudian Silka mengatakan Fika adalah istrinya Acho - sudah meninggal. Jresssss, saya langsung merinding (dan sekarang menulis ini pun saya merinding). Silka memberikan link blog-nya Acho dan saya langsung menghampirinya.

Tuhaaaaannnn...

Kata2 terangkai indah membentuk makna yang mudah dipahami dan menimbulkan rasa yang nyata akan seorang suami yang sangat mencintai istrinya dan harus kehilangan napas, jiwa, raga, mimpi, senyum, tawa ketika Tuhan memutuskan untuk mengangkat istrinya menjadi pendampingNya. Tidak, dia tidak meminta dikasihani dalam setiap pilihan katanya, ini yang membuat saya sangat kagum. Dia memilih kata untuk mewakili perasaannya dan pemilihan kata itu berhasil menempatkannya pada suatu masa dimana pembaca akan ikut merasakan kasihnya yang begitu mendalam pada Fika, rindunya yang tidak berujung, dan ketegaran hatinya bahwa hidup harus terus berjalan. Ia tidak meminta, ia tidak mengiba. Ia menjalani setiap hari setiap jam setiap menit setiap detik dalam hidupnya dengan keyakinan bahwa waktunya bertemu Fika akan semakin dekat. Saat Acho berulangtahun, ia meyakini bahwa dengan habisnya masa hidup yang diberikan Tuhan pada dirinya, maka semakin dekat lah waktu untuknya kembali bertemu Fika, merasakan Fika dalam dekapnya dan tersenyum bersama. He's embracing life. Dan betapa luar biasanya manusia yang ketika ia harus merelakan cinta dalam hidupnya dipanggil Tuhan untuk menghadap dan ia masih bisa menertawakan dirinya sendiri dalam kicauannya setiap hari. Ia tidak pernah sedikit pun marah atau tersinggung saat teman2 twitter mengejek hubungannya dengan tiang listrik. He makes fun of himself, entertains people, enjoys every bit of world's funny things, and still holds to the faith that he will meet his wife in another side of life. How precious!!!

Saya jadi lebih mawas diri sekarang. Menjadi dewasa adalah tidak melulu berpikir serius tentang masa depan. Menikmati hidup adalah tidak melulu pikiran yang kekanakkan. Keseimbangan antara keduanya adalah yang terbaik. Ketika manusia bisa tidak mengeluh akan jalan yang Tuhan berikan untuknya, maka saat itu ia sudah mencapai tingkat "embracing life". Berani berpasrah akan kehidupan. Menikmati setiap detik yang menyenangkan juga menyakitkan. Berani berjuang dan berani menerima kekalahan. Menjalani senyum Tuhan dan guncanganNya pada buku kehidupan. Sesederhana bahwa apa2 yang akan terjadi pada setiap manusia sesungguhnya sama, lahir lalu meninggal. Bagaimana menjalani masa di tengahnya adalah pilihan.

Dan saya akan belajar untuk tidak lagi mengeluh tentang kehidupan. Saya akan belajar untuk menertawakan setiap kekonyolan diri keluar. Belajar untuk terus bersyukur. Belajar untuk terus berjalan dalam takdir Tuhan. Belajar untuk ... embracing life. :)

Terimakasih ya Acho. Kemarin, hari ini, dan esok saya akan terus belajar untuk terus menikmati kasih Tuhan dalam bentuk apapun. Karena apa yang sudah Ia gariskan, akan saya yakini adalah yang terbaik untuk saya. :) Terimakasih ya.

Senyum dulu ah.. :)

Dan seperti biasa saya pasti telat mengucapkan apa2. Tapi seperti biasa juga saya berlindung di balik perkataan "better late than never". :p

Maka saya ucapkan Selamat Idul Fitri pada teman2 semua. Mohon maaf lahir dan batin. Kalau ada salah2 pemilihan kata atau tema dalam post2 saya, tolong dimaafkan. Kalau ada yang tersinggung dengan tulisan saya, mohon dimaafkan juga. Yuk kembali ke fitrah. *sodorin kelingking kanan*

Aug 25, 2011

Jar of Hearts -- POOF!!

Saya jatuh cinta dari saat pertama ketika mendengar lagu ini ditarikan Billy dan Kathryn di So You Think You Can Dance. Lagu ini, sesuatu banget!! Hehehe. Baru semalam saya tahu yang menyanyikan Christina Perri. Dan saat lihat foto penyanyinya, tb2 saya inget Kat Von D. Hahahaha. 


I know I can't take one more step towards you
'Cause all that's waiting is regret
And don't you know I'm not your ghost anymore
You lost the love
I loved the most

I learned to live, half alive
And now you want me one more time

And who do you think you are?
Runnin' round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart
You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
So don't come back for me
Who do you think you are?

I hear you're asking all around
If I am anywhere to be found
But I have grown too strong
To ever fall back in your arms

I learned to live, half-alive
And now you want me one more time

And who do you think you are?
Runnin round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart
You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
So don't come back for me
Who do you think you are?

And it took so long just to feel alright
Remember how to put back the light in my eyes
I wish I had missed the first time that we kissed
'Cause you broke all your promises

And now you're back
You don't get to get me back

And who do you think you are?
Runnin' round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart
You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
So don't come back for me
Don't come back at all

And who do you think you are?
Runnin round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart
You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
Don't come back for me
Don't come back at all

Who do you think you are?
Who do you think you are?
Who do you think you are?


Christina Perri
Kat Von D


Dan ini VCnya. I don't really like the video thou, kecuali bagian Perri nyanyi dan belakangnya pere2 itu nari. Nah di situ bagus deh. Hehehe. Mau masukkin videonya saat Billy dan Kathryn nari ternyata ga msk di blogspot. Hehehe. Jadi yang ini aja ya.... :)



Don't come back for me
Don't come back at all
Who do you think you are?

:)

Senyum dulu ah.. :)

Aug 21, 2011

Bencong..

Halo Pak.. Sbntr lagi saya sampe ya..
Halo.. Ini siapa ya?
Laaah, ini Bulan paaaak...
Hah.. Lho non kok suaranya kayak bencong?

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Yak itulah sejumput percakapan yg pada akhirnya membuat saya dilema. Dilema mau memutus hubungan kerja dengan pak mandor saya yang mengangkat telp dan mengatakan suara saya spt bencong, atau mau tertawa saja. Ya pada akhirnya saya lebih memilih menertawakan saja krn itu yang paling mudah dan tanpa resiko. Hehehe.

Suara saya memang masih serak, padahal Puji Tuhan batuk saya sudah reda. Jadi kalau di telp, suara saya memang terdengar serak2 maksa gt. Ingin hati saya menjadi penyanyi jazz, tapi alih2 pak tukang malah menganggap suara saya kayak bencong. Hih.

Speaking of bencong, kata ini menimbulkan kelucuan pada diri saya. Di satu sisi saya takut sekali menghadapi mereka, di sisi lain saya penasaran. Saya masih ingat ketika dulu saya jalan sama Tama, Opik, dan Putri (hey nama kalian kl disingkat jadi TOP!! Hahaha); dan Tama (dengan ketidaktahuannya) membawa saya ke Taman Lawang. Hadeeeeh. Keringat dingin saya. Beneran takut. Kenapa takut? Karena bagi saya, bencong atau mari kita lanjutkan dengan kata "waria" itu adalah perempuan manis di luar dengan lelaki tersakiti di dalam, jadi bagi saya, itu menakutkan banget. Hehehe. Mereka bs manis di menit pertama, lalu (dalam bayangan saya) menarik mengguncang dan bahkan menyeret saya kalau mereka tdk suka. Huaaaa. Ini entah saya yang kebanyakan nonton drama apa emang bs gt deh? Hehehe.


Nah jadi, ketika saya menyetir sendirian dan ada waria ngamen, saya akan buru2 keluarin uang lima ratusan (krn mereka ga mau lhooo dikasih seratusan atau dua ratusan..hehe), buka jendela sedikit dan kasi uangnya. Sampai kemudian saya ketemu Mbak Rika. Mbak Rika ini sbg laki dia ganteng (saya pernah lihat dia ketika tdk sedang beroperasi..hehe) dan sebagai perempuan dia manis. Beberapa kali dia ngobrol sama saya. Lampu merahnya memang lama di tempat dia biasa mangkal. Kami mengobrol dengan jendela hanya terbuka sedikit krn saya masih takut, dan Mbak Rika jg ngga keberatan. Ngobrol santai diawali ketika dia lihat saya batuk dan saat saya memberinya uang, dia memberikan komentar "Kakak minum obat yaaaa. Batuknya kasian tuuu. Bikin capek." Saya terperangah. Hehehe. Beneran melongo. Kemudian dia berlalu.

Beberapa hari setelahnya, saya bertemu lg dengan Mbak Rika. Saya membuka sedikit jendela dan mengangsurkan uang dan Mbak Rika menyapa "Eh, kaka cantiiiik. Uda sembuh sayaaang?" dengan suara lemah lembut. Saya jawab "Puji Tuhan sudah.." dan kami akhirnya berbicara. Karena saya masih takut, saya takut menanyakan hal2 pribadi, jadi ya kami berbicara tentang yang umum saja. Tentang cuaca, tentang hujan, tentang kemacetan. Ya yang standar lah. Kemudian saya iseng bertanya "Mbak, gapapa ni ngobrol sama aku? Sayang kan ga dapet uang dr mbl belakang..". Dan jawabannya mengagetkan saya..

"Ah, ga dapet uang dr mbl belakang si gapapa jg kak. Ak seneng bs ngobrol sama kaka cantik. Jarang ada org kaya yg mau ngobrol sama ak. Ya kan ak cuma sampah masyarakaaaat.."

JLEG!!!

Jadi... Kalau selama ini saya takut utk mengobrol dengan mereka, saya sama aja dengan orang2 yg menganggap dia sampah masyarakat donk ya. Huaaaaaa. Jahatnya. Sejak saat itu, saya selalu membuka kaca sedikit lebih lebar (sedikit ajaaaa.. kan ttp harus waspadaaa.. hehehe), dan tersenyum saat memberikan uang. Kdg saya menyapa "Pagi mbak.." atau "Malam mbak.." dan pasti dijawab balik lhoooo.

Kata Mbak Rika, selama pengemudi tdk usil dan gada niatan apa2, mereka jg sebenarnya ga akan ngapa2in. Lebih lanjut saya pikir, ya iyalah mereka ga akan ngapa2in, kan mereka kerja jg ya. Itu kerjaan mereka. Menjadi waria. Dan seharusnya mereka dapat rasa penghargaan jg ya. Bagus mereka ga ngemis.. :)

Jadi apalah arti sapaan singkat yang tulus kepada sesama? Ga bikin kita miskin jg kok. Malah bikin hari kita bs lebih bahagia. Ga dijawab sapaannya jg gapapa, yang penting kan kita uda legowo nyapa dan menebarkan senyum. :) Banyak pahala, banyak temannya. Ihiy..

Selamat pagi semuaaaaaa.. 


Saya belum tidur niiii.. Hehehe..

Senyum dulu ah.. :)

Blek...Zzzzz...

Aug 11, 2011

Dia (hanya) seorang anak..

Pernah berpikir kehidupan kalian keras dan berat? Pernah ingin teriak pada Tuhan bahwa hidup ini ngga adil? Saya pernah, sering malah. :p Dan saya selalu terpesona akan bagaimana Tuhan "mencolek" saya untuk kembali bersyukur atas apa2 yang sudah Dia berikan. Salah satu caranya adalah dengan melihat mereka yang lebih kurang beruntung dari saya. Kalau ada orang yang lebih kurang beruntung dari kalian, your life suddenly doesn't look that hard, aite? :)

Hari Minggu kemarin saya mengikuti proyek komunitas bersama Shoebox Project. Acara diadakan di sebuah rumah singgah di daerah Bukit Duri Tanjakan. Saya, sebagai bagian dari relawan, diminta untuk menemani anak2 jalanan yang akan diberi pengetahuan akan pentingnya kesehatan gigi.

Dan di sini saya bertemu Yeni. Seorang anak berusia dua belas tahun, sudah kelas tujuh, dan berjualan minuman di perempatan jalan sepulang sekolah. Kali pertama saya "menemukan" Yeni, dia sedang duduk diam, melihat kiri kanan, ketika para relawan mencari anak2 jalanan yang akan dibimbing. Ketika saya menarik tangannya, sesungging senyum mengiringi. Dia lega ada "kakak" yang menginginkannya. :)

Kami mengobrol sedikit, ayahnya adalah seorang buruh dan ibunya adalah ibu rumah tangga. Dia punya satu kakak dan satu adik. Kebutuhan hidup sangat banyak sehingga ketika ia umur enam tahun, ia sudah membantu berjualan minuman membantu keluarga. Saya terenyuh. Bagaimana bisa seorang anak berusia enam tahun berjualan di perempatan jalan yang penuh debu bising dan rawan celaka seperti itu? Not to mention badan Yeni terhitung kecil untuk anak seusianya, saya jadi tdk bs membayangkan sekecil apa dia saat berusia enam tahun? Apa tangan2 kecilnya bahkan sudah cukup untuk membawa beberapa minuman yang dijualnya? Ah.. Hidup pasti memberikan dampak yang begitu besar bagi perkembangan emosinya, pikir saya. Dia pasti sangat kesusahan. Dia pasti sedih. Dia pasti selalu menangis. Tapi ternyata saya salah.

Apa terlihat derita yang mendalam di wajahnya? Luar biasanya tidak. Saya melihat Yeni sama seperti anak2 lainnya. Sama seperti murid2 saya. Dia tdk menyimpan beban hidup itu. Dia masih mampu tertawa, tersenyum, berbicara dengan teman2nya dengan asyik. Binar matanya masih ceria. Padahal apa yang perlu dikerjakannya untuk bertahan hidup terhitung sangat berat. Tapi saya masih bs melihat ia tersenyum dan berbahagia.

Melihat itu, saya jadi berpikir. Dan bagaimana bisa kemudian saya mengingkari apa yang sudah Tuhan berikan bagi saya? Yang jumlahnya melebihi apa2 yang pernah saya bayangkan. Bagaimana bisa saya kurang bersyukur untuk hidup saya yang sudah diurusNya dengan baik? Di luar masih banyak orang yang harus berusaha keras memapankan hidupnya bahkan hanya untuk keperluan makan mereka. Bagaimana bisa saya dengan mudahnya menangis ketika apa2 tdk berjalan sesuai rencana dan ekspektasi saya? Ekspektasi apa yang dimiliki Yeni?

Menghabiskan beberapa jam bersama Yeni membuat saya menyadari bahwa Tuhan bekerja dengan caraNya sendiri. Tuhan tdk akan membiarkan anakNya kelaparan ketika kita sudah berusaha. Tuhan akan mengurus hidup kita. Dan kita harus terus mensyukuri apa2 yang sudah Tuhan sediakan bagi hidup kita. Karena dalam setiap penyediaan itu, terdapat berkat yang luar biasa.

Menghabiskan beberapa jam bersama Yeni mengembalikan arti kata "hidup" dan "tersenyum" untuk saya. Betapa senyum mampu membuat hidup ini mudah. Betapa senyum melepaskan sedikit beban yang menyerang. Betapa senyum mengembalikan kebahagiaan. :)

Dan itu saya dapat dari Yeni. Seseorang berusia dua belas tahun dan sudah bekerja selama enam tahun. Seseorang yang (hanya) seorang anak tapi merelakan hidupnya untuk bersama menanggung beban hidup dengan orang dewasa. Seseorang yang luar biasa. Perpanjangan tangan Tuhan bagi saya untuk kembali bersyukur akan hidup. :) Terimakasih ya Yeni. :)

Senyum dulu ah.. :)

May 25, 2011

Pepatah Bali Itu..

eda ngaden awak bisa, depang anake ngadanin, geginane buka nyampat
anak sai tumbuh lulu
ilang lulu buka katah
yadin ririh liu enu peplajahin

yang ar. ti. nya (lebihkurang):


jangan menyebut diri bisa, biar orang lain yang menyebut
ibarat menyapu, selalu akan ada sampah
sampah hilang, debu masih banyak
meski kita tahu, masih banyak yang kita tidak tahu

sentilan personal dari Bli Ananta:


jangan terburu menyimpulkan bahwa kamu tahu kalo kamu itu gak bisa..

komentar dari Si Bulan:

Isn't he sweet?? Ya mungkin dia uda capek kali ya ngadepin saya yang rendah diri dan selalu ngerasa ga bisa ini itu. :( Oh well, bapak saya jg kayaknya bingung kenapa saya bs rendah diri dan jadi ga (terlalu) pede sama diri sendiri gini. Menurut teori om saya, itu adalah karena saya keras kepala tapi berhati lembut, jadi srg sedih sendiri kalo ngga bs menyenangkan orang lain. Dan katanya skrg hrs belajar dibalik, berhati keras dan berkepala lembut. Hihihi. Apa pulak berkepala lembut. :p *megang2 rambut*

tambahan:

Saya lagi ikut sebuah kompetisi. Belum bisa cerita banyak di sini. Tapi saya mohon doanya ya teman2 dan para pembaca. Semoga saya terus bisa berkarya. Amiiiin. :)

Senyum dulu ah.. :)

Apr 2, 2011

Firework!!

I know this song for quite some time but never have the time (or remembrance) to listen to it full focus nor buy the CD (or download. ???). But then this morning somehow I want to listen to it and check out the video (I haven't watched the video btw..i know..lame..). There are many cover version of this. I first checked the Glee cover version, but then decided not really like it. It loses the bursting feeling. So I turn to Katy and like the original one better. Boyce Avenue also has the cover version, listened to it but somehow it creates a hurtful ambiance so it is definitely off.

I'm in love with the lyrics. :) Yes yes, I should have been eager enough to let the firework within me burst out and never let anyone (ever) drown me deep and pull me back. :) Enjoy the lyrics. :)


Do you ever feel like a plastic bag,
drifting through the wind
wanting to start again?
Do you ever feel, feel so paper thin
like a house of cards,
one blow from caving in?

Do you ever feel already buried deep?
6 feet under screams but no one seems to hear a thing
Do you know that there's still a chance for you
'Cause there's a spark in you

You just gotta ignite, the light, and let it shine
Just own the night like the 4th of July

'Cause baby you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go "Ah, ah, ah"
As you shoot across the sky-y-y

Baby, you're a firework
Come on, let your colors burst
Make 'em go "Ah, ah, ah"
You're gonna leave 'em all in awe, awe, awe

You don't have to feel like a waste of space
You're original, cannot be replaced
If you only knew what the future holds
After a hurricane comes a rainbow

Maybe your reason why all the doors are closed
So you could open one that leads you to the perfect road
Like a lightning bolt, your heart will blow
And when it's time, you'll know

You just gotta ignite, the light, and let it shine
Just own the night like the 4th of July

Cause baby you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go "Ah, ah, ah"
As you shoot across the sky-y-y

Baby, you're a firework
Come on, let your colors burst
Make 'em go "Ah, ah, ah"
You're gonna leave 'em all in awe, awe, awe

Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon
It's always been inside of you, you, you
And now it's time to let it through-ough-ough

Cause baby you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go "Ah, ah, ah"
As you shoot across the sky-y-y

Baby, you're a firework
Come on, let your colors burst
Make 'em go "Ah, ah, ah"
You're gonna leave 'em all in awe, awe, awe

Boom, boom, boom (Ohhhhhhhhhhhhhhhhh)
Even brighter than the moon, moon, moon
Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon


Do I really need to post the video here? I don't really like the video thou. But then it's okay, so that all of u have the chance to watch it. *or everyone has actually watched it before.. (hammer) Oh and I don't know how to make the video window bigger..Anyone??


Senyum dulu ah.. :)
PS: Writing in English (again) makes me realize how bad my English grammar now. *teary

Feb 15, 2011

Racun Kehidupan..


Setiap orang memiliki kegemaran akan hal2 tertentu. Ada yang suka sepatu ada yang suka tas. Ada yang suka makan ada yang suka berdiet. Ada yang suka akupuntur ada yang suka akupresur. Ada yang suka wafer coklat ada yang suka es krim. Sungguh ini contoh yang sangat subjektif. Hihi. *sambil nurunin cermin..

Saya sendiri tidak mengategorikan diri saya ke dalam satu hal yang pasti. Seperti penyematan saya di post sebelumnya, saya kan misterius, jadi saya tdk bisa blg 'I'm a bag person' karena pada dasarnya saya juga suka sepatu. Saya juga tdk bisa bilang 'I like eating' karena ada suatu masa dimana saya mati2an berdiet karena badan sudah membesar dan semakin begah. Jadi ya begitu. Saya misterius. Dan antara misterius dan rakus itu memang beda tipis. Hihihi. *getokpalabulan

Kali ini saya ingin bercerita tentang racun kehidupan yang sekarang sedang melanda. Saya menyumpahserapahi racun yang sekarang sedang saya nikmati ini. Hiks. Hehehe. Racun ini bernama BATIK. Dudududu..

Saya suka batik memang sudah lama. Dulu, saya hanya suka menciumi koleksi batik mamah saya. Baunya enak, bikin nyenyak tidur. Semakin lawas semakin enak. Hehehe. Nah, sejak saya berkecipak dan mulai melihat batik2 selain sogan (iya iya, saya waktu itu masih pakai kacamata kuda), saya mulai menggila. Dan racun batik ini diperparah ketika saya sudah mulai bereksperimen membuat sepatu dari bahan batik. Setiap lihat batik, JRENG!!, orgasme. Huhu.

Saya jadi mulai belajar berbagai macam motif batik dan asalnya. Dan tingkah polah kelaguan saya makin menjadi. Karena dikasihtahu seorang kakak (yang sudah lebih dulu berkecipak di dunia perbatikan) bahwa kalau beli batik lebih baik yang batik tulis karena itu berarti membantu memajukan pengrajin batiknya juga, saya mulai pilih2. Dulu, semua batik yang murah meriah (baca: 30-40ribu) saya habek, skrg melihat tulisan 'batik cap' saja saya mulai sombong. Apalagi kalau tulisannya 'batik print', wih, dada babaaaay. Hehehe. Boong denk. Saya masih beli kok batik cap. Kalau print sudah tidak lagi, jadi paling engga saya beli yang cap lah. Lumayan ya kak, saya membantu memajukan tukang capnya. (???)

Jadi kenapa saya bisa menyebutnya racun? Racun memang, karena saya kalau lihat batik suka kalap dan langsung membeli. Dan ada harga ada rupa. Batik tulis itu harganya bikin miris hati. Tapi demi melihat proses pembuatannya, saya sadar harganya memang sewajarnya tinggi.

Lalu kini racun ini makin didukung oleh kehadiran jejaring sosial Facebook. Dulu saya sudah sangat jarang membuka Facebook dari komputer karena sudah sinkron ke BB, jadi saya buka dari BB saja. Dan karena asik dengan Twitter, Facebook pun hanya saya buka notifikasinya. Jadi saya ngga liat2 'news feed'-nya. Nah sejak saya diminta mencari batik tulis bakaran Madura oleh teman saya (yang sekarang sedang ada proyek dengan saya), saya malah jadi tahu bahwa pergolakkan batik di Facebook itu cepat sekali berputar. Tren batik juga dapat dilihat dari Facebook. Saya jadi makin rajin membuka Facebook dari komputer lagi untuk mendapatkan gambaran jelas dari batik yang ditawarkan. Dan racun itu melanda, JRENG!!, klik BCA pun sepertinya menyetujui racun yang menyerang saya ini. Hadeuh.

Oh, dan mungkin ini hal yang bikin tertawa. Seluruh batik tulis saya tidak (atau belum) saya gunakan untuk apapun. Yang saya gunakan selama ini (dijadikan baju, sepatu, bantal) hanyalah batik cap saya. Jadi batik tulis itu untuk apa? Oh, untuk saya simpan, lalu terkadang saya buka, saya elus2, lalu saya cium2. Hehe. Wangi malam-nya menghadirkan perasaan senang yang membuncah luar biasa. Uta dulu bingung kalau saya sedang duduk diam, membuka batik dan mulai menciuminya. Sekarang ia ikut menikmatinya. Sambil belajar beberapa motif batik. Hehehe.

Ini racun kehidupan. Tapi racun kehidupan yang sungguh sangat dapat dinikmati. Dan ini racun kehidupan yang makin membuat seseorang hidup. Menimbulkan semangat. Semangat menimbulkan keinginan berkarya. Berkarya menghidupkan manusia. Jadi saya rasa, setiap manusia membutuhkan racun kehidupan semacam ini. :) Yakan yakan yakaaaan. Ya dooooonk. :)

Senyum dulu ah..

PS: Saat saya mencari gambar untuk post saya kali ini, saya menemukan beberapa toko online batik (lagi), dan akhirnya saya membeli batik dr toko2 ini. Hehehe. I know, just that easy. *geleng2 sama diri sendiri

Mar 3, 2009

In Love with them!!

I have been hooked to ESPN lately cus I am (actually) waiting for the cheerleader championship, but all I got is Figure Skating. And I love it too..well, all the dancing sport, name it, call it, I'm ON!! hehehe.. So for this year, I've been in love with two of the skaters. The first one is Caroline Zhang. For GOD sake, she's only 15y.o everyone, but her performance was awesome!! I dont know about the technical elements, cus I just skate in ring inside the mall in this ever summer country..ehhehe..but she's sooooo in to the music..Seeing her skating makes me want to move my body and do some ballet (tho I'm not good at it either). I like seeing her in the short program..Oh gorgeous lil body move according to the music emotionally..oh gorgeous..eventho she ended up in second place, I still love her!! The second one of course Alissa Czisny. She has a great figure, so why bother trying hard..haha..NOOOO...just kidding!! her figure is, yes, great!! she's tall with her long legs. and she moves gracefully to every music. and look at the beautiful smile..she is lovely no?I dont really like her performance in the short program but finally she wins!!