Showing posts with label uta. Show all posts
Showing posts with label uta. Show all posts

Jul 3, 2011

Moning Ibuuu...

Moning Ibuuu!!
Monin!!
*peluk*
*kecupbasah*
Dia ke dapur. Lalu kembali.

Monin Ibuuuu!! Liat!! Uta jg punya headband kayak ibu!!

JIAAAAHHHH!!!
*tepokjidat*
*sumpah ini bukan saya yang suruh dia pake*
Ini dibikinkan sama mamahnya dan dia dari kain perca di rmh. Kata mamahnya krn dia ingin punya headband jg.. Hehehe..

Senyum dulu ah..

Apr 26, 2011

Lemari Pengobat Lara..

Ya ya, memang judulnya menjijikkan. Haha.

Jadi tadi, di tengah perawatan saya di salon (kekeke), tb2 saya dapat BBM dr teman saya. Isinya undangan datang ke fashion show tunggalnya. Saya terhenyak. Tiba2 kayak sediiiih banget. Teman saya sudah punya fashion show tunggal dan saya masih tertahan begini-begini aja. Belum berkembang jadi seseorang yang lebih sukses. Huhuhu. Sedih banget. Sempat terdiam beberapa saat untuk menenangkan diri saya.

Selesai dari salon, saya yang sebelumnya sudah merencanakan akan ke workshop jadi urung. Jadi males ngapa2in. Ingin pulang saja. Huhuhu. Gembel banget deh perasaan itu. :'( Menelpon pak tukang mengabarkan saya tdk jd dtg dan langsung ke arah pulang. Di tengah jalan tb2 saya kepikir mau ke Carrefour. Mengecek harga rak. Sudah bbrp bulan ini saya gerah sama ruang kerja yang penuh dengan brg2. Jd ga bs kerja. Ingin sekali beli rak. Tapi Aldi melarang. Katanya mahal, sayang uangnya. Tapi kan saya alhamdulillah baru dapet rejeki dr proyek kmrn, boleh donk saya beli. Boleh donk donk donk donk..

Maka meluncurlah saya ke Carrefour. Berjalan lihat2 rak, membandingkannya dengan bbrp rak lain, dan memutuskan untuk membeli satu rak. Sebenarnya saya inginnya rak kayu, bukan partikel, tapi rupanya mahal rak kayu itu. Hahaha. Jadi beli yang partikel serbuk aja deh. Hehehe.

Sampai di rumah, angkat2 paketnya berdua sama mbak. Ganti baju, lalu langsung bersiap merakit. Di tengah perakitan, Uta bangun dan akhirnya ikut merakit. Aha. Ini kali pertamanya bermain dengan obeng, mur, dan palu. Untuk palu, saya belum ijinin sih. Tapi untuk obeng dan mur, saya sudah ijinkan ia ikut membantu. Tercatat sembilan dari dua belas mur yang harus dipasang, dipasang sama Uta. Saya dan mamanya hanya mengawasi. Mamanya sambil lihat pekerjaan Uta, saya sambil Fesbukkan. Hihihi.



Setelah jadi dan diberdirikan. Errr, kayaknya ada yang salah. Hmmm..Apa ya? Hmmm..

YA AMPUUUUN!!! 

Dan tawa itu pun menggelegar. Tapi sudah tdk bisa dibetulkan, jadi yasudah. tetap seperti itu saja. Ada yang bisa lihat salahnya dmn?




Ok, salahnya adalah, saya, Uta, dan mamanya salah memasang panel belakangnya. Harusnya bagian yang berwarna hitam itu menghadap ke dalam. Dan yang coklat menghadap ke luar. Tapi karena sudah dipaku juga (32 paku boooo..) dan saya cek bagian dalamnya jg cukup halus jd tdk berpotensi merusak apa2 yang ditaruh. Jadi yaudalahyaaa. Hahaha.

Plus, selesai menaruh rak di tempatnya. Kami bengong. Lho kok ada empat panel kecil2 panjang ini ya? Mengecek petunjuk manualnya dan tidak ada keterangan apa2. Hahaha. Yaudah deh, bs berdiri kok raknya tanpa empat panel itu terpasang. Jadi tak apa laaah. Hehehe.


Puas sekali. Jadi lebih rapi menaruh segala sesuatunya. :) Jadi ada space untuk kerja lagi. Hurray!! Dan pengetokan palu berkali-kali mampu mengeluarkan sedikit kestressan saya. Dan melihat hasil jadi raknya yang berdiri tegak mampu membuat saya bahagia. Luar biasa. Perasaan galau bisa hilang. Uta bisa belajar merakit barang. Saya bisa kerja dengan ruang lapang lagi. Membahagiakan. :) Kebahagiaan seharga seratus tujuh puluh empat ribu rupiah. :) Saya mau ah beli kebahagiaan itu lagi. :p

Senyum dulu ah.. :)

PS: Mamah saya mengirim foto ini via bbm kemarin malam dan saya langsung tertawa ngakak. Ini foto ketika kami di Madinah. Pulang ibadah, membuka hijab dan JRENG!!! Rambut saya naik semua. Pengaruh magnet atau gmn ya penjelasannya saya jg ngga ngerti. Intinya si sama dengan kalau kita menggosok2 penggaris ke meja lalu mendekatkan ke rambut, rambutnya jg akan naik. Hehehe. Wacko hair. Dan saya ingat betapa tertawa2nya saya dan mamah saat itu. Hihihi.

Apr 19, 2011

Random..ness..

Hanya beberapa foto dan cerita yang ingin dipamerkan. Karena saya kan suka pamer. *kibasrambut

Oh btw, lucu deh. Jadi yaaaaa, ada seorang teman. Yang ketika saya membuat tas batik, ia bertanya ini itu dan tb2 dia membuat tas batik jg. Dan menjualnya lebih dulu daripada saya setelah sebelumnya dia menanyakan kapan saya akan launching. Saya si gapapa wong model jg beda, cuma jujur, sempat JLEB dalem banget. Dan sempat down. Dan sempat kesel setengah idup. Hehehe. Tapi karena sepatu saya juga banyak dibajak fotonya (fotonya lhooo, bukan hanya sepatunya, bahkan fotonyaaaa..) jadi ya saya diam saja. Insyaallah rejeki ga kemana. Amin amin. Lagipula, secara penggunaan materi dan desain berbeda, jadi yasuda, monggo saja. Launching duluan woro2 disana sini, monggo saja. Ngetag org sesuka hati tanpa permisi, monggo saja. Bilang bahwa pilihan saya menggunakan batik tulis instead of batik cap atau printing adalah salah krn batik cap dan printing itu jg bakal laku dan itu murah ya monggo saja. Saya akan tetap tersenyum saja.

Nah lalu, tadi saya ketawa ngakak. Karena sekitar lima menit setelah saya upload foto2 tas saya, tb2 status FB teman saya ini berubah menjadi "Aaargh..sok baik banget si loe. Mau ngetag aja minta ijin segala. Cari muka!!" Oh well oh well. Sejujurnya, bagi saya, tagging di FB itu hrs minta ijin. Saya terganggu kalau ada tmn yg tag jualannya tanpa minta ijin saya dulu. Pertama, itu ganggu banget di BB. Notifnya masuk terus. Saya tipe yg stres liat lampu BB kedap kedip. Suara sudah saya mute (silent total tanpa getar) cuma kan lampu masih kedip2 kl ada notif, jd ya ganggu aja bagi saya. Dan, etika berjualan, bagi saya, kalau mau jualan ya jangan tagging ke FB tmn yg juga jualan. Itu kayak nelikung aja gt, numpang jualan di lapak orang. Hehehe. So I avoid that. Saya pernah tag ke teman saya Sew Stories krn dia memang book satu buah tas, tapi lalu saya menyadari kalau FBnya itu utk jualan, jadi saya untag sendiri. Ga enak aja rasanya. Berbekal itu, saya sll minta ijin kalau mau tagging. Ijin itu gampang kok. Tinggal bilang dengan sopan tanpa memaksa. Simple. Tapi insyaallah berkah. Hehehe.

Back to teman saya itu, akhirnya ada yg jwb di komennya "Woy, kl asal tag jg ganggu kaleeee..bagus lah dia minta ijin dulu." dan saya ngakak. Hihihi. I don't have to explain anything right in front of her face kaaaan. Hahaha. Oh dan satu lagi, maaf ya teman, unlike u, saya ga pernah post jualan saya di grup bbm. Itu jg menurut saya mengganggu lhoooo. Teman saya yg lain sampe dengan niatnya keluar dari salah satu grup bbm gara2 ada yg post jualan dsitu. Clearly, itu mengganggu. :) So yeah, berjualan lah dengan fair. Saat anda menjual produk yang memang berkualitas, tdk perlu woro2 sana sini dan telikung sana sini, org jg akan cr produk anda. Ini saya ngomong gini bukan berarti produk saya uda paling bener ya. But at least saya ga pake cara2 di luar etika berjualan kayak yang kamyuuuu lakukan. Jadi skrg saya menikmati kebakaran jenggotnya kamu aja. Kalau km jelek2in pilihan saya, dan merasa jualan km uda ok, ga usa ribet donk ah. Hehehe. Jangan nyubit kalau ga mau dicubit atau tercubit ya. ;)

This is my line up babies td sore, hip hip hura banget deh liatnya. Seperti ingin tidur ditengah2 mereka. Hehehe.. Kalau mau liat koleksi lengkapnya bisa lihat di FB saya atau di webstore saya ya.


Dan ini mamanya Uta yang lagi beres2. Karena saya minta ia cuci tangan setiap kali habis memasukkan sumpel koran ke dalam satu tas dan akan memasukkan ke tas lainnya (karena kalau engga, karbon korannya bs nempel di batik, jd hrs di dry clean nanti tasnya..hehehe), ia bilang "Kalau gitu pake sarung tangan karet aja ya bu besok2.." Hihihi..


Dan ini Uta yang td ikutan saat saya sedang memotret tas2 itu. Saya lagi atur2, dia ribuuuut aja. Dari yang "..rambut uta uda kepanjangan ya ibu, nanti ibu potongin ya.." trus "uta ikut lomba warnain di sekolah, ibu. Ibu ajarin ya." lalu "Uta uda bisa baca donk ibu, kapan ke Ramedia?" dan "ini batik madura kemarin ya ibu. bagus." RANDOM banget kan tu anak. Sementara saya bilang "Bisa tunggu sebentar, nak, ibu biar foto dl, nanti ibu urus adek ya." Dan dia diam selama lima detikkan, lalu memulai lagi semua omongan2nya itu.  Hayah.*lapkeringet* Hehehe.


Dan ini tas pribadi saya. Tas ini tidak masuk ke koleksi yang saya perjualbelikan. Hanya ada dua model ini. Satu punya saya, satu lagi punya Tata. Tata melihat tas ini di blog ini bbrp waktu lalu. Saya sudah bilang tdk dijual krn memang ini hanya sample (bahkan punya saya dan Tata pun beda hasil jadi, namanya jg sample..hehehe) dan ternyata biaya produksinya besar sekali sehingga saya tdk bisa menjualnya dengan percaya diri. Hehehe. Jadi ya begitulah. Tapi lucunya, malah banyak yg nanyain. Lubna - desainer India - yang sedang bekerjasama dengan saya sampe bilang "Oh I really want it. Can u please make one for me again, please please please." dan saat saya bercerita teman saya ada yg suka juga sama tas ini, Lubna langsung nambahin "Oh, your friend cannot have it. Say it to her. Cus if there is another one, it's for me." Hahahaha. Saya si cengengesan aja. Wong batik Papuanya uda abis jg. Mesti pesen. Jauh. Dan ongkos kirim mahal. Hahaha.


Dan terakhir. Ini saya. Dengan poni yang uda kepanjangan sampai nyocok mata, harus di roll sbntr kl mau pergi biar agak mlungker. Kata Uta, dia mau potongin poni saya karena saya kan yang motongin poni dia kalau sudah kena mata. Saya agak ga percaya ya sama dia utk urusan potong memotong poni. Jadi saya sering alesan aja kalau dia uda singgung2 soal poni saya. Better hurry to the salon deh. Hehehe.


Oh well, that's all "pameran" saya. Tunggu pameran2 selanjutnya. Hihihi.

Senyum dulu ah.. :)

Mar 14, 2011

Cengengesan depan webcam..

Hanya keisengan saya dan Uta beberapa bulan lalu. Hanya karena sebelumnya saya tidak bisa memindahkan foto dari webcam ke "My Picture" lalu diajari Thariq yang ternyata tinggal klik kanan *idiiiiiiiiih*, jadi baru sekarang bisa dipamerin ni om tanteeeee.. :)


Senyum dulu ah.. :)

Feb 11, 2011

Cincin dan Ihram..Ga Nyambung..

Jatucinta dari awal melihat..


Cincin baru saya. Burung dan Ular. Menurut penjualnya si itu naga, menurut saya si tetap ular. Hehehe. Saat mereka datang (dan terjatuh karena saya terlalu semangat membuka paketnya), saya terlonjak bahagia. Uta juga. Kalau Uta, bahagia karena cincin2 ini dibungkus dengan bubble wrap. Jadi kini ia punya mainan baru lagi. Meletekkin bubble wrap. Hihihi.

Penjual cincin ini baik sekali. Dari awal saya sms, memang lama membalasnya (mengingat saya sms pertama kali tengah malam karena insomnia, wajar lah kalau dibalasnya paginya ya..hihihi), ia sudah sangat ramah. Saya lama mentransfernya pun tidak diburu-buru. Sesaat setelah transfer, saya mengabari, lama juga dibalasnya (tapi tdk apa, karena memang sudah bbrp kali sms-an dan lama membalasnya, sepertinya mbaknya tdk hanya berjualan, mungkin juga bekerja, sehingga ga bs bls sms saat sdg bekerja), tapi saat dibalas, diberitahu paket akan langsung dikirim keesokan harinya. Dan paket sampai tepat waktu. Mbak penjual jg sms menanyakan apakah paket sudah datang. Atensinya luar biasa. Dan saat paket datang, saya menemukan ini di dalamnya. Kecil, namun berkesan. :) Makasi ya mbak. :)

Sweet!! :)
Silahkan untuk yang tertarik juga, bisa lihat koleksi mbaknya di Jarah Monggo O-Store (Facebook)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Baju Ihram ala Uta..


"Ibu mau ke Mekkah?" tanya Uta suatu sore. "Iya" jawab saya. 
"Uta mau lihat donk di Mekkah, Ibu."
"Yuk, ketik M E K K A H." Lalu mengetik sambil menghapal huruf
"Nah, ini voto2 di Mekkah."
"Itu pake apa itu, Bu?"
"Namanya baju Ihram."
"Uta juga punya.." Lari ke dekat kamar mandi. Memakai handuk. "Uta siap ke Mekkah!!"

Hehehehe..Iya deh iyaaaa..


Magnifier..Metippayer..


"Uta punya ini, Ibu."
"Apa itu?"
"Kaca pensil.."

*melihat sekilas*

"Oh, magnifier.."
"Iya, metippayer"

"JIAAAHHH!!!"

Senyum dulu ah..

Jan 8, 2011

Oh..Hanya bercerita..

Heyyaaaaa.. This is such a boring saturday. Hehe. I'm not feeling well, so I just stay at home all daaaay. *yawn

Rekap:
1. Saya membuat limabelas tali kepala sederhana untuk murid2 saya. Perayaan Natal di sekolah memang terlambat. Terlambat jauh. Haha. Kami akan berpesta Natal tanggal 17 Januari nanti. Hihi. Oh well, dalam pembelaan saya, Natal memang seharusnya dilewati bersama keluarga kan, jadi pesta Natal di sekolah telat ya tidak apa laaaah. Hehehe. Tiga puluh satu anak akan menyanyikan medley lagu Christmas Don't Be Late (Chipmunk!! Remember!!) lengkap dengan goyang pinggul ala Alvin Theodore dan Simon. lalu dilanjutkan dengan lagu We Wish U A Merry Christmas. Anak laki2 akan memakai topi Santa dan anak perempuan akan memakai tali kepala ini. Ah..Tak sabar!!


2. Saat saya membuat tali kepala ini, ya pasti Uta ingin ikut serta. Hehe. Jadi dia duduk di samping saya dan mamahnya yang sedang sibuk menjahit, memerhatikan sebentar, menanyakan apa boleh ikut membuat, dan saat diiyakan lalu diajari sebentar. VOILA!! Dia membuat sendiri tali kepalanya. Yap. Sendiri sodara-sodara!! Tusuk jelujurnya masih miring2 ya ngga papa ya. Itu jg uda benang kesekian yang dipotong karena dia salah menjahit. Hihi.

3. Saya sendiri juga membuat tali kepala lagi. Hehe.
Jadi karena pesta Natal di sekolah jg terlambat, maafkan penyelamatan yang terlambat ini ya temans..Hehehe..

Selamat Natal, Tuhan berkati.. :)


Senyum dulu ah..

Dec 23, 2010

Ibu Gagal..Hihihi..

Saat bagi rapor di TK tempat saya mengajar kemarin, ada bazaarnya juga. Di salah satu bazaar ada yang jual puzzle. Saya jd ingat Uta. Uta suka sekali sama puzzle, dan itu satu2nya mainan yang saya approve membelikan dengan ikhlas hati. Hahaha. Mainan lain yang dimiliki Uta adlh pemberian mamanya karena saya memang jarang mau membelikan mainan. Hihi. Puzzle, bagi saya, adalah juga mainan yang melatih kecerdasan. Makanya saya mau membelikan. *Sok Alim*

Nah kemarin (paman datang, pamanku dari desa, dibawakannya rambutan pisang dan sayur mayur segala  rupa....), akhirnya saya membelikan satu puzzle lagi. Dea sempat bertanya apa puzzle yang saya belikan tdk terlalu susah bagi Uta. Oh well, puzzle pertama yang saya belikan adlh puzzle yang cukup besar dengan jumlah kepingan banyaaaaak sekali, dan ternyata, Uta bs menyelesaikannya dalam waktu cepat. Sejak itu, kalau dibelikan puzzle yang kecil malah saya miris. Hitungan detik juga sudah selesai kali tu puzzle. Jadi memang saya membelikan yang ukuran cukup besar. Hehehe.


Dan di sana lah ia. Menyelesaikan puzzle barunya. Selesai dalam waktu 8 menitan saja. Selesai ia datang dan menunjukkan ke saya, mamanya datang jg dan berkata


Ibu, kalau di sekolah, utk nilai menggabungkan gambar, puzzle gitu, adek udah dapet A..Yang masih kurang itu keterampilan melipat kertasnya.

HAAAAHHHH???!!! Yah emang ibu gagal lah saya. Hahaha. Memberi bukan ngeliat ketrampilan apa yang Uta masih kurang malah yang saya suka aja. Hihihi. Ya besok deh ya dek Ibu beliin kertas origaminya. Hehehe. *getokpalabulan

Senyum dulu ah..

Dec 10, 2010

Headband..And all..

Hari ini saya off. Tidak mengajar. Tapi tiga tumpuk kertas ulangan anak2 menunggu utk dikoreksi. Hehe. Sama aja sih sebenarnya. Jadi ngga napsu kemana-mana juga. Hehe.

Jadi pagi tadi saya memulai tumpukkan pertama. Duduk dengan punggung bersandar pada meja komputer, tumpukkan pertama selesai sudah. In no time. Beralih ke tumpukkan kedua, perhatian saya mulai terpecah. Sambil twitteran lah. Sambil chatting lah. Sambil mikir spatuw lah. Jadi baru selesai tiga kertas, jrek, saya berhenti. Hehe. Dilanjutkan dengaaaaaan, online di komputer. Hahaha. Tapi akhirnya selesai juga tumpukkan kedua ini. Tumpukkan ketiga, nanti dulu lah. Saya istirahat dl. Melihat pojok sofa, dan jlessss, sibuk menjahit. Uta datang. Ingin ikut menjahit katanya. Jadi saya ajarkan membuat yoyo saja lah yang gampang dan sudah ada stok kain lingkarannya. He was quite occupied with the work. Can't lose a moment. Only BB in within reach, so, so sorry for the bad quality images. :)



Selesai sesi menjahit, saya lanjut mengoreksi tumpukkan ketiga. Kali ini tdk mau bertahan di dpn komputer jd pindah ke kamar saja. Remote TV memanggil, yaaaah sambil nonton Masterchef  US. Bad idea. Berhenti lagi mengoreksinya. :( Masterchef selesai, saya matikan TV, mengoreksi lagi. Selesai!! Howl to the yayness!! *joget2

Koreksian selesai, saya malah bingung mau ngapain. Haha. Ingin melakukan sesuatu sembari saya nonton TV. Jadilah saya membuat double braided headband (sebentar saya Indonesiakan - tali kepala kepang ganda). Lima menit dan tadaaaa!! *joget2 lagi



Yah, overall, today is such a blissful day. Bisa bersantai sesaat, tak diburu-buru segala sesuatu, tak harus cepat kesana kemari. Bisa mengajari Uta ini itu. Bisa punya waktu sendiri. Aaaah..Nice.. :)

Senyum dulu ah.. :)

PS: Melihat voto di bawah ini, saya baru menyadari bahwa saya butuh jeans baru.. :p

Nov 13, 2010

Biologi untuk Uta..

Ketika saya sedang menjahit di kamar, Uta srg menemani saya. Bertanya ini apa itu apa ini apa itu apa kemudian diakhiri dengan "Kok ibu lama si jaitnya? Ga mau main sm Uta?" DUBRAK!!! Hehehe. Malu ati.

Suatu hari pulang kerja saya lanjut menjahit bantal utk hadiah seorang teman. Uta masuk lalu bertanya buat bantal apa, saya jelaskan itu utk hadiah ulangtaun Cantika, anaknya pak tukang yg bikin sepatu ibu. Untunglah dia mengerti dan cm blg "Uta boleh temenin?" Boleh donk.... :)
Prince Uta
Ditengah proses dia menemani saya, memang dia cuit cuiiiit terus. Gada abisnya. Hihihi. Lalu dia bercerita.

Ibu, td Keisha di sekolah jatoh, trus kata ibu guru Keisha hebat krn ga berdarah.

Woops..Lgsg berhenti menjahit..

Saya: Hebat krn ga berdarah atau hebat krn ga nangis nak?

Uta: Kata ibu guru hebat krn ga bedaraaaah..

Hmm....Ada yang perlu diluruskan sepertinya..Saya mengambil bantalan jarum saya, bbrp lembar kain, dan jarum pentul (ya maaf deh alat peraganya aneh, kan lg menjahit..hehehehe)

Saya: Dek, tau ga, kulit kita itu berlapis-lapis lhoooo. Nah di lapisan yang dalam, ada darah. Ini darahnya ya dek (smbl nunjuk bantalan jarum), nah ini lapisan kulit kita (sambil menutupi bantalan jarum dengan kain). Ada satu, dua, tiga, ya banyak lah (ibu gagal, ga mau ke wikipedia dl nyari brp lapis kulit mannusia..hihihi). Kalo ibu tusuk di atas sini (nusukkin jarum ke kain), darahnya uda kena blm ya?

Uta: Belum.

Saya: (menyingkirkan lembaran kain pertama) Kalo ibu tusuk di sini uda kena blm ya?

Uta: Belum.

Saya: (menyingkirkan lembaran kain kedua) Kalo skrg ibu tusuk, uda kena blm ya?

Uta: Udah.

Saya: Nah kl uda kena brati berdarah ngga ya dek?

Uta: Iya.

Saya: Nah, brarti Keisha waktu itu ga berdarah krn apa?

Uta: Krn belum sampe ke darahnya lukanya.

Saya: Pinteeeerrrrrr....

Besoknya, kata mamanya, dia blg ke ibu gurunya.

Ibu, Keisha itu ga berdarah krn blm kena darahnya. Bukan krn Keisha hebat. Tp Keisha pinter ngga nangis. Gitu.

Dan ibu gurunya bengong..Hihihihi..

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Uta melihat bola duri saya di atas meja.



Uta: ini apa ibu?

Saya: bola duri dek.. *smbl makan pekedel jagung*

Uta: aw aw..ini bikin sakit ya ibu?

Saya: engga kok..coba aja..

Uta: engga ah..sakit..ini buat apa ibu?

Saya: *membuka tangannya Uta* adek tau ngga, ini yang merah2 ini apa ya?

Uta: mmm...darah?

Saya: yes, betul..nah, waktu kita pegang bola duri itu, duri2nya itu akan mengenai sedikit saluran darah ini. jadi darahnya lancar. :)

Uta: tapi ga berdarah ibu?

Saya: engga, krn duri2nya pendek, tdk sampai msk ke kulit kok.

Uta ambil bola duri saya, dbawa ke luar trus bilang ke temennya

Bola duri ini sehat lho..Bisa bikin saluran darahnya lancar..

Saya mengintip dari balik jendela dan tertawa melihat wajah temannya yang bingung. Hihihihi.

Senyum dulu ah..

Sep 23, 2010

Warming UP!!

So today I came home earlier. Sending all of the packages by dropping only and after that, decided to go straight home. I'm tired. And yes lemme tell you, everytime I come home, there will be (a) package(s) waiting for me. I love online shopping, there is an uncertain feeling of hope and surprise when I tear that package away. And today, there was one big fat package waiting as I entered my room.

Washing my hands, feet, and peepee, I then brutally opened the package. Uta was there, watching me as I went nut with the tape all over the package. He laughed and consistently asking "What is it Ibu? What is it Ibu? What is it Ibuuuu???" And TADAAAAAA..It's YAAAARRRRNNNN!!!! Hahaha. It's wool yarns with many beautiful ombre colors. LOVE LOVE LOVE!!


 I then start to work. Bli blu bli bla blo ble la la la li li li du du du puci puci puci aaaaaand TADAAAAAA!!!

what is it??
It's a scarf for him!! He loves the color, he loves the length, he loves the scarf!! (He asks me to put two or three pompoms at the end of the scarf, but we can do it later, can't we?)





"Thank you Ibuuuuuu. You are ibu hebaaaat." He said. And still using the scarf while watching Bernard Bear right now. Haha.

Cheerio!! Happy September 23rd!!