Dec 23, 2010

Ngendon..In Love..

Eeeeeh..Produktif banget si saya hari ini bisa mengetik tiga post. (Tapi kerjaan hari ini yang sudah direncanakan dipending semua..hihihihi)

Saya sedang jatuhcinta. Pada batik wedges boots saya. Hoho. Sudah lama menginginkannya dan akhir2 ini pak tukang sering berbaik hati membuatkan saya spatuw yang saya pesan. Biasanya kalau pesenan saya akan dikerjakan belakangan, mereka lebih memilih mengerjakan pesenan buyers saya aja dulu. :(

Dua hari dan empat tukang yang mengerjakan boots ini. Lama ya. Hehehe. Sudah dicoba sedemikian rupa supaya motif lerengnya bisa menyatu tapi ternyata ngga bisa juga. Jadi yasudahlah pasrah. Hehehe. Tapi tetap cintaaaaa. Memakainya dengan bangga. Hehehe.

Bagus yaaaaa.. *minta dialem* *elus2 boots*

Senyum dulu ah..

Oh..Baguuussss..

Saya senang menjahitkan baju. Garisbawahi: menjahitkan. Jadi bukan saya yang menjahit. Hehehe. Dan saya sudah lama tergila-gila dengan batik. Dulu, saya hanya mengoleksi batik, lalu menyimpannya di lemari. Sesekali saya keluarkan trus saya cium-cium. Hehehe. I know it sounds stupid, tapi saya jatuhcinta sama wangi kain batik. Keharuman yang membawa saya kembali ke Jogja. *Padahal banyak batik saya yang tidak dr Jogja juga. Hehehe.

Nah kemarin saya kembali menjahitkan baju. Tetapi kali ini dengan penjahit yang berbeda dari yang biasa memegang saya. Jadinya memang juga lama karena sang oma sedang banyak pesenan jahitan, jadi antri, tapi saat melihat hasilnya. Wiiiiih..Pengsan.. Hehehe. Rapi sangaaaat. Lebih rapi dari penjahit saya yang biasa. Ahoy. Jadi makin gencar deh pengen menjahitkan lagi..lagi..dan lagi..

Untuk modelnya, ya ya ya. Pasti sudah sangat sering ya melihat model baju ini di badan saya. Haha. Saya membeli baju bermodel ini pertama kali di sebuah butik di Tebet. Saya suka sekali. Bebas bergerak. Enak. Nyaman. Jadi saya kembali ke butik itu dan membeli model yang sama namun dengan warna yang berbeda-beda. Hihi. Dan sekarang menjahitkan baju dengan model yang sama juga. Hihi. *malu sayah jadinyah*

Oya, for the record, bahan bajunya ini Batik Colet Bali. Dipakai dengan jeans baru saya (Poshboy, 80rb saja..BAYANGKAN!! DELAPAN PULUH RIBU!!! Baru bukan second, dan bahannya nyamaaaan..Good deal huh..), bikers boots dari Moonaddict (ya iyalaaaah!!), dan tali kepala kepang ganda bikinan sendiri. Hehehe.

Oya dear someone yang nyuruh saya bikin voto ala fashion blogger..Ni voto gw ga pake senyuuuum.. PUAS??? Hihi..

Senyum dulu ah..

Ibu Gagal..Hihihi..

Saat bagi rapor di TK tempat saya mengajar kemarin, ada bazaarnya juga. Di salah satu bazaar ada yang jual puzzle. Saya jd ingat Uta. Uta suka sekali sama puzzle, dan itu satu2nya mainan yang saya approve membelikan dengan ikhlas hati. Hahaha. Mainan lain yang dimiliki Uta adlh pemberian mamanya karena saya memang jarang mau membelikan mainan. Hihi. Puzzle, bagi saya, adalah juga mainan yang melatih kecerdasan. Makanya saya mau membelikan. *Sok Alim*

Nah kemarin (paman datang, pamanku dari desa, dibawakannya rambutan pisang dan sayur mayur segala  rupa....), akhirnya saya membelikan satu puzzle lagi. Dea sempat bertanya apa puzzle yang saya belikan tdk terlalu susah bagi Uta. Oh well, puzzle pertama yang saya belikan adlh puzzle yang cukup besar dengan jumlah kepingan banyaaaaak sekali, dan ternyata, Uta bs menyelesaikannya dalam waktu cepat. Sejak itu, kalau dibelikan puzzle yang kecil malah saya miris. Hitungan detik juga sudah selesai kali tu puzzle. Jadi memang saya membelikan yang ukuran cukup besar. Hehehe.


Dan di sana lah ia. Menyelesaikan puzzle barunya. Selesai dalam waktu 8 menitan saja. Selesai ia datang dan menunjukkan ke saya, mamanya datang jg dan berkata


Ibu, kalau di sekolah, utk nilai menggabungkan gambar, puzzle gitu, adek udah dapet A..Yang masih kurang itu keterampilan melipat kertasnya.

HAAAAHHHH???!!! Yah emang ibu gagal lah saya. Hahaha. Memberi bukan ngeliat ketrampilan apa yang Uta masih kurang malah yang saya suka aja. Hihihi. Ya besok deh ya dek Ibu beliin kertas origaminya. Hehehe. *getokpalabulan

Senyum dulu ah..

Dec 21, 2010

Luar Biasa Tak Terhingga

Haha..Saya bingung mau kasi judul apa. Belum terbiasa melihat tampilan blogspot untuk mengetik, jadi kadang masih suka blank.. (Noraknyaaaaa..*lemparpanci)

Sudah dua hari ini saya menyetir dengan pikiran yang mengawang. Salah satu awangan saya bermula ketika Uta berkata suatu sore "Ibu, kita ga jadi ke toko buku ya? Ibunya sibuk terus. Pulang malam. Ga jadi ya?" Antara capek yang luar biasa dan miris hati, saya hanya bs menjawab "Tunggu sbntr ya dek, nanti ibu agak kosongan, kita ke toko buku ya.." Untung dia mau mengerti. Tapi lalu saya jadi berpikir. Jadi ingat mamah saya. Mamah saya mamah yang hebat ya. Sepertinya saya tdk pernah mengonfirmasi hal2 seperti yang Uta konfirmasikan ke saya, pada mamah saya. Mamah saya selalu berhasil memberikan banyak pengalaman pada anak2nya.

Saya tidak mengerti apa semua ibu seperti mamah saya. Tapi saya mengingat beberapa memori yang sangat membahagiakan ini, yang sampai sekarang masih membuat saya tersenyum bahagia jika mengingatnya.

1. Saya ingat, kami bertiga di dalam mobil. Saya, abang, dan mamah. Saya masih SD. Memakai terusan baju kodok bergaris putih ungu lebar2 (ternyata uda kliatan bibit2 kesintingan, siang2 pake baju kodok panjang garis2 pulak), saya ingat betapa kami tertawa-tawa sepanjang perjalanan. Kemana kah kami saat itu? Ya, mamah mengantar kedua anaknya ini melihat pameran pesawat terbang. Tempat pastinya saya lupa. Sepertinya Halim. Momen yang teringat adalah kami berfoto di depan mobil Pak BJ Habibie dengan plat nomor N250. Deeeee...Bangga banget deh waktu itu. Hehehe. Momen lain yang teringat, saya dan abang tertidur pulas di mobil dalam perjalanan pulang, dan mamah menyetir sendirian. Tanpa mengeluh. :) Baik ya mamah saya.

2. Saya ingat, lagi2 kami bertiga. Lho, kemana papa saya? Hehehe. Papa saya sibuk mengurus bisnis. :) Kalau tdk salah saat itu saya masih TK (atau SD kelas2 awal, krn saya masih kecil banget). Mamah memegang saya di tangan kiri dan abang saya di tangan kanan. Kami berlari-lari kecil di sekeliling truk container besar2 di Tanjung Priok. Untuk apa? Oh well, abang saya tertarik dengan truk2 itu. Dan mamah saya, dengan kenekatan ala preman dan senyum manis ala perempuan lajang (eh??) memutuskan untuk memberi kami pengalaman langsung berdekatan dengan truk2 container itu. Saya ingat, kami berlari-lari kecil, dan bapak2 di dalam kantor itu teriak semua "Aaaaa...Itu ada ibu2 sama anak2, itu siapaaaa???" Lalu seorang satpam berlari ke arah kami sembari mengacungkan bendera merah. Takut kami tertabrak truk2 besar yang sedang seliweran itu. KAMI SELAMAT. TENTU SAJA.  Haha. Lalu mamah berbicara dengan bapak2 di dalam kantor itu. Sepuluh menit kemudian kami dimana??? Di atas sebuah truk container. Ditemani seorang bapak supir dan seorang kenek, kami mengelilingi jalan di depan gudang container itu. Padahal truk itu belum waktunya jalan. Jadi memang spesial. Spesial untuk saya dan abang saya. :) Dari situ saya tau, truk container itu ada tempat tidurnya di blakang kursi supir. Cukup besar tempat tidurnya. Kata pak supir, mereka gantian tidur di situ karena membawa truk container itu sangat melelahkan. Huaaaa. Menulis ini saja saya jd terharu. Mamah saya hebat sekaliiiii bs memberikan pengalaman spt itu ke anak2nya.

3. Saya ingat, ketika SD, mamah suatu kali menanyakan tentang cita-cita saya. Saya jawab, saya ingin kerja di pabrik. Bagi saya, kerja di pabrik adalah yang benar2 bekerja. Bekerja di balik meja seperti papa saya ya bukan bekerja namanya. Hehe. Sampai skrg saya masih ingin lho kerja di pabrik. :D Lalu, kali lain, mamah bertanya lagi, dan krn pabrik itu kejauhan, maka saya blg saya ingin jd tukang sayur. Enak kayaknya berjualan itu. Sibuk melayani. Itulah bekerja. Maka di suatu pagi di hari Minggu, mamah mengajak saya ke pasar. Saya tak ada pikiran buruk apa2. Hihi. Ternyata, saat berbelanja di kios sayur langganan mamah, mamah berkata ke penjual sayurnya, "Bu, titip Bulan ya..Katanya dia pengen jd tukang sayur..Biarin aja bu belajar bantu2 ya.." dan JRENG..mamah meninggalkan saya. Hehe. Cengengesan takut2 saya mengikuti si ibu penjual masuk ke dlm kios. Lalu ibu itu bilang "Itu mbak Bulan, wortelnya dikluarin dr karung, taro di depan." WOW!! Saya beneran jd tukang sayur!! Horeee!! Penuh semangat saya menata wortel2 itu di depan kios. Lalu ramai lah pasar. Setiap ada yang beli, si ibu penjual meminta saya yang mengambilkan, saya menunjukkan porsinya ke beliau apa sudah pas, jika ya, saya membungkusnya dengan kertas koran, mengikat dengan karet dan menghitung total belanja sang pembeli. Asik bangeeeeetttt!!! Mengetik cerita ini. Saya jd kangen berjualan di pasar. Oke banget ya mamah saya. Selalu kasi peluang untuk saya berkembang (salah satunya sbg tukang sayur.. :p)

4. Saya ingat, masih ketika SD (memang banyak kenekatan dilakukan saat SD, kan masih ga tau malu..Pas SMP kan uda mulai suka lawan jenis..Hahahaha). Saya memang punya banyak koleksi buku cerita. Di keluarga saya, untuk buku, mamah dan papah akan mengusahakan uangnya sedemikian rupa. Tapi untuk mainan, mari duduk bersama dan dihitung bagaimana kami akan membayarnya. Hehe. Krn gratisan, buku saya menumpuk. Jauh lebih banyak dibanding koleksi teman2 seumuran saya. Maka suatu hari, AHA!!! Tas yang biasa saya taro di keranjang depan sepeda, saya taruh di punggung. Di keranjang depan, saya taruh banyak buku saya. Saya bawa ke sekolah. Sampai di sekolah, saya jejer lah itu buku. Teman2 mengerubungi. Gratis??? ENAK AJA!! ENGGA DOOONK!! Hahaha. Kan saya butuh uang utk beli mainan. Kekeke. Jd di halaman depan buku, saya sudah tulis biaya peminjamannya. Ada yg 100 ada yg 200, tergantung tebal tipis buku. Dan kl mnrt saya bukunya bagus, ya jd mahal lah. Hihihi. Subjektif bgt ya. :p Laku lhoooo penyewaan buku sayaaaa. Sampai kemudian, JRENG, sekolah merazia. Buku2 saya lemparkan keluar kelas dr jendela. Dodol  banget deh, saya lupa di luar kelas saya itu ada got saluran air. Basah lah semua itu. Pulang sekolah si saya ga nangis, saya tau saya dodol saat itu, jd saya cm menjemur buku2 itu saja. Mamah melihat, saya ceritakan dan besoknya JRENG, mamah saya ke sekolah lhooooo!!! Hahaha. Mamah keberatan kl yg dirazia adlh buku, mamah blg kl mainan ya silahkan dirazia, tp kl buku jangan, itu kan pembuka ilmu. Kepala sekolah setuju sama mamah, beliau malah br tau kl ada buku yang dirazia (jiaaaah...tepokjidatkepalasekolah), dan bisnis penyewaan buku saya pun marak lg. Hehe. Malah di bulan berikutnya, saya bs membayar uang sekolah (yang waktu itu 3500) sendiri. Ya iyalaaaaah, nyewain 20 buku jg uda dpt tu uang sekolah. Hihihi. Baik ya mamah saya. Mau berbaik hati membela anaknya ini dan krn alasan yang jg baik. Jd saya jg ga malu. Hehehe.

Ya sekarang si baru empat momen ini yang terus teringat dalam awangan saya. Betapa saya menyadari mamah saya adlh mamah yang luar biasa. Betapa saya ingin bs menjadi ibu yang juga baik dan hebat seperti mamah saya. Sampai kapan pun, bagi saya, mamah saya adalah orang yang akan paling bs menerima dan mengerti saya - walau terkadang dengan caranya sendiri. :)

Mah, Ibu Jendral, Ibu Kissumi Dwiyananingsih, Bu Boss, makasi banyak ya mah sudah kasih aku pengalaman luar biasa sepanjang hidup ak. Ak tahu Tuhan pasti tersenyum karena ada satu umatNya yang sebegitu mampu menjaga apa yang telah dianugerahkan padanya. Dan semoga Tuhan jg tersenyum karena ada satu anakNya yang begitu bersyukur memiliki sang umat itu. :)

Selamat Hari Ibu ya mah..22 Desember 2010..

Karena mamah begitu luarbiasa. Love you.

-Rembulan Indira Soetrisno-

Senyum dulu ah.

Dec 17, 2010

Habis Ebiet Terbitlah Usher..


Oh..Lupa..Setelah Mas Ebiet, Mas Usher juga melengkapi "haha" saya hari ini..


Dan hebatnya bintang besar seperti Usher, ketika sesuatu diluar bayangan terjadi, ia masih bs menahan diri, tersenyum, dan berkata "We play rough in bed you know.. We kick each other in the face and all kind of good stuff.."

Hahahahaha..

Senyum dulu (lagi) ah.

Ketika Mas Ebiet Menyapa..

Hari ini agak "huff" buat saya. Tapi di setiap "huff" yang terhela, pasti saya selalu menemukan "haha" di akhirnya. Dan inilah yang terjadi hari ini.

Pagi saya biasa saja. Tdk ada prasangka buruk apa2. Kekesalan pertama saya adalah pada Kepala Sekolah TK tempat saya mengajar. Di tengah kami sedang tes menyimak, saya sedang sibuk, ia datang, tanpa senyum, langsung menghentak saya..

Miss, lain kali jangan mepet gini ya waktunya!! Ini tdk baik utk anak2!! Kelas ini jd tdk bs ikut pelajaran Bahasa Sunda!

Reaksi pertama saya adlh melongo. Dodol deh, ngabisin waktu banget pake melongo. Langsung jwb apa kek gt. *getokpalabulan* Lalu saya melihat jam dinding. Loh, itu msh jam 8.50. Yang berarti saya masih punya 10 menit jatah waktu. Kok dibilang mepet?? Melihat saya melihat ke arah jam, mungkin sang ibu menyadari kesalahannya (mungkiiiiiiiiiin ya....saya si ga yakin) krn lalu dia langsung berlalu. Saya kembali bertanya ke guru kelas dan dijawab "Udah miss ga usa masukkin ati.." Nah nah. Jadi ini salah paham atau gimana??? Berniat meluruskan kesalahpahaman ini sepulang sekolah, eeeeeh tu kepala sekolah lg pergi ke pasar. Apa lacur?? Anak2 belum semua pulang dan dia ke pasar???

Dari situ saya sudah mulai bete. Kebawa terus. Sampai saya selesai mengajar. Dan jeleknya saya (ya saya mengakuinya..maafkan..saya akan mencoba berubah), saat saya sedang bete, saya jd mudah tersulut.

Pak, dimana? Ya kami sudah menunggu di dpn SD, bapak parkir dimana? Kan sudah saya bilang pulangnya stengah12. Bapak dimana skrg???

Itu ucapan saya ke supir kantor yang ketika saya dan teman2 selesai mengajar, belum menunjukkan keberadaannya. Supir itu, Pak Toni, sepertinya sudah mulai tahu adat saya. Dia tdk sedikit pun marah atau kesal ke saya kl saya berbicara tegas (uhuk! bukan kasar, tapi tegas. uhuk!) kepada dia. Dan seperti pak tukang, dia mengerti apa arti "saya" ketika saya menggunakannya. Hehehe. Jadi dia berlari menampakkan diri ke kami dan kami berlari kecil menuju mobil, sempat saya bentak sekali lagi "Pak cepetan buka pintunya!!" Huhuhu. Jahat ya saya. Tapi kan waktu itu hujaaaan. Dan Pak Toni lama buka pintunya. Kan central lock. Saya yang duduk di belakang jd tdk bs buka pintu juga. Jd wajar kan??? *mencari excuse* Engga engga, saya sadar kok saya salah, jd pas sampe kantor saya sempat minta maaf sm Pak Toni, dijawab dengan "Iya Miss, tenang ajaaaaa.." Hehehe.

Lalu saya mengisi rapor. Sambil masih menahan kesal kepada Kepala Sekolah yang sudah mengacaukan hari saya itu. Huh. Ditengah pengisian rapor, Dias dan Silka menyapa saya di YM. Juga Lexi. Mengobrol sambil-sambil. Cukup membuat saya tersenyum walaupun hati masih dongkol.

Pulang kantor saya menaruh si Obil ke apartemen mamah krn mamah mau pergi makan malam dengan teman2nya dan mobil sedannya tak cukup. Maka Obil datang utk menyelamatkan. Hehehe. Ditawari memakai mobil mamah utk pulang, saya menolak. Tdk terlalu suka memakai sedan, lbh baik saya naik taksi saja. Dan di tengah perjalanan itu, Mas Ebiet menyapa. Siapa dia?

Selamat sore, Ibu Rembulan. Saya Ebiet dr Card Centre BCA, Bu. Boleh minta waktunya sebentar, Bu?

Saya sudah kembali memakai nada tegas saya. Baterai BB saya pun sudah tinggal 1.5bar, jd saya ingin mempercepat saja.

Saya: Kenapa mas?
ME: Terimakasih Ibu atas waktunya. Saya ingin konfirmasi. Tentang Smart Health Protection Bu.
Saya: Oh. Engga mas.
ME: Engga apa ya Ibu?
Saya: (eh, ini mau nawarin bukan ya? Kok malah nanya "engga apa"?) Smart Health Protection itu. Engga lah.
ME: Engga apa ya Ibu? (nadanya sopan, bikin gw jd pengen ngakak krn kaget sm pertanyaan baliknya)
Saya: Eh, mas mau nawarin bukan si? Kl mau nawarin, sayanya ga mau. Makasih.
ME: Oh..Tidak ingin dijelaskan dulu ibu?
Saya: Engga. Ini baterai BB saya tinggal sedikit dan saya skrg di tengah jalan.
ME: Oh begitu..APA?? IBU DI TENGAH JALAN BU? ADUH HATI-HATI IBU..
Saya: *sumpah pengen ngakak* Eh engga, maksud saya, saya di tengah perjalanan.
ME: Ooooh..Kaget saya Bu, saya kira ibu di tengah jalan.
Saya: (uda ngikik tp ditahan..gengsi)

Lalu setelah insiden TENGAH JALAN..Kalimat penutup dr Mas Ebiet ini makin bikin saya senyum2..

Baiklah jika begitu, Ibu. Terimakasih atas waktunya. Mohon maaf sudah mengganggu. Silahkan melanjutkan perjalanan, Ibu. Hati-hati di jalan. Semoga selamat sampai tujuan. Terimakasih, Ibu. Selamat sore.

"Sore". Tutup telpon. Ngikik sejadi-jadinya di taksi.

Sampe skrg kl saya inget nadanya saat kaget "apa??ibu di tengah jalan?" saya masih cengengesan. Hihihi.

Akhirnya saya mendapat "haha" saya sore ini. Dari seseorang yang bahkan tdk saya kenal. Haha. Tuhan melayani umatnya dengan cara yang luar biasa ya. Sore ini Mas Ebiet. Besok siapa ya?

Senyum dulu ah.

Dec 16, 2010

Ah..Cm mau pamer..

Pamer baju baru.. Tailor made.. Batik cap mega mendung ijo kombinasi marun.. Harusnya ada potongan di samping2nya.. Tapi saya bilang ga mau pake potongan itu.. Jadilah spt casual dress saja.. Rupa2nya.. Saya memang harus belajar banyak soal potongan pakaian.. Dengan ditutupnya potongan di samping kiri kanan itu, saya merasakan ketidaknyamanan.. Namun ketidaknyamanan ini membuahkan kesopanan..

Ketidaknyamanan: Tidak bs duduk agak membuka (baca: mengangkang) krn tertahan bagian roknya..
Kesopanan: Ya duduk jd lbh rapi kan.. :D



Senyum dulu ah..

Dec 14, 2010

Pengen terkenal ya sayang??

Happy day..Happy day
All my friends are nice and gay
To be together for the rest of our lives
C'mon let's enjoy the day
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Saya lg panas ati. Hahaha. Sesuatu yang sesungguhnya jarang saya rasakan. Oh well krn seringnya saya cuek, ga peduli sm urusan org si. Hehehe. Digarisbawah: saya peduli sama org, tp saya ga peduli sama urusan org. Those are two different things lhooooo.. :)

Ini tentang balada. Balada adekkelas - kakakkelas. Dr dl saya paling tdk suka memakai istilah junior-senior, karena menurut saya istilah itu mengandung makna yang satu lebih dr yang lain. Sedangkan sesungguhnya tidak bukan? Jadi mari kembali ke istilah adekkelas-kakakkelas saja. Lebih terdengar penuh kasih sayang. Ajieh. Uhuy.

Jadi awal mula cerita (dari yang saya tahu), adekkelas itu bertanya di twitternya apakah kl jurusan kami (ya, saya dan dia satu jurusan..) kalah di PK (Petang Kreatif, acara tahunan yang cukup besar di kampus, masing2 jurusan di Fakultas Ilmu Budaya-Universitas Indonesia menampilkan sebuah pertunjukkan teater), apakah kakakkelas akan memarahi? Lalu ditanggapi sama kakakkelas lain dengan pertanyaan siapa yang memarahi? Sebenarnya ini hal kecil, tapi membaca "kicauan" sang adekkelas sebagai balasannya, saya jd panas ati. Dia tdk ada keinginan utk berkomunikasi dengan baik, malah menjawab dengan komentar2 yang menyulut terus menerus. Kicauan makin panjang karena dia membawa-bawa nama organisasi dmn saya bernaung. Organisasi jurusan saya. Saya mulai jd penasaran. Siapa kah adekkelas ini? Hehehe. Karena seperti yang saya utarakan di atas, saya termasuk kakakkelas yang cuek. Jadi ya tdk mengenal dia wajar doooonk. *membela diri penuh penjiwaan*

Akhirnya jd ribut lah itu di twitter. Banyak kakakkelas yang marah. Ya pasti. Karena organisasi ini keluarga besar. Bukan sekedar wadah utk berkembang. Ini keluarga.

Saya sih tdk mau mengulang apa yang dia katakan, tidak pun ingin membela keluarga saya dengan sebegitu rupa. Bagi saya, dia sudah menunjukkan karakternya, dan itu cukup membuat saya tertawa. :D Hanya ingin pointing out ini saja..

1. Sayang, bersikap baik dan berpikir positif secara tulus pada org lain itu tdk mahal dan tdk menghabiskan tenaga lho. :) Digarisbawahi: secara tulus. :) Kamu tdk harus mengharapkan ada balasan apa2 dr orang lain, karena pd akhirnya, org akan melihat kok usaha km. :) Kamu bs tersenyum dan itu bahkan tdk mengurangi apapun dr km. Km berpikir positif terhadap org lain dan itu jg malah tdk membuat energi hidup km jd negatif. Malah positif. Malah menambah pahala. :)

2. Kamu mempertanyakan apa pentingnya masuk organisasi jurusan kita. Saya tdk akan membumbui dengan berkata "kamu bs dpt kerjaan dr kakakkelas yg satu keluarga ini lho.." nope, karena saya tahu, kamu hanya akan mencibir. Tapi yang saya baca dr kicauanmu, km suka baca sepertinya. Maka mari kita telaah. Org2 besar dan sukses (seperti yang sll km impikan yg tertulis jelas di kicauanmu itu), dilihat deh Riwayat Hidupnya. Mereka akan memasukkan organisasi apa saja yang menaungi mereka. Kenapa seperti itu? Karena organisasi adlh tempat dmn kamu bs mendewasakan diri, bertoleransi, mematangkan cara berpikir. Jadi pikir lagi ya sayang. Sayang ah, pinter2 kok berkicaunya tak berdasar.. :)

3. Sudah beberapa kali foto sang adekkelas dikirimkan ke saya saat saya bertanya "ini orgnya yang mana ya?" dan dari beberapa foto itu, maaf, tdk ada satu pun yang recall ingatan saya bahwa saya pernah melihat kamu atau berhubungan dengan km. Hehehe. Maaf ya. Saya jd berpikir. Kenapa kamu berbicara tentang banyak org yang bahkan tak kenal km siapa? Analisa saya jadi, kamu mau jd terkenal ya sayang? Kesal ya karena tdk banyak kakakkelas yang mengenal km? Hehehe.

4. Twitter itu laman umum sayang. Kamu sebagai org yang pintar pasti tau itu kan. :) Makin dewasa dalam bertindak ya. :)

5. Kicauan kamu "TIDAK TAKUT" lucu deh. Terdengarnya seperti "TAKUT" :) <-- Oh well, ini tambahan kok, bukan poin yang ingin saya pertegas sbnrnya..Hihihi.

Sudah ah..Malah jd panjang..Ini hanya uneg2 saya aja ya. Saya menulis ini karena merasa keluarga saya kamu cemari namanya. :) But then again..

Senyum dulu ah..

Dec 10, 2010

Headband..And all..

Hari ini saya off. Tidak mengajar. Tapi tiga tumpuk kertas ulangan anak2 menunggu utk dikoreksi. Hehe. Sama aja sih sebenarnya. Jadi ngga napsu kemana-mana juga. Hehe.

Jadi pagi tadi saya memulai tumpukkan pertama. Duduk dengan punggung bersandar pada meja komputer, tumpukkan pertama selesai sudah. In no time. Beralih ke tumpukkan kedua, perhatian saya mulai terpecah. Sambil twitteran lah. Sambil chatting lah. Sambil mikir spatuw lah. Jadi baru selesai tiga kertas, jrek, saya berhenti. Hehe. Dilanjutkan dengaaaaaan, online di komputer. Hahaha. Tapi akhirnya selesai juga tumpukkan kedua ini. Tumpukkan ketiga, nanti dulu lah. Saya istirahat dl. Melihat pojok sofa, dan jlessss, sibuk menjahit. Uta datang. Ingin ikut menjahit katanya. Jadi saya ajarkan membuat yoyo saja lah yang gampang dan sudah ada stok kain lingkarannya. He was quite occupied with the work. Can't lose a moment. Only BB in within reach, so, so sorry for the bad quality images. :)



Selesai sesi menjahit, saya lanjut mengoreksi tumpukkan ketiga. Kali ini tdk mau bertahan di dpn komputer jd pindah ke kamar saja. Remote TV memanggil, yaaaah sambil nonton Masterchef  US. Bad idea. Berhenti lagi mengoreksinya. :( Masterchef selesai, saya matikan TV, mengoreksi lagi. Selesai!! Howl to the yayness!! *joget2

Koreksian selesai, saya malah bingung mau ngapain. Haha. Ingin melakukan sesuatu sembari saya nonton TV. Jadilah saya membuat double braided headband (sebentar saya Indonesiakan - tali kepala kepang ganda). Lima menit dan tadaaaa!! *joget2 lagi



Yah, overall, today is such a blissful day. Bisa bersantai sesaat, tak diburu-buru segala sesuatu, tak harus cepat kesana kemari. Bisa mengajari Uta ini itu. Bisa punya waktu sendiri. Aaaah..Nice.. :)

Senyum dulu ah.. :)

PS: Melihat voto di bawah ini, saya baru menyadari bahwa saya butuh jeans baru.. :p

Yesus - BTM - Indomaret

Jumat kemarin..TK A Regina Pacis Bogor..Ketika ingin memulai cerita tentang kelahiran Tuhan Yesus..

Saya: So what are we going to celebrate this month kiddos?
Nayla: Ulangtauuuun...
Saya: Pinteeeerrr..Whose birthday? Ulangtaun siapa ya? (maksud saya Jesus)
Nayla: Micheeeellleeee..
Saya: Haaaah...Bukaaaan..(malu ati, pesan tak sampai) Itu siapa yaaaa?? (smbl nunjuk salib di dinding)
Farrel: Tuhan Yesus.
Saya: Very good Farrel..

Maka cerita dimulai..

Saya: He was born in a manger..Kalian tau manger ga? It's a place for the sheep..
Anak2: Oh kandang..
Saya: Iyaaaa..Hebat ya Bunda Maria bs melahirkan di kandang..Di Betlehem..Dimana kiddos???
Anak2: BTM!!! (Baca: Bogor Trade Mall)
Saya: Haaaah..Bukaaaan..Bet le heeeem..Beeeet..
Anak2: Beeet..
Saya: Leeee..
Anak2: : Leee..
Saya: Heeem..
Anak2: Heeem
Saya: Bet le hem
Anak2: Bet le hem..
Saya: Good!!

Mau melanjutkan cerita tapi Lucky yang baru dtg dr toilet sibuk mencari tempat utk duduk jd mengacaukan yg lain..

Saya: Jd dmn Tuhan Yesus lahir??
Anak2: Bet le heeeeem..
Saya: Greaaat..Lucky, dmn Tuhan Yesus lahir, nak?
Lucky: (bengong sbntr lalu menjawab dengan lantang) IN DO MA RET!!
*pingsan..


Hehehe..Senyum dulu ah..

Dec 8, 2010

Huff..Emang bukan fashion blogger.. :(

Ini curhatan saya. Hehehe. *curhat colongan*

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadi begini..Beberapa kali saat saya datang ke suatu acara, dmn saya bertemu insan fashion (insaaaaaannn, ikan kali pake insaaaan!!), pertanyaan seperti "Boooo, minta alamat blog loe dooonk!!!" selalu diajukan. Saya dengan bangga menjawab "rembulanindira.multiply.com" (alamat blog saya terdahulu sblm akhirnya berkhianat pada multiply dan pindah ke blogspot..hehehe). Lalu, mereka sibuk membuka blog saya lewat ponsel cenggih masing2. Komentar umum yang saya dapatkan "Eh bok, votonya mana?" --> LHO..VOTO APA YA??

Ternyata eh ternyata (minuman itu haraaam..tenenenet!! karena eh karena merusak pikiraaan..tenenenet!!) karena mereka pikir saya adalah seorang fashion blogger..Y'knoooow, blogger yang mengambil ranah fashion sbg perhatian/fokus utama pada blognya. Saya jawab bahwa bukan, saya bukan fashion blogger. Lalu mata itu sibuk melihat ke atas ke bawah ke atas ke bawah. Saya jd geli sendiri. Maka saya jelaskan.

Maknya, gw pake baju2 kyk gini utk acara2 tertentu aja. Sehari2 gw biasa pake jeans kaos ato kemeja sm boots, udah klaren urusan..

Masih ga percaya, menatap ke atas ke bawah ke atas ke bawah. Hadeeeeh. *tepokjidat

Saya akui, saya suka bloghopping ke bbrp fashion blogs, dan saya pernah mencoba membuat fashion blogs, tapi ternyata saya ga bisa. Saya bingung jg hrs ngejelasin apa di blognya. Banyak yg dipakai para fashion blogger adlh merk2 ternama, sedangkan mayoritas yang saya pakai adalah dagangan Mangga Dua. Hahaha. Masa iya saya tulis "Toko Coco dress" ya kan aneeeeh. Hehe.

Tapi kmrn, seorang teman yang bekerja di majalah berjuang keras dan akhirnya berhasil membujuk saya. Sebenernya saya mengiyakan krn saya kasian si. Hahaha. Dia minta saya coba membuat bbrp voto outfits (apa ni bahasa Indonesianya?) saya. Percobaan pertama. JRENG!!! Saya bengong saat kamera sudah hendak memotret. Total 10kali saya voto dan gada yang beres. Hadeeeh.

Coba lagi. Lumayan. Walaupun kl dbandingkan fashion blogger yang ada ya kliatan bgt saya maksanya. Hehehe. Percobaan ketiga. AHA!! Saya dengan bangga BBM teman saya itu.

Maaaak, gw uda bisa senyum pas dvotoooo..Ni hasilnyaaaa..(lalu mengirimkan voto saya ke dia)

Tapi alangkah kagetnya saya dengan jawabannya....

Eh dudul, fashion blogger itu gada yg senyum kl dpoto tauuuuk!!! Ulang lagi sanah, skrg ga usa pake senyum!!

Haaaaah???!!!!
Susah ternyata jd fashion blogger. *nanar menatap kamera

Blue Top and Black Legging: Mangga Dua..Necklace: Gratisan (???)..Boots: Moonaddict


Senyum dulu ah..(kecuali kl anda sorang fashion blogger.. :( )