"Kapan buka factory?"
"Loe ga ikut pameran X, Lan?"
"Kamu ga nambah tukang?"
"Ga merambah bikin A?"
"Ga kepikir buka butik lagi?"
"Masukkin Matahari? Centro?"
Dan sederet pertanyaan lain yang terus menggempur, yang kemudian saya balas dengan senyum cengengesan. Hehehe.
Ini sebuah cerita tentang Moonaddict, tentang pemikiran saya, tentang pengalaman, dan tentang impian. I'll share it here, so people can see clearly, that I do have some thoughts about where to bring this business.
(But just be patient with me).
Hihihi..
Moonaddict usianya sudah mau 5tahun April ini. Dengan melihat perkembangannya, mungkin banyak yang geregetan kenapa saya tidak bergerak lebih cepat membesarkannya. Hihihi. Sabar ya. Tenang. :) Saya punya pemikiran kok tentang Moonaddict, tapi mungkin pemikiran saya memang tidak cukup menyenangkan banyak orang. :p
Saya ingin Moonaddict tetap kecil. Tetap hangat. Menghidupi dengan berkat.
Moonaddict seperti sekarang apa menurut saya sudah cukup? Sudah. Mencukupi saya, mencukupi pak tukang, terus berjalan. Itu dulu yang ingin saya mapankan. Apa saya ingin Moonaddict masuk department store? Apa saya ingin Moonaddict memproduksi massal? Apa saya ingin sekarang Moonaddict memberi tambahan pemasukkan ke saya berkali-kali lipat? Sejujurnya, tidak. :)
Moonaddict akan menjadi besar pada waktunya, dan waktunya bukan sekarang. Saya akan punya workshop yang lebih besar pada waktunya, dan waktunya bukan sekarang. Saya mungkin tidak akan membuatnya menjadi massal. Sedikit sekali kebahagiaan ketika saya hanya menjual (produk massal) dulu ketika memiliki butik, dan lebih banyak kebahagiaan ketika saya menjual produk custom seperti sekarang. Memenuhi permintaan buyer satu per satu dengan keinginan ini itu nina ninu-nya meledakkan semangat saya, dan itu lebih menyenangkan. Kalaupun saya akan membuat menjadi massal di masa mendatang, it may be under different brand, dan bahkan itu tidak masuk dalam rencana 5 tahun ke depan saya!! :D
Ingat bagaimana dulu saya memegang beberapa desainer dalam sebuah pagelaran busana? Uangnya besar. Tapi saya ngga bahagia. Saya dirongrong deadline yang terus mengejar, yang akibatnya saya jadi ikut merongrong pak tukang. Jadi sering berantem, marah-marah. Jadi ga sehat, both for me and pak tukang.
Ingat bagaimana dulu saya punya butik? Uangnya juga besar, tapi kok malah jadi beban. Sayanya juga ga jadi bahagia memilikinya. Meribetkan hidup saya. Hihihi.
Ingat bagaimana dulu saya menyebut beberapa butik besar tempat Moonaddict dititipkan? Uangnya juga lumayan, tapi saya kehilangan gairah karena tidak berhubungan dengan orang. Kapasitas saya hanya sebagai produsen, menitip barang, mendapat uang di akhir bulan, dan sudah. Harapan hidup hilang, semua seakan hitam. <-- Oke, ini drama. Hihihi.
Saya berbahagia dengan apa yang Moonaddict sudah berikan pada saya dan pak tukang sekarang. Menjadi berkat, itu lebih baik daripada menjadi sebuah lahan cari uang. Moonaddict akan bergerak maju, insyaallah, tapi saya ingin membuat pergerakkannya mapan. Pelan tapi mapan.
Dan apa ukuran majunya?
Ketika ini masih menjadi arena bermain saya, membahagiakan saya dengan warna, tidak lagi menjadi sebuah bisnis saja. Maka dia masih bergerak maju bagi saya. :)
Ketika saya masih bisa tersenyum memberikan gaji pak tukang setiap Sabtunya dan menyurengkan mata saya menerima request pinjaman uang di hari Rabunya, maka ini masih bergerak maju. :)
Ketika saya masih bisa duduk diam di sebuah kedai kopi, melihat ke arah luar jendela, lalu mendesain dengan asyik kemudian memberikannya ke pak tukang dan berbicara bersama tentang teknik produksinya, maka ini masih bergerak maju. :)
Ketika saya dan pak tukang masih bisa duduk bersama, makan gorengan atau ngerujak bersama, maka ini masih bergerak maju. :)
You see, Moonaddict itu sebuah keluarga. Dan saya ingin membuatnya harmonis dan berbahagia. Seperti sekarang, sudah cukup. Bergerak maju, dengan seijin Tuhan. Biar tetap kecil. Biar tetap hangat. Biar tetap menjadi berkat.
Super sekali kan.. Caelaaaaaaaaaaaah.. Ihiy.. *kayang gojeng-gojeng* Kece amat sik siBulan iniiiiihhhh.. *lempar lopelope di udara* Hihihi.
Selamat berakhir pekan yaaaa..
Senyum dulu ah.. :)
Mar 31, 2012
Mar 28, 2012
Sedikit senyum..Sebanyak bahagia..
Saya suka bagaimana hidup memberi saya warna.. Sedikit bias, tetapi tetap tak putih..
Jiwa tak lagi menjadi tabula rasa.. Cinta menghinggap, relung bergelung..
Dalam sebuah senyum tersapa kasih..
Hari yang cerah, jiwa yang hangat, sebuah senyuman..
Iya, itu yang di atas bikinan saya sendiri. Iya, emang ga biasanya. Kesalahan murni dapat ditimpakan pada para empunya blog dengan kalimat-kalimat mahadahsyat yang terdiri dari rangkaian indah kata-kata. Membaca blogpost mereka membuat saya jadi (sok) keikutan bahasanya. Tapi yeah, malah aneh ya, bentar lagi saya dibanjur air kali ni sama yang baca blog ini. Trus ditanya, "Sehat, Buuuuyyy??" :p
Anyhoo, kemarin saya dapat sebuah senyuman termanis. Dari laki-laki berbadan tinggi kurus berkulit gelap. Sebuah senyuman terindah yang kemudian mengawali hari saya. Sebuah senyuman yang membuat saya tersenyum juga. Bahagia.
Ia hendak turun dari sebuah bus. Supir bus rupanya sedang tidak memihak padanya (atau pada saya). Berhenti di tengah jalan. Memaksa saya dan Bombom (yang berada di kiri belakangnya) untuk kemudian berhenti, memberikan waktu bagi penumpang yang ingin turun dengan leluasa. Dan di sana lah saya melihat lelaki itu. Tersenyum cerah, mengintip dari pintu bus. Melihat saya berhenti, ia akhirnya turun. Dengan seorang anak tertidur lelap di dalam gendongnya. Anak perempuan yang sepertinya tidak menyadari betapa panas hari itu. Ia tidak peduli. Atau pasrah lebih tepatnya.
Lalu, masih dengan senyum cerahnya, lelaki itu memberikan sinyal tangan, meminta saya tetap berhenti ketika ia sudah turun. Seorang perempuan ikut turun dari bus yang sama. Setelah itu, seorang perempuan lagi. Lalu bus berjalan pelan. Sang lelaki masih dengan senyum tersungging menengok ke arah mobil saya sambil mengangkat tangannya tanda terimakasih. Dua kali ia melakukannya.
Saya memacu Bombom supaya melewati ia. Saat disampingnya, saya memelankan laju sambil mengangkat tangan kiri saya dan tersenyum. Ia membalas. Masih dengan senyum lebarnya. Masih dengan wajah ceria dan mata berbinar. Panas matahari yang sedang obral besar-besaran tidak menyurutkan sudut bibirnya satu senti pun. Atau satu mili? Entah, saya tidak mengukurnya. :p
Dan kemudian hari saya menjadi ikut cerah olehnya. Hati saya juga.
Dan..
Ketika kemudian saya mendapat berkat nominal dari Tuhan.
Ketika kemudian saya mendapat berkat jalanan lancar tanpa kemacetan berarti.
Ketika kemudian saya mendapat waktu berkualitas dengan pak tukang.
Ketika kemudian saya memiliki sandaran dan caramel machiato dalam lingkup tangan.
Ketika kemudian saya mendapat canda di dalam kelas.
Ketika kemudian saya mendapat senyum dan tawa disetelahnya.
Tawa lepas dari hati yang penuh dengan rasa bahagia.
Pelanginya sudah datang. Penuh dan berwarna. Saya sedang meluncur di atasnya.
Semua dimulai dari sebuah senyuman.
Sesederhana senyuman seorang lelaki berbadan tinggi kurus berkulit gelap dengan seorang anak perempuan tertidur lelap dalam peluknya. Terimakasih ya, Pak.. :)
Fabbi ayyi ala irobbikumma tukadziban.. :)
Senyum dulu ah.. :)
Jiwa tak lagi menjadi tabula rasa.. Cinta menghinggap, relung bergelung..
Dalam sebuah senyum tersapa kasih..
Hari yang cerah, jiwa yang hangat, sebuah senyuman..
Iya, itu yang di atas bikinan saya sendiri. Iya, emang ga biasanya. Kesalahan murni dapat ditimpakan pada para empunya blog dengan kalimat-kalimat mahadahsyat yang terdiri dari rangkaian indah kata-kata. Membaca blogpost mereka membuat saya jadi (sok) keikutan bahasanya. Tapi yeah, malah aneh ya, bentar lagi saya dibanjur air kali ni sama yang baca blog ini. Trus ditanya, "Sehat, Buuuuyyy??" :p
Anyhoo, kemarin saya dapat sebuah senyuman termanis. Dari laki-laki berbadan tinggi kurus berkulit gelap. Sebuah senyuman terindah yang kemudian mengawali hari saya. Sebuah senyuman yang membuat saya tersenyum juga. Bahagia.
Ia hendak turun dari sebuah bus. Supir bus rupanya sedang tidak memihak padanya (atau pada saya). Berhenti di tengah jalan. Memaksa saya dan Bombom (yang berada di kiri belakangnya) untuk kemudian berhenti, memberikan waktu bagi penumpang yang ingin turun dengan leluasa. Dan di sana lah saya melihat lelaki itu. Tersenyum cerah, mengintip dari pintu bus. Melihat saya berhenti, ia akhirnya turun. Dengan seorang anak tertidur lelap di dalam gendongnya. Anak perempuan yang sepertinya tidak menyadari betapa panas hari itu. Ia tidak peduli. Atau pasrah lebih tepatnya.
Lalu, masih dengan senyum cerahnya, lelaki itu memberikan sinyal tangan, meminta saya tetap berhenti ketika ia sudah turun. Seorang perempuan ikut turun dari bus yang sama. Setelah itu, seorang perempuan lagi. Lalu bus berjalan pelan. Sang lelaki masih dengan senyum tersungging menengok ke arah mobil saya sambil mengangkat tangannya tanda terimakasih. Dua kali ia melakukannya.
Saya memacu Bombom supaya melewati ia. Saat disampingnya, saya memelankan laju sambil mengangkat tangan kiri saya dan tersenyum. Ia membalas. Masih dengan senyum lebarnya. Masih dengan wajah ceria dan mata berbinar. Panas matahari yang sedang obral besar-besaran tidak menyurutkan sudut bibirnya satu senti pun. Atau satu mili? Entah, saya tidak mengukurnya. :p
Dan kemudian hari saya menjadi ikut cerah olehnya. Hati saya juga.
Dan..
Ketika kemudian saya mendapat berkat nominal dari Tuhan.
Ketika kemudian saya mendapat berkat jalanan lancar tanpa kemacetan berarti.
Ketika kemudian saya mendapat waktu berkualitas dengan pak tukang.
Ketika kemudian saya memiliki sandaran dan caramel machiato dalam lingkup tangan.
Ketika kemudian saya mendapat canda di dalam kelas.
Ketika kemudian saya mendapat senyum dan tawa disetelahnya.
Tawa lepas dari hati yang penuh dengan rasa bahagia.
Pelanginya sudah datang. Penuh dan berwarna. Saya sedang meluncur di atasnya.
Semua dimulai dari sebuah senyuman.
Sesederhana senyuman seorang lelaki berbadan tinggi kurus berkulit gelap dengan seorang anak perempuan tertidur lelap dalam peluknya. Terimakasih ya, Pak.. :)
Fabbi ayyi ala irobbikumma tukadziban.. :)
Senyum dulu ah.. :)
Mar 25, 2012
Stronger!! I am.. :) - 3
Heyyaaaa.. Saya donk matanya masih megeeeerrr. Hehehe. Ga denk, ini udah kriyep-kriyep cuma masih ada kerjaan aja. -___-"
Melanjutkan cerita tadi, saya lupa cerita, di hari Rabu itu, hari di saat seharusnya saya ke workshop, saya akhirnya menelpon pak tukang saja, mengabarkan saya tidak bisa datang, dan berita apa yang saya dapatkan???? TUKANG SAYA GA MASUK TIGA ORANG DARI HARI SENIN!! Ya Tuhan, apa lagi coba?? :( Tapi saat itu saya mungkin sudah kehilangan rasa sedih, jadi saya malah ketawa saja dan bilang "Yaudah Paaaak, besok pada masuk yaaa.. Kita doakan.." Hehehe.
Saya baru agak panik beberapa menit kemudian (lemot emang..hihihi), lah kalau pada ga masuk ini gimana daftar pesenan Maret iniiih??? Antrian masih panjang iniiiihhhh..Huaaaa.. Baru tu emosi agak beranjak naik ke ubun-ubun. Hehehe.
But after all, sekarang saya sudah lebih bahagia. Lelah iya, masih, tapi sudah lebih bahagia secara emosi.. :)
I'm stronger.. I am.. Woohooooooo!!! *jumplakjumplak*
Tugas kuliah menumpuk..
Pengadilan menanti..
Mamah sakit..
Tukang ga masuk..
Pengalaman menuju gila.. ------ Puji Tuhan semua terlewati.... :)
Terimakasih untuk teman-teman yang kemarin (dan sekarang) ada untuk saya selalu. Yang sabar menikmati celotehan emosi, yang terus mengingatkan untuk berserah diri, yang terus ada. Sesederhana lewat kicauan atau BBM. Terimakasih kaka Jerzy, kaka Madja, kaka Amie, kaka Hanny, Miu Arie, Mbak Wulan. You guys are amazing. Dan maaf Mas Eca, adekmu malah memble di saat kamu butuh wadah bercerita. Maaf ya. :) Dan Samuel, makasih yaaaa uda mau jadi arena kosong yang selalu siap terisi dengan tawa cerita keluhkesah dan ucapan syukur, sabar banget sik ngadepin akuh!! *tempelin jempol di idung Samuel* :D
Dan terimakasih Tuhan untuk satu lagi masa pencobaan terlewati. Tidak melebihi kemampuan. :)
Senyum dulu ah.. :)
Seri Stronger selesai yaaaa.. Apipiuuuwww...
*jogedan*
Melanjutkan cerita tadi, saya lupa cerita, di hari Rabu itu, hari di saat seharusnya saya ke workshop, saya akhirnya menelpon pak tukang saja, mengabarkan saya tidak bisa datang, dan berita apa yang saya dapatkan???? TUKANG SAYA GA MASUK TIGA ORANG DARI HARI SENIN!! Ya Tuhan, apa lagi coba?? :( Tapi saat itu saya mungkin sudah kehilangan rasa sedih, jadi saya malah ketawa saja dan bilang "Yaudah Paaaak, besok pada masuk yaaa.. Kita doakan.." Hehehe.
Saya baru agak panik beberapa menit kemudian (lemot emang..hihihi), lah kalau pada ga masuk ini gimana daftar pesenan Maret iniiih??? Antrian masih panjang iniiiihhhh..Huaaaa.. Baru tu emosi agak beranjak naik ke ubun-ubun. Hehehe.
But after all, sekarang saya sudah lebih bahagia. Lelah iya, masih, tapi sudah lebih bahagia secara emosi.. :)
I'm stronger.. I am.. Woohooooooo!!! *jumplakjumplak*
Tugas kuliah menumpuk..
Pengadilan menanti..
Mamah sakit..
Tukang ga masuk..
Pengalaman menuju gila.. ------ Puji Tuhan semua terlewati.... :)
Terimakasih untuk teman-teman yang kemarin (dan sekarang) ada untuk saya selalu. Yang sabar menikmati celotehan emosi, yang terus mengingatkan untuk berserah diri, yang terus ada. Sesederhana lewat kicauan atau BBM. Terimakasih kaka Jerzy, kaka Madja, kaka Amie, kaka Hanny, Miu Arie, Mbak Wulan. You guys are amazing. Dan maaf Mas Eca, adekmu malah memble di saat kamu butuh wadah bercerita. Maaf ya. :) Dan Samuel, makasih yaaaa uda mau jadi arena kosong yang selalu siap terisi dengan tawa cerita keluhkesah dan ucapan syukur, sabar banget sik ngadepin akuh!! *tempelin jempol di idung Samuel* :D
Dan terimakasih Tuhan untuk satu lagi masa pencobaan terlewati. Tidak melebihi kemampuan. :)
Senyum dulu ah.. :)
Seri Stronger selesai yaaaa.. Apipiuuuwww...
*jogedan*
Mar 24, 2012
Stronger!! I am.. :) - 2
Hari Kamis adalah hari terakhir (secara teknis) untuk UTS saya, walaupun untuk UTS Komunikasi Teknologi Masyarakat, saya harus menunggu artikel wiki saya bertahan hingga minggu depan.
Secara blakblakkan saya katakan, saya tidur pas mengerjakan UTS Teori Komunikasi di hari Rabu. Hahaha. Saya sempat tertidur entah berapa lama sampai kemudian terbangun dengan sendirinya lalu bengong dan akhirnya menyelesaikan tes saya. Ya, saya mungkin kecapean. Hehehe.
Oya, untuk yang bertanya, bagaimana saya bisa bertahan di rumasakit tanpa bawa alat perang apa-apa, oh well, itu enaknya kampus berada di mall. Hahaha. Di hari Selasa, saya sempatkan beli celana dalam kertas dan sikat gigi. Pas hari Rabu ke kampus, saya sekalian beli kaos baru. Hari Kamisnya juga saya beli baju baru lagi. Jeans ya dipakai aja terus. Hahaha. Ya dibikin mudah aja, daripada dibikin ribet. Hihihi. (Dan, uhuk, kaos saya sekarang ukuran XS, uhuk. :p). Untuk tugas kuliah, ish, di kampus saya ada Multiplus. Jadi setiap sebelum ke kampus, saya ke sana dulu untuk print. Tapi mahal ya, ngeprint biasanya cuma seribu rupiah per halaman, di Multiplus masa 2000. Huks. Tapi tak apa. Namanya juga demiiii.. Hihihi.
Kamis pagi saya baru menyelesaikan paper UTS yang akan dikumpul malamnya. Selesai print langsung dikumpulkan dan akhirnya sebuah beban berat diangkat dari pundak saya. Yeehaw!! Nilainya mungkin akan keluar minggu depan. Nilai yang sudah ada baru satu saja. Hehehe. Doakan saya yaaaaa..
This post is intended to be longer, tapi saya ada janji sama Pak Irwan jam 3, dan sekarang sudah setengah 3. Haiiisss.. Baiklah saya pergi dulu ya, ntar malam mungkin kalau masih meger, saya lanjutkan. Hehehe.
Bottom line, saya bangga sama diri saya sendiri. Saya bangga saya bisa menjalani semua hingga tuntas dan tidak jadi menyerah di tengah. Tuhan baik sama saya, sekarang Ia sedang kasih pelangiNya. :) Saya nikmatin dulu yaaaa.. *Dengan segala hormat, pelangi yang saya maksud bukan Pak Irwan. Sekian. Hihihi. *dikeplak Pak Irwan*
Senyum dulu ah.. :)
Secara blakblakkan saya katakan, saya tidur pas mengerjakan UTS Teori Komunikasi di hari Rabu. Hahaha. Saya sempat tertidur entah berapa lama sampai kemudian terbangun dengan sendirinya lalu bengong dan akhirnya menyelesaikan tes saya. Ya, saya mungkin kecapean. Hehehe.
Oya, untuk yang bertanya, bagaimana saya bisa bertahan di rumasakit tanpa bawa alat perang apa-apa, oh well, itu enaknya kampus berada di mall. Hahaha. Di hari Selasa, saya sempatkan beli celana dalam kertas dan sikat gigi. Pas hari Rabu ke kampus, saya sekalian beli kaos baru. Hari Kamisnya juga saya beli baju baru lagi. Jeans ya dipakai aja terus. Hahaha. Ya dibikin mudah aja, daripada dibikin ribet. Hihihi. (Dan, uhuk, kaos saya sekarang ukuran XS, uhuk. :p). Untuk tugas kuliah, ish, di kampus saya ada Multiplus. Jadi setiap sebelum ke kampus, saya ke sana dulu untuk print. Tapi mahal ya, ngeprint biasanya cuma seribu rupiah per halaman, di Multiplus masa 2000. Huks. Tapi tak apa. Namanya juga demiiii.. Hihihi.
Kamis pagi saya baru menyelesaikan paper UTS yang akan dikumpul malamnya. Selesai print langsung dikumpulkan dan akhirnya sebuah beban berat diangkat dari pundak saya. Yeehaw!! Nilainya mungkin akan keluar minggu depan. Nilai yang sudah ada baru satu saja. Hehehe. Doakan saya yaaaaa..
This post is intended to be longer, tapi saya ada janji sama Pak Irwan jam 3, dan sekarang sudah setengah 3. Haiiisss.. Baiklah saya pergi dulu ya, ntar malam mungkin kalau masih meger, saya lanjutkan. Hehehe.
Bottom line, saya bangga sama diri saya sendiri. Saya bangga saya bisa menjalani semua hingga tuntas dan tidak jadi menyerah di tengah. Tuhan baik sama saya, sekarang Ia sedang kasih pelangiNya. :) Saya nikmatin dulu yaaaa.. *Dengan segala hormat, pelangi yang saya maksud bukan Pak Irwan. Sekian. Hihihi. *dikeplak Pak Irwan*
Senyum dulu ah.. :)
Stronger!! I am.. :) - 1
Beberapa pengikut saya di Twitter (<-- kalimat ini kesannya saya punya sekte apa gitu ya..hihihi) mungkin kemarin capek dengan kicauan saya yang isinya sediiiiih terus. Hehehe. Pada akhirnya, di hari kesekian, saya memutuskan untuk tidak berkicau saja. Daripada berpotensi membuat orang sedih dengan kesedihan saya, maka kemudian saya diam mengalihkan emosi dengan BBM-BBM curhat. Hahaha. Sama aja si sebenarnya, tapi yang saya BBM cuma beberapa orang kok, itu juga mereka yang BBM duluan menanyakan kabar atau menyemangati. SUMPEEE!!! :p
I was pretty much in my lowest point recently. Saya lelah, saya tidak tahu apa yang salah, saya sebal sama diri saya, dan sebal sama keadaan. Untung tidak sampai sebal sama Tuhan. Ancur mina kalau sampai kejadian. Hehehe.
Minggu kemarin (dan kemarinnya lagi) saya sedang UTS di kampus. Yasalam itu tugas UTS bikin wikipedia article yang paling bikin saya senewen. Semua tugas lainnya jadi terpinggirkan karena berpikir harus goal wikipedia itu. Berat, karena saya tidak bisa sekedar mengumpulkan lalu mendapat nilai. Ini yang menilai adalah orang-orang wikipedia (yang saya ngga tahu siapa), dan nasib UTS saya tertambat di tangan mereka. Yaaaang, sehari sebelum printscreen diberikan di hari Senin, menghapus artikel saya dengan samina mina eey waka waka eey. Hadoh. Ketika tahu dihapus, saya diam, pasrah. Atau bingung lebih tepatnya. Hehehe. Kehilangan minat untuk urus toko juga karena stress duluan. Sudah, begitu doank stressnya?? Jangan sedih cyiiin, masih segambreng!!
Tugas UTS lainnya adalah juga paper (dari lima mata kuliah, hanya satu yang tertulis kayak tes biasa gitu, dan satu lagi one-on-one discussion). Pulang kuliah di hari Senin, masuk kamar bersiap mengerjakan tugas lainnya, tiba-tiba dapat telpon, bujendral masuk rumahsakit. YASALAAAAMMMM.. Apa lagi siiiih??? I was crying badly. Sebel sama keadaan. Kenapa semuanya kayak menyudutkan saya di saat yang samaaa??? Aaargh!!
Udah itu doank? Eits beloooom. Hehehe. Paragraf ini jika kemudian menjadi polemik, saya terima. Tapi ini blog saya, judulnya 'The Life Within." yang berarti apa-apa yang terjadi dalam hidup saya. Dan ini adalah bagian hidup saya, maka saya akan menuliskannya. Ya, untuk beberapa yang bertanya-tanya (dan kemudian ada yang berani menanyakan via BBM..hihihi...Halo Mbak Nia.. :p), saya pisah sama Aldi - suami saya. Setelah menikah 4.5tahun, akhirnya saya kalah dalam perjuangan menyatukan pemikiran, menguntai jalan. I'm not going to point out who's wrong here, dua-duanya salah. Saya tidak memenuhi ekspektasi Aldi, begitupun Aldi tidak memenuhi ekspektasi saya. Satu-satunya yang sama dari kami adalah bahwa kami sama-sama memiliki ekspektasi tinggi untuk membentuk pasangan sesuai keinginan. Dan itu salah. Ketika kemudian saya menyadari itu salah, semua sudah terlambat. Hati saya sudah jatuh dan terinjak dan tidak mungkin kembali ke bentuk semula. Sudah pecah, dan karenanya, saya memilih berdamai dengan diri sendiri dan berpisah.
Dan berkaitan dengan cerita sebelumya, di hari Selasa adalah pengadilan pertama dalam proses cerai kami. Bohong kalau saya bilang saya tidak kepikiran, tentu saya kepikiran. Saya akan melakukan sesuatu yang dibenci Tuhan. Apa yang bisa saya pertanggungjawabkan dari itu? Tapi keputusan ini sudah bulat. Menjadi dewasa adalah mampu menjalani keputusan yang saya buat sendiri, bertanggungjawab untuk hidup saya sendiri. Maka saya menjalankannya. Dan siapa yang pernah menyangka, justru dari ruang tunggu pengadilan itu, saya kemudian mengetahui saya adalah perempuan yang cukup kuat untuk terus bisa bertahan dalam apapun yang Tuhan berikan. Cobaan tidak akan melebihi kemampuan kalau kata Kak Jerzy. Maka Tuhan berikan saya banyak cobaan dalam waktu bersamaan berarti Tuhan berpikir saya cukup kuat untuk membuktikan itu. Dan apa yang lebih menyenangkan dari menyenangkan dan membuktikan kebenaran pemikiran Tuhan? Maka saya tersenyum. *yak, I sound like Pak Mikhael dosen Filsafat saya ya.. -___-"*
Pulang dari pengadilan, saya baru ke rumasakit. Saya terbiasa menemani bujendral setiap beliau masuk rumasakit, maka kali ini, walaupun belum dengan persiapan apa-apa, saya memutuskan untuk menginap menjaga beliau. Puji Tuhan, bujendral bukan tipe yang susah tidur sehingga beliau tetap bisa istirahat dengan baik sementara saya mengerjakan tugas sampai jam dua pagi setiap harinya. Perlahan tapi pasti saya mengembalikan kepingan diri saya yang sudah terserak. Saya mampu. Saya meyakini itu.
Hari Rabu itu akhirnya artikel kedua saya masuk wikipedia. Kali ini, sampai terakhir tadi saya cek, masih bertahan. Semoga akan terus berada di situ. Saya tahu saya kurang maksimal berusaha di artikel pertama. di artikel kedua ini saya jor-joran. Dalam doa malam saya ucapkan, "Kalau pun nanti kemudian artikel ini tertambat kembali, Tuhan. Saya akan berpasrah diri, tapi Kau tahu betapa aku sudah berusaha semaksimal mungkin, dan aku tahu, itu yang masuk perhitunganMu." He grant my wish. It is still there. Hopefully forever. Amin.
Sudah begitu ajah? Beloooom.. Masih ada Kamis kaaan. Hihihi.. Lanjut di bagian dua yaaa..
I was pretty much in my lowest point recently. Saya lelah, saya tidak tahu apa yang salah, saya sebal sama diri saya, dan sebal sama keadaan. Untung tidak sampai sebal sama Tuhan. Ancur mina kalau sampai kejadian. Hehehe.
Minggu kemarin (dan kemarinnya lagi) saya sedang UTS di kampus. Yasalam itu tugas UTS bikin wikipedia article yang paling bikin saya senewen. Semua tugas lainnya jadi terpinggirkan karena berpikir harus goal wikipedia itu. Berat, karena saya tidak bisa sekedar mengumpulkan lalu mendapat nilai. Ini yang menilai adalah orang-orang wikipedia (yang saya ngga tahu siapa), dan nasib UTS saya tertambat di tangan mereka. Yaaaang, sehari sebelum printscreen diberikan di hari Senin, menghapus artikel saya dengan samina mina eey waka waka eey. Hadoh. Ketika tahu dihapus, saya diam, pasrah. Atau bingung lebih tepatnya. Hehehe. Kehilangan minat untuk urus toko juga karena stress duluan. Sudah, begitu doank stressnya?? Jangan sedih cyiiin, masih segambreng!!
Tugas UTS lainnya adalah juga paper (dari lima mata kuliah, hanya satu yang tertulis kayak tes biasa gitu, dan satu lagi one-on-one discussion). Pulang kuliah di hari Senin, masuk kamar bersiap mengerjakan tugas lainnya, tiba-tiba dapat telpon, bujendral masuk rumahsakit. YASALAAAAMMMM.. Apa lagi siiiih??? I was crying badly. Sebel sama keadaan. Kenapa semuanya kayak menyudutkan saya di saat yang samaaa??? Aaargh!!
Udah itu doank? Eits beloooom. Hehehe. Paragraf ini jika kemudian menjadi polemik, saya terima. Tapi ini blog saya, judulnya 'The Life Within." yang berarti apa-apa yang terjadi dalam hidup saya. Dan ini adalah bagian hidup saya, maka saya akan menuliskannya. Ya, untuk beberapa yang bertanya-tanya (dan kemudian ada yang berani menanyakan via BBM..hihihi...Halo Mbak Nia.. :p), saya pisah sama Aldi - suami saya. Setelah menikah 4.5tahun, akhirnya saya kalah dalam perjuangan menyatukan pemikiran, menguntai jalan. I'm not going to point out who's wrong here, dua-duanya salah. Saya tidak memenuhi ekspektasi Aldi, begitupun Aldi tidak memenuhi ekspektasi saya. Satu-satunya yang sama dari kami adalah bahwa kami sama-sama memiliki ekspektasi tinggi untuk membentuk pasangan sesuai keinginan. Dan itu salah. Ketika kemudian saya menyadari itu salah, semua sudah terlambat. Hati saya sudah jatuh dan terinjak dan tidak mungkin kembali ke bentuk semula. Sudah pecah, dan karenanya, saya memilih berdamai dengan diri sendiri dan berpisah.
Dan berkaitan dengan cerita sebelumya, di hari Selasa adalah pengadilan pertama dalam proses cerai kami. Bohong kalau saya bilang saya tidak kepikiran, tentu saya kepikiran. Saya akan melakukan sesuatu yang dibenci Tuhan. Apa yang bisa saya pertanggungjawabkan dari itu? Tapi keputusan ini sudah bulat. Menjadi dewasa adalah mampu menjalani keputusan yang saya buat sendiri, bertanggungjawab untuk hidup saya sendiri. Maka saya menjalankannya. Dan siapa yang pernah menyangka, justru dari ruang tunggu pengadilan itu, saya kemudian mengetahui saya adalah perempuan yang cukup kuat untuk terus bisa bertahan dalam apapun yang Tuhan berikan. Cobaan tidak akan melebihi kemampuan kalau kata Kak Jerzy. Maka Tuhan berikan saya banyak cobaan dalam waktu bersamaan berarti Tuhan berpikir saya cukup kuat untuk membuktikan itu. Dan apa yang lebih menyenangkan dari menyenangkan dan membuktikan kebenaran pemikiran Tuhan? Maka saya tersenyum. *yak, I sound like Pak Mikhael dosen Filsafat saya ya.. -___-"*
Pulang dari pengadilan, saya baru ke rumasakit. Saya terbiasa menemani bujendral setiap beliau masuk rumasakit, maka kali ini, walaupun belum dengan persiapan apa-apa, saya memutuskan untuk menginap menjaga beliau. Puji Tuhan, bujendral bukan tipe yang susah tidur sehingga beliau tetap bisa istirahat dengan baik sementara saya mengerjakan tugas sampai jam dua pagi setiap harinya. Perlahan tapi pasti saya mengembalikan kepingan diri saya yang sudah terserak. Saya mampu. Saya meyakini itu.
Hari Rabu itu akhirnya artikel kedua saya masuk wikipedia. Kali ini, sampai terakhir tadi saya cek, masih bertahan. Semoga akan terus berada di situ. Saya tahu saya kurang maksimal berusaha di artikel pertama. di artikel kedua ini saya jor-joran. Dalam doa malam saya ucapkan, "Kalau pun nanti kemudian artikel ini tertambat kembali, Tuhan. Saya akan berpasrah diri, tapi Kau tahu betapa aku sudah berusaha semaksimal mungkin, dan aku tahu, itu yang masuk perhitunganMu." He grant my wish. It is still there. Hopefully forever. Amin.
Sudah begitu ajah? Beloooom.. Masih ada Kamis kaaan. Hihihi.. Lanjut di bagian dua yaaa..
Mar 21, 2012
Mar 19, 2012
Mar 17, 2012
Tambahan 'Tentang Memaafkan'..
Habis baca blog saya, Kaka Jerzy mengingatkan, katanya kalau sudah bilang memaafkan maka harus melupakan, biar ga ungkit-ungkit lagi. Well here's the thing.
Kalau sayaaaa, kalau saya lho ya, cenderung tidak bisa melupakan. Hahaha. Yeaaaa, call me shallow.
Tidak bisa melupakan berarti tidak benar-benar memaafkan? Mmmm, ya ngga gitu juga.
Saya memaafkan. Tapi melupakan itu hal lain. Mengingat, ya pasti. Mengungkit, tergantung.
NAH LHO!! *jeng jeng jeng jeeeeeng... zoom in zoom out zoom in zoom out*
Kenapa harus dilupakan ya? Sesederhana biar ngga ungkit lagi?
Oh well, saya mengingat karena itu jadi pembelajaran untuk saya; untuk tidak melakukan kesalahan yang sama yang menyakiti orang lain (atau diri sendiri). Dan apa saya mau mempermudah orang yang menyakiti saya dengan memaafkan lalu melupakan (dengan cepat habis tuntas)? Sejujurnya, tidak.
Perasaan, kepercayaan, penghormatan itu harus diperjuangkan dan dijaga. Sudah diperjuangkan tapi tidak dijaga? You'll lose'em. Tidak diperjuangkan dan tidak dijaga? Ke laut aja. You're not worth my time. Hihihi. Itu yang saya, miu, dan Mbak Wulan sebut dengan 'relasi'. Relasi itu harus dijaga. Kalau tidak bisa jaga relasi ya tidak usah berelasi. Bisa? :)
Jadi saat orang menyakiti saya (sampai sebegitu dalam), pilihannya dua, saya yang menyelamatkan diri dengan diam dan tidak berhubungan lagi (believe me, I'm good in this. :p) atau saya memberitahu orangnya kalau dia sudah menyakiti saya. Nah kalau sudah dikasihtahu dan tetap tidak merasa salah ya sudah, tinggalkan. Orang itu seperti awan, kadang beberapa harus disingkirkan untuk bisa membuat sinar matahari masuk dan hari jadi cerah. Maka kalau memang mereka ga pantas, saya tidak pernah takut untuk melepaskan. Baik untuk mereka, baik untuk saya, baik untuk dunia. MERDEKA!! *iki opoooo??* -___-"
Saya tidak mengungkit? Bisa saja. Kalau orangnya tidak melakukan kesalahan yang sama, kenapa harus diungkit toh? Tapi kalau orangnya melakukan kesalahan yang sama, saya mengungkit. Itu pengingatan kembali bahwa 'Hey, kamu dulu pernah giniin aku lhoo..I told you I was hurt..Kenapa sekarang diulangi?'. Bagi saya itu lebih penting, daripada saya menahannya keras-keras dalam hati dan sakit sendiri. Ih enak aja!! Sakit ya bagi-bagi donk. Kalau Coldstone rhum baru dimakan sendiri. *HLAH*
Mengingat perkataan teman SMA saya, Hanna, ada istilah "forgiven not forgotten". Nah itu istilah yang tepat. Forgiven, not forgotten. Dimaafkan tapi tidak dilupakan. :)
Etapi ini pendapat saya lho yaaaa, kalau yang lain bisa memaafkan dan melupakan sehingga ga (ada keinginan untuk) ungkit-ungkit lagi, go on. It's good. Saya angkat topidan lemari. You're half angel!! Kalau saya 333 <-- half devil. Hihihi. Dah ah jangan serius-serius. Selamat berhari Sabtu yaaaaa.
Sabbe satta bhavantu sukhitatta.. :)
Sadhu sadhu sadhu.
Senyum dulu ah.. :)
Kalau sayaaaa, kalau saya lho ya, cenderung tidak bisa melupakan. Hahaha. Yeaaaa, call me shallow.
Tidak bisa melupakan berarti tidak benar-benar memaafkan? Mmmm, ya ngga gitu juga.
Saya memaafkan. Tapi melupakan itu hal lain. Mengingat, ya pasti. Mengungkit, tergantung.
NAH LHO!! *jeng jeng jeng jeeeeeng... zoom in zoom out zoom in zoom out*
Kenapa harus dilupakan ya? Sesederhana biar ngga ungkit lagi?
Oh well, saya mengingat karena itu jadi pembelajaran untuk saya; untuk tidak melakukan kesalahan yang sama yang menyakiti orang lain (atau diri sendiri). Dan apa saya mau mempermudah orang yang menyakiti saya dengan memaafkan lalu melupakan (dengan cepat habis tuntas)? Sejujurnya, tidak.
Perasaan, kepercayaan, penghormatan itu harus diperjuangkan dan dijaga. Sudah diperjuangkan tapi tidak dijaga? You'll lose'em. Tidak diperjuangkan dan tidak dijaga? Ke laut aja. You're not worth my time. Hihihi. Itu yang saya, miu, dan Mbak Wulan sebut dengan 'relasi'. Relasi itu harus dijaga. Kalau tidak bisa jaga relasi ya tidak usah berelasi. Bisa? :)
Jadi saat orang menyakiti saya (sampai sebegitu dalam), pilihannya dua, saya yang menyelamatkan diri dengan diam dan tidak berhubungan lagi (believe me, I'm good in this. :p) atau saya memberitahu orangnya kalau dia sudah menyakiti saya. Nah kalau sudah dikasihtahu dan tetap tidak merasa salah ya sudah, tinggalkan. Orang itu seperti awan, kadang beberapa harus disingkirkan untuk bisa membuat sinar matahari masuk dan hari jadi cerah. Maka kalau memang mereka ga pantas, saya tidak pernah takut untuk melepaskan. Baik untuk mereka, baik untuk saya, baik untuk dunia. MERDEKA!! *iki opoooo??* -___-"
Saya tidak mengungkit? Bisa saja. Kalau orangnya tidak melakukan kesalahan yang sama, kenapa harus diungkit toh? Tapi kalau orangnya melakukan kesalahan yang sama, saya mengungkit. Itu pengingatan kembali bahwa 'Hey, kamu dulu pernah giniin aku lhoo..I told you I was hurt..Kenapa sekarang diulangi?'. Bagi saya itu lebih penting, daripada saya menahannya keras-keras dalam hati dan sakit sendiri. Ih enak aja!! Sakit ya bagi-bagi donk. Kalau Coldstone rhum baru dimakan sendiri. *HLAH*
Mengingat perkataan teman SMA saya, Hanna, ada istilah "forgiven not forgotten". Nah itu istilah yang tepat. Forgiven, not forgotten. Dimaafkan tapi tidak dilupakan. :)
Etapi ini pendapat saya lho yaaaa, kalau yang lain bisa memaafkan dan melupakan sehingga ga (ada keinginan untuk) ungkit-ungkit lagi, go on. It's good. Saya angkat topi
Sabbe satta bhavantu sukhitatta.. :)
Sadhu sadhu sadhu.
Senyum dulu ah.. :)
Tentang memaafkan.. And bla bla..
Apa yang membuat hidup lebih mudah? Katanya, memaafkan.
Siapa saja yang harus dimaafkan? Katanya, semua orang dan diri sendiri.
Kapan waktu yang tepat untuk bisa memaafkan? Katanya, sekarang.
Di mana harus memaafkan? Katanya, di dalam hati, di dalam senyum, di dalam penghidupan.
Kenapa harus memaafkan? Katanya, karena membuat hidup menjadi lebih ringan.
Bagaimana cara memaafkan? Katanya, dengan tersenyum dan mengikhlaskan.
Dan katanya itu mudah. :)
Senyum dulu ah.. :)
NOTE: Dan katanya mudah itu katanya siapaaaaaaa??? HAAAAH??? *drama* :p
Anyhoo, several tweets (coming from one person) yang akhir-akhir ini selalu bisa bikin saya senyum. :)
Ah, Mas Will selalu berhasil membuat saya tersenyum.. :)
*peyuk2 karate kid* :p
Senyum dulu ah.. :)
Siapa saja yang harus dimaafkan? Katanya, semua orang dan diri sendiri.
Kapan waktu yang tepat untuk bisa memaafkan? Katanya, sekarang.
Di mana harus memaafkan? Katanya, di dalam hati, di dalam senyum, di dalam penghidupan.
Kenapa harus memaafkan? Katanya, karena membuat hidup menjadi lebih ringan.
Bagaimana cara memaafkan? Katanya, dengan tersenyum dan mengikhlaskan.
Dan katanya itu mudah. :)
Senyum dulu ah.. :)
NOTE: Dan katanya mudah itu katanya siapaaaaaaa??? HAAAAH??? *drama* :p
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Anyhoo, several tweets (coming from one person) yang akhir-akhir ini selalu bisa bikin saya senyum. :)
"Saying "I'M SORRY" doesn't automatically fix everything. apologies can't fix a broken heart .."
"If someone you love breaks your heart, keep moving on. It'll get better, and you'll get stronger."
"Life is too short to worry about haters. They don't deserve to be an issue in your life. Think about the people who love and support you"
"You can't change people, either accept who they are or start living life without them."
"Its hard to trust someone the second time around after they already gave you one reason not to trust them"
"Always forgive your enemies - nothing annoys them more."
See his tweets??!! See!!
They're all coming froooom WILL SMITH!! Tadaaaa!! Hahaha. (Ya ga peduli sih kalau pun dia pake admin, yang penting tweetnya oke. Hehehe). Sekali saya melihat tweetnya yang diretweet oleh orang lain dan langsung mencandu setelahnya. He's the man!! Another tweets yang witty (and true), here. :)
"A fake boyfriend will put a lock on his phone. A real boyfriend will say "hey baby, can you read that text for me"." - apipiuuuww!!
"I wanna write "I miss you" on a rock and throw it at your face so you know how much it hurts to miss you." - LOL
'I like hanging around people who are happy and positive. Nobody likes to be with people who are always complaining." - Noh mbaknyaaa, noooh. Ini spesial untuk mbaknyaaa.. :p
"Don't let the shadows of yesterday spoil the sunshine of tomorrow. Live for today." - NOTED!!
"Don't waste your time on someone who isn't willing to waste their time on you" - ISH!!
"Don’t expect too much. It’s always better to feel surprised than to feel disappointed." - CATET!!
"Calling someone fake won’t make you real. Calling someone ugly won’t make you pretty. Calling someone stupid won’t make you smart." - *prok prok prok*
Ah, Mas Will selalu berhasil membuat saya tersenyum.. :)
*peyuk2 karate kid* :p
Senyum dulu ah.. :)
Mar 15, 2012
Permintaan Pertanggungjawaban..
Dan apa lah yang lebih menyedihkan bagi seorang photoshopper ketika pagi-pagi menemukan fakta bahwa file photoshopnya sudah hilang dari flashdisk.
HAAAH!! HAAAH!! Gimana mau kerja???
Analisa: Pas diquarantine di komputernya Pak Irwan pasti ilang ni.. Pak Irwan!! Tanggongjawaaaaab!!
*nangis kejer*
:(
Ga pake senyum dulu ah!!
Grrrhhh!!!
*mengunduh file baru dengan hati pedih*
*pukpuk Samuel yang kena timpaan emosi pagi-pagi*
Maaaaaaafff... :'(
Mar 9, 2012
Give up..
"You know, saat sebuah ekstensi bisnis is drivin u crazy the whole time, mungkin ini kode Tuhan untuk aku berpikir ulang ya apakah harus memertahankannya atau engga"
"My opinion is maybe it's the temptation from God to know your seriousness in carrying out your business. :)"
"Hmmm.. I've been thinking the same way as yours and this is the third obstacle in the business. First one, I got up. Second, I'm standing still. Third? Mmmm. I don't think so. It's just overwhelming."
"Just do your best and let God do the rest. :)"
Itu BBM-an saya sama Mas Samuel. Kalau kata twitteran twitterawati: PECAAHHH!! <-- I don't know what the exact meaning ya, but it's just like the appropriate word for the condition. Hahaha. *toyorBulan*
And though I sound so desperate, fact is I'm not. Yeah of course I'm down with this kinda thing which has been drivin me craaazzzyyyy the whole time, tapi ngga sedesperate itu kok. Lama-lama terbiasa. Namanya juga bisnis. :D Cuma perlu berdoa dan menerka apa yang dimauin Tuhan. Hehehe.
Dan untuk pak tukang yang sekarang seneng beneeeerrr ngebacain blog saya, easy, ini bukan lagi ngomongin Moonaddict kok. We're good, Pak. We're good. Bear with me ya.. :))))
Senyum dulu ah.. :)
"My opinion is maybe it's the temptation from God to know your seriousness in carrying out your business. :)"
"Hmmm.. I've been thinking the same way as yours and this is the third obstacle in the business. First one, I got up. Second, I'm standing still. Third? Mmmm. I don't think so. It's just overwhelming."
"Just do your best and let God do the rest. :)"
Itu BBM-an saya sama Mas Samuel. Kalau kata twitteran twitterawati: PECAAHHH!! <-- I don't know what the exact meaning ya, but it's just like the appropriate word for the condition. Hahaha. *toyorBulan*
And though I sound so desperate, fact is I'm not. Yeah of course I'm down with this kinda thing which has been drivin me craaazzzyyyy the whole time, tapi ngga sedesperate itu kok. Lama-lama terbiasa. Namanya juga bisnis. :D Cuma perlu berdoa dan menerka apa yang dimauin Tuhan. Hehehe.
Dan untuk pak tukang yang sekarang seneng beneeeerrr ngebacain blog saya, easy, ini bukan lagi ngomongin Moonaddict kok. We're good, Pak. We're good. Bear with me ya.. :))))
Senyum dulu ah.. :)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mar 8, 2012
OH MY!! ARE YOU SURE??
Saya baru selesai jadi agen perjalanan untuk trio kwek kwek (saya, Miu Arie, dan Uni Eva). Mewujudkan impian kami jalan bareng lagi setelah terakhir Viet Nam untuk kami bertiga dan Jepang untuk miu dan uni berdua. Melihat-lihat kalender, inget-inget jadwal (kuliah..uhuk!!), obrolan singkat sana sini akhirnya diputuskanlah waktu yang tepat untuk kami berangkat.
Saya bukan tipe yang suka berburu tiket murah sebenarnya. Eh maksudnya suka tiket murah tapi ga suka berburunya. :p. Karena berburu tiket murah itu kayak adrenaline rush. Belum lagi kalau tiba-tiba koneksi BBM (yang menyatukan kami) lemot sementara tiket menunggu untuk diconfirm, wuiiih, jumpalitan. Hahaha. Jadi biasanya saya dengan senyum manis menyerahkan tampuk perjuangan ke teman seperjalanan (kecuali kalau cuma jalan berdua, atau kalau tidak tiket promo). Kekeke. Cuma karena kali ini saya yang lagi ON depan netbook, jadilah saya yang bergerilya.
Langsung bikin conference di BBM, uni sempat menghilang beberapa saat, padahal beberapa pertanyaan harus personal ditujukan ke uni karena hanya uni yang terikat dengan pekerjaan kantoran dan hanya uni yang paspornya mepet waktu kadaluarsa. Hahaha. Panikoooo!! Tapi akhirnya diputuskan untuk cuss ini itu dari komunikasi saya dan miu dan tiba-tiba uni nongol lagi. Apose kokondao ni si uni?? *tung!*.
Perjuangan pertama: GAGAL. Tetiba blank page. Huaaaah. Menye-menye.
Perjuangan kedua: alhamdulillah lancar.
Tapi kalian harus tahu bagaimana ada rasa 'serrrr' setiap kali halaman akan berganti, atau setiap kali saya klik tombol 'next'. Oh em ji!! Daras doa gitu tiap mau klik. -___-"
Dan selama proses pemesanan, saya jadi ngakak sendiri membayangkan apa yang akan dikatakan sebuah mesin pemesanan tiket jikasaya kami yang memesan.
Baggage (depart):
Bulan - NONE = are you sure you don't want to bring any bag?
Miu - 15kg = ah, your friend here is smart..
Uni - 15kg = they know what they need, for sure. Errr, you sure you don't want to bring any bag, Bulan?
Baggage (return):
Bulan - NONE = WTH?? You're not shopping?? Like, extra?
Miu - 20kg = See, she got the point!!
Uni - 15kg = She might be a saver, but she's being logical. You sure you don't want to click to at least the 15kg option, Bulan?
Travel Insurance:
Bulan - NO = OH MY!! What's wrong with this woman??
Miu - NO = Oh now your friend is agreeing with you. *sigh*
Uni - NO = WHAT???
Seating Option:
Bulan - NO = For Lord's sake, it's just five dollar!!
Miu - NO = SEE!!
Uni - NO = I smell conspiracy here!!
Sports Equipment Carrier:
Bulan - NO = I KNEW IT!!
Miu - NO = Ay yay yay..
Uni - NO = Three of you not athletes, I know. But doing sport is ..... ah nevermind.
Hihihi. Maaf ya mesin pemesanan, kan kami berhemaaaat.. Besides, setelah saya cek jam keberangkatan dan kepulangan di tiket, ah, you give us no choice laaaah. Mentang-mentang backpacker dikasih jadwal berangkat 00.30 (pagi buta) dan balik sampai Indonesia 23.35 (buta malam). Ajaib bener jamnya. Hihihi.
Senyum dulu ah.. :) *toel-toel dagu mesin pemesanan*
Saya bukan tipe yang suka berburu tiket murah sebenarnya. Eh maksudnya suka tiket murah tapi ga suka berburunya. :p. Karena berburu tiket murah itu kayak adrenaline rush. Belum lagi kalau tiba-tiba koneksi BBM (yang menyatukan kami) lemot sementara tiket menunggu untuk diconfirm, wuiiih, jumpalitan. Hahaha. Jadi biasanya saya dengan senyum manis menyerahkan tampuk perjuangan ke teman seperjalanan (kecuali kalau cuma jalan berdua, atau kalau tidak tiket promo). Kekeke. Cuma karena kali ini saya yang lagi ON depan netbook, jadilah saya yang bergerilya.
Langsung bikin conference di BBM, uni sempat menghilang beberapa saat, padahal beberapa pertanyaan harus personal ditujukan ke uni karena hanya uni yang terikat dengan pekerjaan kantoran dan hanya uni yang paspornya mepet waktu kadaluarsa. Hahaha. Panikoooo!! Tapi akhirnya diputuskan untuk cuss ini itu dari komunikasi saya dan miu dan tiba-tiba uni nongol lagi. Apose kokondao ni si uni?? *tung!*.
Perjuangan pertama: GAGAL. Tetiba blank page. Huaaaah. Menye-menye.
Perjuangan kedua: alhamdulillah lancar.
Tapi kalian harus tahu bagaimana ada rasa 'serrrr' setiap kali halaman akan berganti, atau setiap kali saya klik tombol 'next'. Oh em ji!! Daras doa gitu tiap mau klik. -___-"
Dan selama proses pemesanan, saya jadi ngakak sendiri membayangkan apa yang akan dikatakan sebuah mesin pemesanan tiket jika
Baggage (depart):
Bulan - NONE = are you sure you don't want to bring any bag?
Miu - 15kg = ah, your friend here is smart..
Uni - 15kg = they know what they need, for sure. Errr, you sure you don't want to bring any bag, Bulan?
Baggage (return):
Bulan - NONE = WTH?? You're not shopping?? Like, extra?
Miu - 20kg = See, she got the point!!
Uni - 15kg = She might be a saver, but she's being logical. You sure you don't want to click to at least the 15kg option, Bulan?
Travel Insurance:
Bulan - NO = OH MY!! What's wrong with this woman??
Miu - NO = Oh now your friend is agreeing with you. *sigh*
Uni - NO = WHAT???
Seating Option:
Bulan - NO = For Lord's sake, it's just five dollar!!
Miu - NO = SEE!!
Uni - NO = I smell conspiracy here!!
Sports Equipment Carrier:
Bulan - NO = I KNEW IT!!
Miu - NO = Ay yay yay..
Uni - NO = Three of you not athletes, I know. But doing sport is ..... ah nevermind.
Hihihi. Maaf ya mesin pemesanan, kan kami berhemaaaat.. Besides, setelah saya cek jam keberangkatan dan kepulangan di tiket, ah, you give us no choice laaaah. Mentang-mentang backpacker dikasih jadwal berangkat 00.30 (pagi buta) dan balik sampai Indonesia 23.35 (buta malam). Ajaib bener jamnya. Hihihi.
Senyum dulu ah.. :) *toel-toel dagu mesin pemesanan*
Mar 7, 2012
Haha Hmmm..
Pak Tukang: Non Bulan kok tambah kurus ya? Jadi kecil begitu.
Me: Kayaknya iya ya pak, baju ini dulu ga selonggar ini soalnya.
Pak Tukang: Iya non, pucet lagi.
Me: Oya? Padahal ga lagi sakit lho pak.
Pak Tukang: Kecapean kali ya non. Ga sadar, ga dipikirin. Pake kuliah si. Uda ga usa kuliah non, bikin capek.
Me: *ngakak*
A friend: Gimana ya rasanya jadi kamu, Bulan?
Me: Ha?
A friend: Iya, gimana ya rasanya jadi kamu, ga punya temen sharing. Kasian.
Me: *bengong*
A friend: Iya kan kasian kamu kalau mau cerita-cerita ga ada temen.
Me: *senyum manis*
--> Cowok-cowok sekarang rempong ya. Itu yang ngomong lalaki lho. :D Dan kenapa saya ga jawab? Karena ga penting. Hehehe. I'm saving myself. Monggo masnya mau berpikir apa ya monggo.. Hihihi..
Hiyuuuuk...
Senyum dulu ah. :)
Me: Kayaknya iya ya pak, baju ini dulu ga selonggar ini soalnya.
Pak Tukang: Iya non, pucet lagi.
Me: Oya? Padahal ga lagi sakit lho pak.
Pak Tukang: Kecapean kali ya non. Ga sadar, ga dipikirin. Pake kuliah si. Uda ga usa kuliah non, bikin capek.
Me: *ngakak*
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
A friend: Gimana ya rasanya jadi kamu, Bulan?
Me: Ha?
A friend: Iya, gimana ya rasanya jadi kamu, ga punya temen sharing. Kasian.
Me: *bengong*
A friend: Iya kan kasian kamu kalau mau cerita-cerita ga ada temen.
Me: *senyum manis*
--> Cowok-cowok sekarang rempong ya. Itu yang ngomong lalaki lho. :D Dan kenapa saya ga jawab? Karena ga penting. Hehehe. I'm saving myself. Monggo masnya mau berpikir apa ya monggo.. Hihihi..
Eh sekarang jadi kepikiran, jangan-jangan omongan itu kode dia mau jadi 'temen sharing' saya ya.
Hahahaha. You got the wrong woman, man. I'm not reading such code.
I'm more to ... communicating.
So please do ... communicate.
:)
Hiyuuuuk...
Senyum dulu ah. :)
Mmmm... Mmmm... Mmmm...
00.12
Ngobrol sama Bli Ananta via YM sambil online browsing kacamata..
Me: oh em jiiiii yang aku mau glassesnya, ternyata ada tokonya di plangi.. oh em ji.. gawat!!!
Him: nah lo. ini kayaknya bakal beli
Me: IYAAAAA....
Him: dicari-cari alasan, disesali, tapi kemudian dimaklumi
Me: dan aku baca di bls2an komen dia sm calon pelanggannya, buset ni org baik bener
Him: karena alasannya menyenangkan, penting dan berguna
Me: dia juga jual di kaskus dan brg dkrm br bayar..
Me: HEH!!! biarin keeeeeeeeeeeeek....
Him: :))
Dan dengan demikianlah kemudian siBulan ini membuat janji dengan penjualnya untuk ketemu besok di Plangi dan beliau mau menjembreng koleksi kacamata cat eye-nya.
REMBULAN INDIRA SOETRISNOOOOO!!!!
KATANYA MAU NABUUUUNGGG!!! *pentungpentungpentung!!*
Hihihihi... *garuk garuk kepala yang tak gatal*
In my defense: I've been working hard banget loh dua bulan ini, don't I deserve a pair of glasses which I want badly? *kedip kedip manis manja*
Oke, another thought, kalo uangnya uda kepake (cukup besar) buat beli framenya (ahem), jadi ini ganti lensa ke minusnya bagemana deh?? Nunggu uang hura-hura bulan depan gitu??? Lah sama aja ga bisa dipake cepet donk ya?? Huaaaaaaaaaaaaaaa.... *glosor glosor*
Apa .... errr .... bobok tabungan??
Eaaaaaa... :))) *pikupiku dagu*
Senyum dulu ah.. :)
01.50
Dan gimana bisa tidur kalau browsing jalan terus dan malah menemukan ini:
GEE!!! Pengeeeeeeeeenn!! 10 poundsterling ajaaaah.. Dan ongkirnya brapaaaa?? 10 poundsterling lagiii.. Yasalam, bagaimana banget deh ini godaan. :(
*kekep KlikBCA kenceng-kenceng*
Hihihi. Ga, ga, tenang aja, the usual me, akan pikir beribu kali kok kalau beli barang fancy gini, apalagi dari luar negeri. Ntar saat udah memutuskan 'IYA' nah barangnya uda habis atau laku biasanya. Selamat lah isi dompet. Hihihi.
Senyum dulu ah.. :)
Ngobrol sama Bli Ananta via YM sambil online browsing kacamata..
Me: oh em jiiiii yang aku mau glassesnya, ternyata ada tokonya di plangi.. oh em ji.. gawat!!!
Him: nah lo. ini kayaknya bakal beli
Me: IYAAAAA....
Him: dicari-cari alasan, disesali, tapi kemudian dimaklumi
Me: dan aku baca di bls2an komen dia sm calon pelanggannya, buset ni org baik bener
Him: karena alasannya menyenangkan, penting dan berguna
Me: dia juga jual di kaskus dan brg dkrm br bayar..
Me: HEH!!! biarin keeeeeeeeeeeeek....
Him: :))
Dan dengan demikianlah kemudian siBulan ini membuat janji dengan penjualnya untuk ketemu besok di Plangi dan beliau mau menjembreng koleksi kacamata cat eye-nya.
REMBULAN INDIRA SOETRISNOOOOO!!!!
KATANYA MAU NABUUUUNGGG!!! *pentungpentungpentung!!*
Hihihihi... *garuk garuk kepala yang tak gatal*
In my defense: I've been working hard banget loh dua bulan ini, don't I deserve a pair of glasses which I want badly? *kedip kedip manis manja*
Oke, another thought, kalo uangnya uda kepake (cukup besar) buat beli framenya (ahem), jadi ini ganti lensa ke minusnya bagemana deh?? Nunggu uang hura-hura bulan depan gitu??? Lah sama aja ga bisa dipake cepet donk ya?? Huaaaaaaaaaaaaaaa.... *glosor glosor*
Apa .... errr .... bobok tabungan??
Eaaaaaa... :))) *pikupiku dagu*
Senyum dulu ah.. :)
01.50
Dan gimana bisa tidur kalau browsing jalan terus dan malah menemukan ini:
![]() |
| Asos.com |
GEE!!! Pengeeeeeeeeenn!! 10 poundsterling ajaaaah.. Dan ongkirnya brapaaaa?? 10 poundsterling lagiii.. Yasalam, bagaimana banget deh ini godaan. :(
*kekep KlikBCA kenceng-kenceng*
Hihihi. Ga, ga, tenang aja, the usual me, akan pikir beribu kali kok kalau beli barang fancy gini, apalagi dari luar negeri. Ntar saat udah memutuskan 'IYA' nah barangnya uda habis atau laku biasanya. Selamat lah isi dompet. Hihihi.
Senyum dulu ah.. :)
Mar 6, 2012
Ah, l'ambiance..
Pic taken March 5, 2012 - 14.27
Edited PixTrix - Warm Contrast
And yes, those kabel listrik mengganggu sangat. :p
And now this!!
This video (errr..the song actually) got to be in my blog!!
Selesai kuliah jam setengah sepuluh malam gara-gara berempat di kelas sibuk mellow2an dengar lagu ini. :)))
Ah, the ambiance..
*senyum senyum ga jelas* :)))
Senyum dulu ah.. :)
Mar 5, 2012
Esek-esek?? Hihihi..
Oke, jadi sekarang saya sudah di kelas. Tapi bukan itu yang mau saya ceritakan. Yang mau diceritakan di sini adalah apa yang saya lakukan (dan saya lihat dan rasakan) sebelum kuliah hari ini. Hehehe.
Tadi saya datang kecepetan (seperrrttiii biasssaaaa.. *nyanyi*). Dua jam lebih cepat gitu. Hahaha. Sebenernya bisa sih saya bertahan di workshop sampe sore, cuma daripada datang ke kampusnya telat kan mending kecepetan bukaaaaan??? *mencari pembenaran* :p
Nah karena datangnya kecepetan, saya jadi bingung mau ngapain. Akhirnya ke kedai kopi yang satu gedung sama kampus ini. Minum sebentar lalu ngerasa badan ngga enak. Sudah waktunya saya massage rupanya. Ngeliat jam, masih ada waktu, jadi ciao lah saya nyari tempat massage atau refleksiologi (masih di gedung yang sama ini), dapat satu. Masuk dan uda mulai senyam senyum.
Di meja penerimaan, saya disambut dua mbak-mbak yang ga ramah. Ya uda lah ya, mungkin mereka capek. Tapi di atas meja penerimaan itu ada buletan-buletan, yang kayak magnet untuk di whiteboard itu, dengan nama-nama perempuan di setiap magnet. Puspita, Loli, Riana, Diana. Ihiy. Ada apa ini?? :p
Saya pesan refleksiologi untuk satu jam dan kemudian diantar masuk. Pas masuk, tiba-tiba saya melihat bapak-bapak keluar ruang dengan tulisan "Kamar Mandi" di depannya dengan memakai handuk saja. Ayay yay yay yaaaay. :D Lalu saya dioper ke mas-mas yang tinggi besar, hitam, dan agak beringas gitu mimik mukanya. Maafkan ni, bukan maksud main fisik, cuma kan namanya pertemuan pertama yang dilihat ya fisik gituh. Hihihi. *ngeles*. Nah saya sempat mikir, "Ini mas yang akan ngerefleksi??" Eh ternyata engga, siBulan terlalu GR. Hahaha. Mas-mas itu hanya mengantarkan saya ke sebuah bilik. Eh lho lho. Refleksiologi kan? Kok pake bilik? NAH!! Jeng jeeeeng!!
Saya masuk ke sebuah bilik lalu mas-masnya bilang "Ganti dulu ya mbak.." dan literally, wajah saya bengong ngeliat dia (tapi dia langsung berlalu, meninggalkan saya dalam kebingungan. Hiks!). Ini refleksiologi kan? Bukan pijat kan? Kok pake ganti baju? Udah gitu saya melihat di ujung ranjang (jisss, pake kata 'ranjang' aja uda kesannya gimana gitu.. :D) gada kain whatsoever. Adanya handuk. Nah, jadi berpikir, jadi ganti baju terus pake anduk doank gitu? Beneran ni refleksiologi pake lepas baju??? Karena belum yakin jadi saya bengong aja, malah Twitteran. Lalalala. Hihihi. Sampai kemudian seorang mbak-mbak yang ramah masuk dan minta saya ganti baju dan pake anduk itu. HAH?! Beneran?? Jeng jeeeeng!!
Saya lepas baju dan cuma pake bra dan celana dalam dan tiba-tiba mbaknya bilang, "Dilepas aja semua kak." Uwoooh, yaudalahya, kadung. Hihihi. Jadi lepas semuanya. Sok lah mbak, mau diapain juga sok lah. Hahaha. Lalu saya tengkurep dan apa yang saya dengaaaarrr??? Di bilik sebelah terdengarlah "Bapak mau mandi dulu, Pak?" diucapkan dengan nada agak mendesah. Aih mateeeee!! Hahahaha. Saya uda nahan cekikikan banget tu, ga enak sama mbak yang lagi mijet saya.
Pijitannya gimana?
Was it good?
It waassss.
Was it special??
Too bad, no. :( Enak tapi ya biasa aja, beberapa spot malah dia miss (jisss, pake kata 'spot' lagi..hihihi).
Uda gitu, beda dengan pijat yang biasanya dimulai dari kaki, di tempat ini pijat dimulai dari .... punggung. Hihihi. Pas mijat punggung pertama kali, belum pakai minyak pun tangan mbaknya uda hangat gitu. Enyak. Lalu setelah dipijat pake minyak, tiba-tiba mbaknya nanya apa saya mau mandi? Karena sudah mau kuliah ya ngapain juga mandi gitu kan ya. Jadi saya jawab, engga. Lalu mbaknya bilang, "Kalau gitu dikompres aja ya kak." Eh apa deh? Dikompres?
Ternyata kompres yang dimaksud adalah dilap. Pake handuk basah air hangat gitu. Sambil dilap kemudian dipijat lagi. Wuiiiiih, kayanya rasanya seperti onsen di Jepang!! (emang pernah Lan? Enggaaaa.. Kan saya bilang 'kayaknya'. Hehehe). Hebatnya, gada air ngucur, handuknya basah tapi airnya ga ngucur. Hebat ih mbaknya merasnya. :p
Di tengah proses massage masih terdengar suara-suara "Bapak X maunya yang strong. A ngga ada, jadi ganti aku, tapi aku kurang strong katanya." CESS!! :p Omongan lain "Bapak Y di kamar 14 nunggu C ya. Minta cepet katanya." ISH!! Hihihi.
Saya sampe nanya ke mbak yang pegang saya (yang baru saya sadari, dia memijat dengan rambut tergerai rapi) apa most of the customer are men? Dia bilang 'Iya.'. Ooooo..
Secara tempat si bersih ya. Pijatan juga nilainya 7 dari skala 1-10 lah. Ruangan (bilik..*uhuk*) juga enak. Dingin juga. Musik yang diputar juga musik klasik jadi oke lah. Bolehlah kapan-kapan balik lagi, menajamkan pendengaran, siapa tau dengar yang mendesah lagi. Hihihi.
Senyum dulu ah.. :)
Tadi saya datang kecepetan (seperrrttiii biasssaaaa.. *nyanyi*). Dua jam lebih cepat gitu. Hahaha. Sebenernya bisa sih saya bertahan di workshop sampe sore, cuma daripada datang ke kampusnya telat kan mending kecepetan bukaaaaan??? *mencari pembenaran* :p
Nah karena datangnya kecepetan, saya jadi bingung mau ngapain. Akhirnya ke kedai kopi yang satu gedung sama kampus ini. Minum sebentar lalu ngerasa badan ngga enak. Sudah waktunya saya massage rupanya. Ngeliat jam, masih ada waktu, jadi ciao lah saya nyari tempat massage atau refleksiologi (masih di gedung yang sama ini), dapat satu. Masuk dan uda mulai senyam senyum.
Di meja penerimaan, saya disambut dua mbak-mbak yang ga ramah. Ya uda lah ya, mungkin mereka capek. Tapi di atas meja penerimaan itu ada buletan-buletan, yang kayak magnet untuk di whiteboard itu, dengan nama-nama perempuan di setiap magnet. Puspita, Loli, Riana, Diana. Ihiy. Ada apa ini?? :p
Saya pesan refleksiologi untuk satu jam dan kemudian diantar masuk. Pas masuk, tiba-tiba saya melihat bapak-bapak keluar ruang dengan tulisan "Kamar Mandi" di depannya dengan memakai handuk saja. Ayay yay yay yaaaay. :D Lalu saya dioper ke mas-mas yang tinggi besar, hitam, dan agak beringas gitu mimik mukanya. Maafkan ni, bukan maksud main fisik, cuma kan namanya pertemuan pertama yang dilihat ya fisik gituh. Hihihi. *ngeles*. Nah saya sempat mikir, "Ini mas yang akan ngerefleksi??" Eh ternyata engga, siBulan terlalu GR. Hahaha. Mas-mas itu hanya mengantarkan saya ke sebuah bilik. Eh lho lho. Refleksiologi kan? Kok pake bilik? NAH!! Jeng jeeeeng!!
Saya masuk ke sebuah bilik lalu mas-masnya bilang "Ganti dulu ya mbak.." dan literally, wajah saya bengong ngeliat dia (tapi dia langsung berlalu, meninggalkan saya dalam kebingungan. Hiks!). Ini refleksiologi kan? Bukan pijat kan? Kok pake ganti baju? Udah gitu saya melihat di ujung ranjang (jisss, pake kata 'ranjang' aja uda kesannya gimana gitu.. :D) gada kain whatsoever. Adanya handuk. Nah, jadi berpikir, jadi ganti baju terus pake anduk doank gitu? Beneran ni refleksiologi pake lepas baju??? Karena belum yakin jadi saya bengong aja, malah Twitteran. Lalalala. Hihihi. Sampai kemudian seorang mbak-mbak yang ramah masuk dan minta saya ganti baju dan pake anduk itu. HAH?! Beneran?? Jeng jeeeeng!!
Saya lepas baju dan cuma pake bra dan celana dalam dan tiba-tiba mbaknya bilang, "Dilepas aja semua kak." Uwoooh, yaudalahya, kadung. Hihihi. Jadi lepas semuanya. Sok lah mbak, mau diapain juga sok lah. Hahaha. Lalu saya tengkurep dan apa yang saya dengaaaarrr??? Di bilik sebelah terdengarlah "Bapak mau mandi dulu, Pak?" diucapkan dengan nada agak mendesah. Aih mateeeee!! Hahahaha. Saya uda nahan cekikikan banget tu, ga enak sama mbak yang lagi mijet saya.
Pijitannya gimana?
Was it good?
It waassss.
Was it special??
Too bad, no. :( Enak tapi ya biasa aja, beberapa spot malah dia miss (jisss, pake kata 'spot' lagi..hihihi).
Uda gitu, beda dengan pijat yang biasanya dimulai dari kaki, di tempat ini pijat dimulai dari .... punggung. Hihihi. Pas mijat punggung pertama kali, belum pakai minyak pun tangan mbaknya uda hangat gitu. Enyak. Lalu setelah dipijat pake minyak, tiba-tiba mbaknya nanya apa saya mau mandi? Karena sudah mau kuliah ya ngapain juga mandi gitu kan ya. Jadi saya jawab, engga. Lalu mbaknya bilang, "Kalau gitu dikompres aja ya kak." Eh apa deh? Dikompres?
Ternyata kompres yang dimaksud adalah dilap. Pake handuk basah air hangat gitu. Sambil dilap kemudian dipijat lagi. Wuiiiiih, kayanya rasanya seperti onsen di Jepang!! (emang pernah Lan? Enggaaaa.. Kan saya bilang 'kayaknya'. Hehehe). Hebatnya, gada air ngucur, handuknya basah tapi airnya ga ngucur. Hebat ih mbaknya merasnya. :p
Di tengah proses massage masih terdengar suara-suara "Bapak X maunya yang strong. A ngga ada, jadi ganti aku, tapi aku kurang strong katanya." CESS!! :p Omongan lain "Bapak Y di kamar 14 nunggu C ya. Minta cepet katanya." ISH!! Hihihi.
Saya sampe nanya ke mbak yang pegang saya (yang baru saya sadari, dia memijat dengan rambut tergerai rapi) apa most of the customer are men? Dia bilang 'Iya.'. Ooooo..
Secara tempat si bersih ya. Pijatan juga nilainya 7 dari skala 1-10 lah. Ruangan (bilik..*uhuk*) juga enak. Dingin juga. Musik yang diputar juga musik klasik jadi oke lah. Bolehlah kapan-kapan balik lagi, menajamkan pendengaran, siapa tau dengar yang mendesah lagi. Hihihi.
Senyum dulu ah.. :)
Mar 4, 2012
Bulannya pengen..
Nangis boleh nggaaaaa???
Huhuhu...
Tugas kuliah uda selesai, dua hari keluar kamar cuma untuk makan. Sekarang uda selesai tapi malah butek.
Boseeeeeeeennnnn...
Bulannya pengen nangis boleh yaaaaa... Ya ya yaaaaa... :'(
Huhuhu...
Libur kuliah masi lama ya??
I need vacation.. :'(
Nangis dulu ah.. :'(
*soundswrong*
Mar 2, 2012
Funny..
It's just funny looking at Winsky and Anggun's (in-awe) faces when they googled my name and looked at my past photos..
They say I didn't look like me at all!!
And it's even funnier when I realized they're right!! Who was that woman? :D
![]() |
| Past July 2010 - Taken by Opik (eh atau Tama?) |
![]() |
| Present February 2012 - Taken by Kak Amie |
Ah I love me both, though..
What will I be without my past anyway.. :))
Senyum dulu ah.. :)
Mar 1, 2012
I'm fine, you guys.. :)
Yap, lagi down emang sayanya. Dua hari ngebutek aja kerjaannya. Ketawa si ketawa, senyum si senyum, cuma ga tau, kayak lagi males ngapa-ngapain aja (ya itu namanya simply 'males', Bulaaaan!!!). Hihihi. Tapi pagi ini sudah mulai semangat lagi.
Kemarin sudah mengirimkan cerpen ke sembilan orang untuk menanyakan komentarnya. Terimakasih Mala, Tika, Kaka Tete, Kaka Hanny, Kaka Jerzy, Onya, Silka, Linda, dan Popo Stella yang sudah bersedia membaca. Ayo ayo yang belum komen mana komennya?? *nagih* :p. Komennya membangun ih. Iya kurang panjang cerpennya (tapi kalau panjang nanti aku keterusan malah dibikin jadi buku.. :p), many love the twist, dan katanya membuat berbunga-bunga, senyam senyum, trs terpelanting lagi ke dunia nyata. Hahaha. Oh oh, dan makasih ya Linda untuk komenmu bahwa 'Yang' dari 'Sayang' itu pake G bukan pake K di belakangnya. Hihihi. *tepokjidatBulan*
Dan malamnya, thanks for the ultimate hugs Kaka Jerzy, Mbak Atiek, Kaka Tete, Kaka Madja, Kaka Amie, Kaka Kettie, dan Bany. Mood-booster!! Tiga detik ya minimal meluknya. Ingat ingaaaat.. :)))
Dan cengengesan pagi ini disponsori oleh Kaka Amie dan Kaka Madja yang sibuk menanyakan if I were okay. Hahaha. I'm fine, kaka. Terimakasih sudah memastikan adeknya ini ga mimbik-mimbik ga jelas. Hihihi.
Pagi ini sudah jogedan. Jogedan pake lagunya Mbak Kelly. Baru dengar lagunya di radio beberapa hari lalu dan niat beneeeerrr sampe nyari MV dan liriknya pagi ini. Hihihi. Mari semangaaaaatt!!! *nyanyi sambil lumpat-lumpat*
Baiklah saya ciao ke Anomali dulu yaaaa..Toodles!!
I'm fine ya teman-teman.. No need to worry.. \(^o^)/
Senyum dulu ah.. :)
Kemarin sudah mengirimkan cerpen ke sembilan orang untuk menanyakan komentarnya. Terimakasih Mala, Tika, Kaka Tete, Kaka Hanny, Kaka Jerzy, Onya, Silka, Linda, dan Popo Stella yang sudah bersedia membaca. Ayo ayo yang belum komen mana komennya?? *nagih* :p. Komennya membangun ih. Iya kurang panjang cerpennya (tapi kalau panjang nanti aku keterusan malah dibikin jadi buku.. :p), many love the twist, dan katanya membuat berbunga-bunga, senyam senyum, trs terpelanting lagi ke dunia nyata. Hahaha. Oh oh, dan makasih ya Linda untuk komenmu bahwa 'Yang' dari 'Sayang' itu pake G bukan pake K di belakangnya. Hihihi. *tepokjidatBulan*
Dan malamnya, thanks for the ultimate hugs Kaka Jerzy, Mbak Atiek, Kaka Tete, Kaka Madja, Kaka Amie, Kaka Kettie, dan Bany. Mood-booster!! Tiga detik ya minimal meluknya. Ingat ingaaaat.. :)))
Dan cengengesan pagi ini disponsori oleh Kaka Amie dan Kaka Madja yang sibuk menanyakan if I were okay. Hahaha. I'm fine, kaka. Terimakasih sudah memastikan adeknya ini ga mimbik-mimbik ga jelas. Hihihi.
Pagi ini sudah jogedan. Jogedan pake lagunya Mbak Kelly. Baru dengar lagunya di radio beberapa hari lalu dan niat beneeeerrr sampe nyari MV dan liriknya pagi ini. Hihihi. Mari semangaaaaatt!!! *nyanyi sambil lumpat-lumpat*
Baiklah saya ciao ke Anomali dulu yaaaa..Toodles!!
I'm fine ya teman-teman.. No need to worry.. \(^o^)/
Senyum dulu ah.. :)
Subscribe to:
Posts (Atom)



