May 29, 2011

New NAMECARD!!

Okay, honestly, I'm a bad-prepared businesswoman. :( I, once, told Silka that nowadays, to be successful, one ought to check on every opportunity possible. It was confusing for me to see one of my friend, a freelancer, busily givin his namecard to every friends of friends, so when we met A while A was with B, he gave his namecard to A and B. And when we met X while X was with Y and Z, he directly gave his namecard to Y and Z. It was a "what the?" moment, kinda awkward, kinda overpushy to people (wait, is that even a word? overpushy? cus there's a red zigzag line under it..haha), kinda trying too hard. But then I realize, that everybody actually should do that. Namecard is like an identity, a link, a bridge on how people can get to you. And after several times failing in knowing that, I finally come to a conclusion that I need to have my own namecard. Haha.

It's not that I didn't have any namecard, of course I had, but I am a moody person, so sometimes I just got bored with my own namecard. :p

This is my very first namecard. Designed by a buyer's boyfriend (now husband). How sweet is that. I never, in a million years, wud believe that there are two people (I barely known), gave their time and attention and created such an elegant namecard design. Thanks Mas Nug and Mbak Maya. :)


These are my second namecards. With the change in the brand and to make it coherence with the logo design (that I made myself, thank you.. :p), I designed these in just two days. Once they're done, I was quite relieved, but then I got bored just a month after and decided not to take these namecards with me again. Also, Thera laughed at the writing here. And by her laughing, I kept asking myself, why shud I put the "Closer to the owner" thing there? GOSH. Like I'm promoting and selling myself out there. :D


So I was thinking, I had let down several opportunity out there (like when Mbak Tuty Cholid - the director of Asosiasi Pengusaha dan Perancang Muda Indonesia) asked me for my namecard and I said "Aduh, namecardnya di backstage, mbak.", and Mbak Amy looked at me directly with the pupils gettin bigger every second of it I was thinking of getting to the closest computer and printer and print my name and contact number directly. Too bad there was no computer nor printer near me. :(

So yeah, I needed to put myself together. Prepare everything thoroughly, including my namecard. And while I was looking for ideas, I knew right away that I want to design it based on my first namecard but to avoid any boredom in the future, I decided to make it in black and white. So here it is!! My NAMECARD!! Yay!!


So going to Subur tomorrow and givin it to whomever I meet. Hehe.

Oh btw, I finally make friend with photoshop, aite.. *big grin*

Senyum dulu ah.. :)

May 27, 2011

Rabu Ceria..

Rabu ceria sama adekku Shazja..
Sudah lama tak bertemu..
Rindu..

Bicara banyak..

Keluarga..
Pernikahan..
Pilihan hidup..
Pekerjaan..
Bisnis..

Semua dibicarakan..

Waktunya sempit karena saya harus pergi lagi..
Tapi senang sudah menyambung satu lagi tali silaturahmi..

Aha!!
Senangnya..

Ayo dek, kerja di Jakarta.. Biar bs ketemu terus..
Atau ak aja yg kerja di Jogja???
*kedip2*
Kayaknya opsi kedua lebih baik.. :D

Senyum dulu ah.. :)





May 25, 2011

Pepatah Bali Itu..

eda ngaden awak bisa, depang anake ngadanin, geginane buka nyampat
anak sai tumbuh lulu
ilang lulu buka katah
yadin ririh liu enu peplajahin

yang ar. ti. nya (lebihkurang):


jangan menyebut diri bisa, biar orang lain yang menyebut
ibarat menyapu, selalu akan ada sampah
sampah hilang, debu masih banyak
meski kita tahu, masih banyak yang kita tidak tahu

sentilan personal dari Bli Ananta:


jangan terburu menyimpulkan bahwa kamu tahu kalo kamu itu gak bisa..

komentar dari Si Bulan:

Isn't he sweet?? Ya mungkin dia uda capek kali ya ngadepin saya yang rendah diri dan selalu ngerasa ga bisa ini itu. :( Oh well, bapak saya jg kayaknya bingung kenapa saya bs rendah diri dan jadi ga (terlalu) pede sama diri sendiri gini. Menurut teori om saya, itu adalah karena saya keras kepala tapi berhati lembut, jadi srg sedih sendiri kalo ngga bs menyenangkan orang lain. Dan katanya skrg hrs belajar dibalik, berhati keras dan berkepala lembut. Hihihi. Apa pulak berkepala lembut. :p *megang2 rambut*

tambahan:

Saya lagi ikut sebuah kompetisi. Belum bisa cerita banyak di sini. Tapi saya mohon doanya ya teman2 dan para pembaca. Semoga saya terus bisa berkarya. Amiiiin. :)

Senyum dulu ah.. :)

May 22, 2011

BTS: Jakarta Fashion and Food Festival..3 - Peek!!

Hanya sedikit sisa cerita..
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ini foto sepatu saya yang dibbm Bang Wira bbrp jam sebelum acara. Menandakan bendera putih telah berkibar dan kami sudah baikan. Hihihi.


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ini saya lagi nyoba kacamata gawolnya Yogie. Saya selalu ingin punya kacamata kayak gini, tapi entah kenapa ketika saya coba pakai, selalu tdk cocok. Wajah saya jadi keliatan nerd beneeerrr. Hehehe. Yang punya Yogie ini yang masih lebih mending lah dibanding yang saya coba kemarin-kemarin. Nasib memang, ga bisa gawol pake kacamata. Hihihi.


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ini model2 cilik dari Kutai Kertanegara - fashion shownya Mas Audy memang mengangkat kain lokal Kutai, Ulap Doyo. Ketika mereka keluar dr backstage, saya ngeliat iiiiiii lucu beneeerr. Pas saya mau foto, mereka langsung bergabung dan tersenyum. Saat di runway, model yang paling belakang (di foto ini yang ada di kanan belakang), berjalan dengan dua tangan di pinggang dan bahu ditarik ke belakang. Berjalan santai dan pelan dengan sepatu berhak setinggi sepuluh senti. Yap. Sepuluh senti. And I don't think they're fifteen already. Kayaknya SD kelas empat gt. Hihihi. Oh and btw, saya pengen punya rambut kayak model paling kiri bawah. So chic!!


Senyum dulu ah.. :)

BTS: Jakarta Fashion and Food Festival..2 - ASTAJIIIIMMMM...

Jam delapan lewat sedikit, plus two saya datang. Mbak Amy dan Mbak Deedee. Pas mereka keluar dari elevator, saya kok cuma ngeliat Mbak Amy, lah mbak Deedee mana. Dan jreng tb2 ada yang memegang bahu saya dan bilang "LOE ORANG GILA SEMUA..LOE LIAT GW SEKARANG!! LIAT!!" Dan saya ketawa ngakak. Hahaha. Itu Mbak Deedee yang datang dengan celana pendek santai, kaos, slingbag, dan sendal jepit. Yap. Saya ulang, celana pendek santai, kaos, slingbag, dan sendal jepit!! Huahahaha. Tawa saya pecah saat itu. Mbak Amy jg ketawa cengengesan. Hihihi. Mbak Deedee masuk ke venue dengan misuh2 "Moga2 ga ketemu temen gw ni dsini.." dan saya dan Mbak Amy kembali cengengesan. Makan sebentar dan kami pun memasuki venue. Show pun berlangsung.

Rhythm of Tribalism by Defrico Audy..
..Shoes by Indira Soetrisno..

Aaaaah.. Saya tersenyum saat MC mengumandangkan itu. Huhuhu. Mungkin Yongki Komaladi uda kebal dari senyum senyum kali ya kalau ada yang menyebut Shoes by Yongki Komaladi. Hihi. Tapi saya masih merasakan kebahagiaan yang membuncah itu. Bahagia ternyata sepatu saya bisa masuk runway. Huhu. *cengengesan lagi ni saya.

Saya, Mbak Amy, dan Mbak Deedee menikmati sekali gelarannya. Selesai acara, saya harus ke backstage untuk mengambil barang2 saya, Mbak Amy dan Mbak Deedee menunggu di dpn. Saya masuk backstage dan pamit ke Bang Wira. Mas Audynya uda ngga tau kmana. Hahaha. Bang Wira bingung kayaknya kok saya langsung pulang. Biasanya kan ngobrol dl sama dia. Maaf ya bang, ada dua ibu2 rempong nunggu di depan. Hihi. Saya ambil barang2 dan keluar lagi setelah cipika cipiki. Dan memberikan dua kotak sepatu. Satu utk Mbak Amy, satu utk Mbak Deedee. Dan komentar Mbak Deedee "NAPA GA DARITADIIIIII.. SEENGGANYA BIAR GW GA PAKE SENDAL JEPIIIITTT!!!!" dan saya sama Mbak Amy liat2an. Iya ya, kok ga kepikiran ya. Hahaha.


Dan kami menunggu elevator utk turun ke lobby. Elevator hanya ada tiga, itu pun tdk terlalu besar. Menunggu cukup lama sampai kemudia mas2 hotelnya berkata "Ibu, Bapak, kalau ada yg ....... mari ikut saya, langsung ke lobby." Bagian tengah dari apa yang dia ucapkan terdengar agak samar karena riuhnya suara. Saya langsung ngajak Mbak Deedee dan Mbak Amy mengikut mas2 itu. Lalu Mbak Amy bertanya "Ni kita lewat tangga darurat non?" dan saya baru kepikiran. Eh apa iya ya lewat tangga darurat? Bukan lewat elevator lain gt ya? Dan jreng!! Benar adanya. Kami akan turun ke lobby lewat tangga darurat. Hahaha. Menuruni lima lantai. Saya dan Mbak Deedee santai. Saya pakai wedges boots dan Mbak Deedee pakai sepatu flats. Maka kami turun santai. Nah yg susah Mbak Amy. Dia sedang pakai stiletto12cm berbahan kulit ular python buatan Indira Soetrisno (ahoy dua kali). Turun satu tangga masih dipakai tapi lalu diluar bayangan saya, dia berujar "Oh, lepas aja deh spatukuuu. Sayaaaang. Spatu pythooon. Enak dipaaakeee.. Dijinjing aja deh.." dan dia beneran melepas sepatunya, menjinjing, dan turun tangga itu bertelanjang kaki. Saya ngakak sengakak-ngakaknya. Oh em ji!!! Ada apa dengan ibu2 ini. Hihihi.

Sampai di bawah, mau keluar ke lobby, saya iseng minta fotoin sama mas2 hotel itu. Yang geleng2 terus liat Mbak Amy.. Hahaha. Fashion over everything mas. Hihihi.


Selesai dr hotel, kami makan dulu di Kwetiaw Akang. Cekakakan terus cerita ini itu. Ga terasa uda malam, besok saya harus bangun pagi lagi utk mengajar nari, kami pun pulang. Mbak Deedee dan Mbak Amy plg bersama, saya pulang sendiri karena arahnya beda. Ah..



Satu fashion show lagi terlewati. Puji Tuhan dengan lancar. Sepatu saya bisa tampil di runway. Dipakai juga sama Kimi. Ah, I love Kimi. Huhu. Dipuji juga sama Mas Jazz Pasya (desainer). Saya bisa ketemu Mbak Amy, Mbak Deedee, Nabila Salma dan mamanya, Mas Ade, dan Yogie. Most of all, senang bs tersenyum dan berhubungan kembali dengan Bang Wira. Howl to the yayness!! *joget2

Senyum dulu ah..

BTS: Jakarta Fashion and Food Festival..1 - REMPONG!!

Yap...Behind the scene.. Bukan dari gelarannya tapi dari sayanya. Hahaha. *yaudasi kan ini blog saya juga.. :p

Kamis kemarin akhirnya  fashion shownya Mas Defrico Audy (yang memakai sepatu Indira Soetrisno..hollah!! *fingersnap) digelar juga. Menurut jadwal, acara akan dimulai jam tujuh malam, tapi karena gelaran2 sebelumnya juga telat jadi fashion shownya Mas Audy baru digelar jam delapan malam. :) Saya, seperti biasa, sudah merasakan sakit perut yang amat sangat di jam lima. Huaaaa. Melilit. Stress. Harem pants yg saya buat sendiri, jahit tangan, jadinya tdk sesuai harapan saya. Sebenarnya bisa dibenerin hanya dalam waktu bbrp menit saja, cm saya tdk punya beberapa menit itu (sombong), jd yauda lah. Harem pantsnya teronggok meninggalkan saya yang terpaku lebih dari tiga puluh menit di depan lemari, berpikir mau pake baju apa.

Dua jam sebelum acara, saya sudah berpikir, sudahlah tdk usah datang saja. Perut saya semakin melilit soalnya. Tapi banyak yg mendukung saya untuk datang via Twitter dan bbm dan saya jd berpikir ulang. Ya kalau ngga datang skrg, saya ga akan berhasil overcome perasaan ga siap ini terus2an ya. Maka saya mulai duduk lagi depan lemari dan berpikir. The dresscode was etnic. Dan karena saya jualannya sepatu, otomatis pikiran pertama saya sepatu donk. Sepatu akan pakai wedges boots saya. Beres!! Nah skrg bajunya. Bongkar bongkar ambil buka. Coba trus dilepas lagi. Sampai akhirnya saya kepikiran outfit ini. Jreng!!


Saya krm foto saya ke Eski, teman saya yang adalah seorang stylist (oh btw, kalo berpikir ini saya jd suka ketawa sendiri, I am also a stylist but then I felt confused when it's time for me to dress up for an event..how pathetic..hihi), dan Eski approved. Saya lega dan sudah lbh santai. Saya juga krm foto saya itu ke Silka dan Tamie. Lalu saya tinggal mandi. Selesai mandi, yang mana sudah mepet waktunya, tb2 Silka minta saya online di Yahoo Messenger dan mengatakan outfit saya agak rancu krn rok batik saya mengacaukan wedges boots saya. Huaaaa.. Saya mulai stress lagi. Mana perut sudah melilit lagi. :( Tamie pun mengatakan hal yang sama di Twitter, bertanya kalau2 saya punya opsi lain. MATI!!! Huaaaa. Setelah berdamai dengan stressnya diri sendiri dan karena jg uda pesan taksi, saya memutuskan tetap memakai rok yang sama tetapi tone down bagian atas dengan warna tunggal saja. Jadinya seperti ini.. Merasa lebih nyaman, saya pun berangkat.


Sampai di backstage saya ketemu Bang Wira dan dia melihat outfit saya, dari atas sampai bawah. Kelihatannya ada yang mengganjal hatinya tapi dia urung ngomong. Saya bertanya kenapa, dan dia cm ngeliat wedges boots saya lalu melihat baju saya lalu menjawab gapapa dan sibuk lagi. Hmmm.

Karena Bang Wira juga lagi sibuk, saya jadi sendirian menunggu. Dan setelah peristiwa berantemnya saya dan dia bbrp saat lalu yang membuat kami tdk berhubungan sama sekali, momen ini masih agak canggung. Hehehe. Oh, tenang, berantemnya ga parah kok. Cm karena saya lg PMS dan dia sdg sgt capek br balik dr Bangkok, jadi ya emosinya meluap. Tapi dua2nya gengsinya tinggi jd ya gt.. Makan tu gengsi.. Hihihi. *getokpalasendiri

Ketika Bang Wira keluar dan melihat saya, dia sempat berhenti dan seperti ingin ngomong tp msh ragu. Akhirnya saya desak, kenapaaaa? Dan dia jawab, bajunya terlalu sederhana, kurang rame, harusnya lbh colorful dan tabrak motif. Huaaaaa. Saya jd cengengesan sendiri. Hihi. Dia mau carikan aksesori dr dalam cm karena saya jg sibuk keluar masuk menunggu teman, saya jd ngga ketemu dia lagi sampai akhir acara. :(

Ya jadi inilah saya. Puji Tuhan sudah overcome ketakutan saya sendiri dan tetap datang walaupun riweuh sama outfit. Tapi banyak yg memuji wedges boots saya dan itu saja sudah membuat saya senang. Kikiki. After all, I'm a shoelady anyway, so mistake in the clothes is considered okay. Yakan yakan yakan. :p

Senyum dulu ah..

May 18, 2011

Happiness..Post Syukur..

Tawa pertama hari ini:

     Ketika saya menyapa Bli Ananta dgn sapaan "Dorr!!", dia menjawab "Pejah Kulo.. (ala kethoprak)" dan saya ngakak sengakak-ngakaknya di tengah cafe ini. Ngebayangin adegan Srimulat yang sering saya lakukan dengan Dea di depan kelas dan anak2 bukan tertawa melainkan hanya bengong. Dan saat kami tanya, "Kalian tau Srimulat kan??", mereka serempak menjawab "Enggaaaaa Miiissss..." Dubrak!! Mereka baru saja kehilangan satu momen emas dalam hidupnya karena tdk tahu Srimulat. Hahaha. Oh and btw, murid-murid saya juga tdk tahu Enno Lerian. Ketika saya dan Dea nyanyi Nyamuk2 Nakal di kelas, mereka jg cm bisa bengong aja. Hihihi.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kebahagiaan hari ini:

     Ketika saya memberikan boots pesanan Nila, diselesaikan dalam waktu bbrp hari saja karena besok Nila akan ke Polandia dan ingin membawa boots itu bersamanya, Nila berkata, "Ak blm makan dr pagi lho..Ak laper banget..Tapi ngeliat boots ini ak jd ngga laper lagi..Makasi ya Kak Bulan.."

Ahoy.. Bahagianyaaaaa..

Ini bootsnya Nila.. :)


Dan ini Nila-nya... Pas saya tanya "Do you want your picture to be in my blog?" She responsed "Duh..uh...Of cooouuurrsseee.. Do you really need to ask my permission for that?" Hahaha..



Senyum dulu ah.. :) Ayo bersyukur Bulaaaan.. Jangan ngeluh terus.. Ayo bersyukuuurrr..

May 15, 2011

+

Intersection, darla..

My mind up there..
My spirit down here..
My thought goes right..
My will turn left..

Really don't want to do anything..

Sure thing Lord has been searching for my attention badly lately..
For He comes in so many hours just to check on me.
Check on my nerve.
Check on my patience.
Check on my capability to smile even when I'm drowned inside.

All I want is just for this momentum to pass.
And I shall go on.
With my dreams.
With my spirit.
With my thought.
With my effort.

This shall pass, aite...
This shall pass....

Bear with me, Lord..
:'(

May 14, 2011

Oh...Terlewati..

Minggu kemarin adalah minggu yang sangat berat. Huhuhu. Penuh tangisan penuh muntahan penuh kebingungan dan penuh penuh lainnya yang menyedihkan. Huhuhu.

Jadi, cerita awalnya terjadi sekitar dua minggu lalu. Or was it three weeks ago? Oh I can't remember. Saat saya datang ke workshop, jreng. Kok sepi amat, pak tukang yang datang cuma tiga orang. Saat shooting Jelang Siang pun pak tukang yang ada hanya tiga orang. Entah pada kemana. Saya sudah minta pak mandor menelepon tapi tak ada hasil. Dan karena saya sedang sibuk urus shooting, jadi saya diam sementara. Hari-hari setelahnya, loh kok ngga nambah2 juga pak tukang saya. Lima belas orang kok tinggal tiga orang saja? Saya bertanya lagi ke pak mandor. Dia mencoba telepon lagi dan sekali lagi tdk ada hasil apa2. Semua pak tukang itu tdk bs dihubungi atau yang menjawab telponnya istrinya, mengatakan kalau pak tukang itu sdg pergi. Kemana? Ga tau.. :'( Saya mulai stres tapi saya diam. Sampe tengah minggu tdk ada kabar apa2 dan saya sudah mulai muntah2 krn stres. Pesanan mengantri dan order untuk fashion show tunggalnya Mas Defrico Audy belum pun setengah jadi sementara Kamis besok sudah gelaran. :(

Keesokan harinya, pak mandor mengatakan "Non, ga akan dateng tukangnya. Pada kerja di tempat lain." APAAA???? Saya uda ingin pingsan dengarnya. Saya tahu bajak2an tukang dalam bidang sepatu dan tas itu biasa tapi tdk pernah sekalipun mampir ke pikiran saya bahwa saya akan mengalami ini. Huff. Saya nangis sejadi-jadinya hari itu. Baik di telepon saat ngobrol dengan pak mandor dan saat di rumah (hebatnya, tdk ada yang tahu saya nangis lhooo..papah ga tau, aldi ga tau, mbak jg ga tau..Saya jd bangga, tdk menyusahkan orang jadinya.. :)).

Tersiksa sekali. Setiap saat saya ingin segera ke workshop tapi masih harus mengajar. Setiap pulang ngajar saya langsung ke workshop dan bertahan di workshop sampai jam sembilan malam untuk membantu pak tukang mengerjakan semua pesanan. Besok paginya harus berangkat lagi pagi2 sekali untuk mengajar lagi. Pulang ke workshop lagi sampai malam. Terus begitu. Dan saat itu, saya bersyukur sama Tuhan.

Saya tdk pernah menyalahkan pak tukang saya yang keluar, saya tahu mereka juga butuh uang dan mereka tidak akan keluar jika tidak ditawari gaji yang lebih besar. Jadi tdk apa. Hanya menyesakkan saja kenapa tidak bilang dulu mau keluar, sehingga saya tidak sekaget itu mengalami ini. Tapi yasudahlahya, bukan saatnya juga untuk bertanya-tanya. Saya harus semangat, supaya tukang saya (yang tinggal tiga orang itu) juga semangat. :)

Di hari ketiga, bala bantuan didapatkan, ada satu pak tukang yang bisa datang untuk membantu. Tetapi hanya bisa bekerja dari sore sampai malam karena pagi sampai sorenya kerja di workshop lain. Tidak apa. Saya sudah berterimakasih dan bersyukur sekali ia mau membantu. Jadi team kini terdiri dari Pak Moel as a mandor, bertanggungjawab untuk geret pola dan finishing, Bang Bashid as a tukang pola inti dan tukang jahit, Bang Uwo as a tukang jahit, Bang Yani as a tukang pola tambahan dan tukang jahit, Bang Maeng as a tukang bawah, dan saya yang bertanggungjawab utk geret pola, potong spons, dan finishing. SEMANGAT!!! :)




Semangatnya berbuah kok. :) Alhamdulillah pesanan untuk fashion shownya mas Defrico Audy sudah selesai. Satu hari lebih cepat dari waktu yang ditentukan. :) (FYI, pesanan ini menguras tenaga karena dengan empat tukang, tiga hari, empat meter bahan, sepatu yang didapat hanya empat pasang saja.. Huhuhu.. :() Baru setelah ini menyelesaikan pesanan satuan. :) Hikmahnya, saya jadi belajar banyak. Biasanya, kalau ke workshop saya hanya akan ada di studio, mendesain dan mengecek sepatu yang sudah selesai diproduksi untuk melihat hasilnya, dan sudah. Tapi skrg, saya gabung dengan pak tukang di ruang dalam. Banyak teknik produksi baru yang saya pelajari. Alhamdulillah. :) Saya juga jadi dekat dengan pak tukang saya. Bukan maksud dulu tdk dekat, ya dulu sudah dekat, sekarang makin dekat. Hehehe.

Sekarang sudah bisa mulai tersenyum lagi. Insyaallah semua akan baik-baik saja. Bahagia saya bisa melewati krisis ini dengan cukup baik. Nangisnya ngga lama, masih bisa senyum dan tertawa, masih bisa bersyukur. :)

Makasi ya Silka, Linda, Naya, Dea, Ica, Bli Ananta, Mas Lele, Mas Yoko, Mbak Emma, Mamah, dan Kak Arie yang uda nyemangatin terus2an dan selalu yakin saya bisa melewati ini semua dengan baik.. :) Muah!!

Terimakasih juga Tuhan karena Engkau sudah memberiku keadaan ini untuk mengingatkan ak betapa tanggungjawabku banyak dan ak harus fokus karenanya. Dan terimakasih Tuhan, di saat ak harus bekerja lembur sampai malam dan keesokan harinya harus berangkat pagi lagi, Engkau tdk pernah lupa untuk membangunkanku sehingga ak tdk pernah terlambat menjalani semua kegiatanku. Terimakasih juga Tuhan karena dengan penuhnya jadwalku dan seringnya ak lupa makan, Engkau begitu baik menjaga kesehatanku. Terimakasi ya Tuhan.. Tidak bisa melakukan ini semua tanpaMu.. :)

Dan karena sepatu ini dibuat dengan darah dan air mata *lebay*, jadi pagi ini saya dan mbak iseng bikin photoshoot di rumah, pake kain lining tas yang baru saya beli sepuluh meter. Versi yang saya perhalus dengan menutup bagian kiri kanan dan atasnya sih ada, tapi saya lbh suka versi yang kliatan "maksa"nya kayak yang ini aja. Hehehe. Belum mandi lagi. Hihihi. Oh well, ndapapalah. Yang penting kece.

Senyum dulu ah.. :)


May 8, 2011

Pentingnya Berhitung :p

Sebagai anak jurusan Sastra, ada sebuah becandaan yang tdk pernah lekang. Ketika anak sastra salah menghitung, itu pantas dimaklumi, kan anak sastra. Tapi ketika anak jurusan lain salah menghitung, itu pantas dicacimaki. Kan bukan anak sastraaaa. Hahahaha.

Nah ke-anak-sastra-an saya rupanya lagi kambuh. Minggu pagi ini, saya iseng lihat2 lemari pelipur lara saya. Ah, masih ada tule. Kain yang saya beli beberapa bulan lalu dan sampai skrg blm saya apa2 kan. Padahal sudah terbayang mau membuat apa. Hehehe. Cek rak, wah saya sudah beli elastis lebar juga toh. Kok saya malah lupa. Hehehe. Ah baiklah, memanggil mbak, mengatakan konsep, mengajari bagaimana membuatnya, dan tadaaaaa. Jadi!!! Sayangnya, kesalahan fatal yang berkaitan dengan kemalasan saya berhitung (kan anak sastraaaaa..) terlihat jelas di sini. Saya dan mbak sampai ketawa ngeliatnya. Hehehe.

Mulai dari ini..



Lalu ini..


Kini sudah terlihat..


JADI DEH!!



Dimana kesalahan berhitungnya?? 

Di bawah ini..


Hehehe..

Ya begitulah..Nanti beli lagi deh tulenya dan lanjut bikin lagi. Ehehe.


Senyum dulu ah. :)
Selamat Hari Minggu.. :) Selamat Hari Ibu (menurut orang buleeee..) :)

May 4, 2011

Shooting Seharian..Bukan Saya Artisnya..

Judulnya keren, shooting seharian, macam arteiss.. Hehehe. Oh well, ngga seharian sih sebenarnya, sepertiga harian deh. :p

Hari ini saya diliput oleh tim Jelang Siang Trans TV. Yang diliput apa, Lan? Kecantikan loe? Keimutan loe?? Keluguan loe??? Sayangnya tidak. (Bersihin muntahan para pembaca) Yang diliput SEPATUUUU.. Puasss?? Puass?? Puass?? Ya ya ya sepatu saya memang lebih terkenal dibanding sayanya. *garuk2tembok

Shot pertama dilakukan di workshop. Dengan keadaan workshop yang full dan minim cahaya (not to mention panas menggila) we managed to take all the shots with kipas2 dan benerin poni. Hahaha. Saya, terusterang, udah ngga bisa mikir. Yang ingin saya lakukan hanyalah melepas jeans saya, nyalain AC, trus tidur gegoleran. Sayangnya ngga bisa. :( Jadi distribusi oksigen ke otak kurang, jadi saya lbh srg 'hah?' atau 'oooo' atau 'heh?'. Hehehe. Untung Mbak Putri (reporter + host), mas Hari (kameramen), dan Pak Tino (driver Trans slash bapak baik hati siap sedia melakukan apa2 untuk membantu..hehe) sabar banget. Dan tetap santai dan melucu. Hehehe. Di tengah shooting, Mbak Putri usul gimana kalau ke rumah juga? Untuk ambil set di rumah. Saya setuju sekaliiiii. Sudah terbayang AC dan bisa lepas celana jeans, jadi mari selesaikan shooting di workshop ini dan pulang saja. Hehe. *Belakangan saya baru tau, setelah kami pergi dr workshop, pak tukang langsung pd buka baju dan ganti celana pendek dan istirahat dua jam karena kepanasan juga. Hahaha.*

Siang kami selesai mengambil shot di workshop, mbak Putri ngajak makan dulu. Makan dan mendinginkan tubuh, yang mana agak kurang berhasil karena blass ngga ada angin mampir. Hehehe. Nasip!! Poni uda belah banget tu. *Mana paginya kan saya ngajar koreo murid2 dulu di TK Tarki Barito, jadi seluruh tubuh sesungguhnya sudah berkeringat tak jelas. Haha.

Selesai makan, menujulah kami ke rumah. Mbak Putri sama saya di Si Obil, Mas Hari sama Pak Tino di mobil Trans. Sepanjang jalan ceritaaaaa terus. Sampe kemudian Mbak Putri bilang "Eh aneh deh, gw ngrasa kayak uda kenal lama gt sama loe, bisa2nya kita curhat panjang lebar gini." Huikikik. Iya mbak, saya memang 'agak' terkenal.. *pilin2rambut

Sampai di rumah saya agak santai. Mamanya Uta sudah biasa mengurusi sepatu untuk cantik2 (kalau pak tukang biasa mengurusi sepatu untuk jelek2..hahaha) jadi saya bisa dapat bantuan tambahan. Shooting di rumah diselingi ngakak2 terus. Becandaan terus. Ga terasa ternyata udah sore. Hahay. Sempat shoot di taman komplek juga utk openingnya dengan diiringi anak2 kecil yang bs tb2 berteriak "Setan Alas!!" dan saya sama Mbak Putri dan Mas Hari bengong sambil geleng2 doank. *See, betapa saya sebal kalau Uta main2 di luar jauh2 ketemunya omongan2 begitu tu. Hehe.

Pulang sebentar untuk minum dan Mbak Putri, Mas Hari, dan Pak Tino pun pamit pulang. Aaaaah, gila. Seharian shooting ini membuat saya sadar ternyata shooting untuk program durasi bbrp jam saja menghabiskan waktu lama sekali. Luar biasaaaaa. Dan lebih luar biasanya, mbak Putri dan Mas Hari itu sabar banget. Take berkali-kali karena keliatan ada anak kecil main sepeda di belakang, pdhl saya uda pengen teriak "HADEEEEHHHH!!! MINGGIR WOOOYYY" (hehehe) tapi Mbak Putri dan Mas Harinya msh bisa senyum dan bercanda. Hebat deh mereka.

Jadi, hari ini membahagiakan sekali. Satu langkah menyeruak lagi untuk Moonaddict dan untuk saya. Semoga nanti ada langkah2 selanjutnya. Amin. :)

Terimakasih ya Mbak Putri, Mas Hari, Pak Tino.
Terimakasih ya PaMol, Bang Maeng, Bang Hasan, dan Bang Uwo.
Terimakasi ya Mamanya Uta.
Dan terimakasi ya Puri. :)

Alhamdulillah. :) *gegoleran di kamar yang berAC*






Senyum dulu ah.. :)