Nov 25, 2010

Menyeruak!!

Cus I'm going to fly..Fly high..Fly like a butterfly..
When people say I can't..I just smile..
Cus I will fly..Fly high..Fly like a butterfly..
To make them understand..That I can fly..
Fly like a butterfly..
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bukan, kutipan di atas bukan lagu..Itu hanya sejumput bait yang tb2 tertuang saat saya memulai post ini. Hahaha. I know. Ga penting. Kalau di twitter, #abaikan. Hehehe.

Ini tentang apa yang saya alami Senin malam lalu. Saya menyeruak. Yap, akhirnya saya berani keluar dr cangkang saya. Hehehe. Mengesampingkan sikap saya yang haha hehe haha hehe, banyak yg tdk mengetahui tingkat insekuritas saya tinggi. Saya orang yang susah dekat dengan org lain. Saya org yang susah memulai suatu obrolan dengan orang yang benar2 asing. Dan saya org yang tidak percaya diri utk melangkah. Dalam hal apapun. Takut mencari kerjaan baru karena saya berpikir saya tdk kompeten. Takut datang ke suatu acara karena saya merasa saya ga cocok berada di acara itu. Takut semuanya. Tapi saat saya sudah merasa nyaman dengan lingkungan yang baru itu, barulah saya bisa tertawa dan pada akhirnya merasa nyaman.

Keadaan ini, saya tahu, sering menghambat saya. Beberapa undangan acara fashion show tdk jd saya sambangi karena disaat terakhir tb2 saya sakit perut, berpikir bahwa semua yang dtg pasti fashionista, sosialita, cantik2, cakep2, anak gaul, sedangkan saya tdk melihat diri saya sebanding pun dengan mereka. Saya berpikir, mereka pasti tipe orang yang bs membeli banyak barang2 bagus dengan merk ternama sedangkan saya cukup puas kalau bs membeli barang murah di Mangga Dua (hihihi). Jadi ya, saya memutuskan (disaat terakhir) utk tdk jd dtg ke acara fashion show itu. Ini salah. Saya sudah menggeneralisasi mereka dalam paradigma saya dan saya sudah mengasihani diri saya sendiri. Ini salah. Saya tahu. Dan saya mau berubah (seengganya saya mencoba..hehehehe)

Senin lalu saya mendapat undangan fashion show lagi. Jika sebelum2nya saya hanya mendapat VIP, kali ini saya mendapat VVIP. Dan saya diyakinkan seseorang utk datang. Dan stres itu mulai lagi menerpa saya.

Sang pengundang mengenalkan saya pada bbrp temannya, semua mengatakan saya HARUS datang. Mereka jg akan ada di sana. Saya sedikit tenang. Seengganya ada bbrp orang yang akan saya kenal berada di sana.

Saya bertanya soal dresscode, djawab tidak ada. Hanya dibilang "Kamu pake baju batik aja ya, kayak tadi. U look lovely. Etnic lovely." Hmm..Satu sisi saya mengatakan, tdk mungkin acara sebesar itu tanpa dresscode, tp yasudahlah, kalau dbilang pake batik saja tak apa, maka saya akan pake batik saja. Sedikit ketenangan lagi.

Seberat apa proses ini bagi saya? BERAT!! Saya bs tertidur memikirkan saya hrs memakai baju apa dan bagaimana saya hrs bersikap. Saya rasa saya sudah over paranoid tentang ini, maka saya mulai melakukan sesuatu. Beruntunglah mama dan abang saya sangat mendukung dan membantu. Mama mengijinkan saya memakai supirnya utk mengantar ke tempat acara. Sedikit merasa bersalah karena mama jd hrs pulang terburu-buru, tapi untung mama tdk membuat saya terus2an merasa bersalah. Kalau beliau melakukannya, beliau tahu saya pasti nangis sepanjang jalan. (Ya, saya super sensitif jika saya merasa sudah menyusahkan org lain. :() Dan abang saya langsung mengiyakan saat saya meminta tolong membawakan spatuw ke apartemen (pd akhirnya, supir mama yang mengambilnya, tp konfirmasi yang dilakukan abang saya saja sudah sangat membantu saya).

Bang, tolong nanti ak jangan dtinggal ya. Ak agak susah berbaur. Dan ak mudah stres kl ak berada di tempat yang ak blm nyaman. Tolong nanti ak jangan dtinggal ya.

BBM singkat pada sang pengundang. Saya berpikir, bertindak jujur adalah yang terbaik. Daripada saya stres sendiri nanti di sana.

Nanti kan ak di backstage, tapi ak akan minta temenku nemenin kamu. Tenang aja. Ok!

Dan di sana lah saya. Di dalam mobil mama. Ditemani Pak Totok dan kemacetan Jakarta. Tangan saya panas dingin. Stres. Sang pengundang bbm saya, menanyakan saya dimana. Saya takut telat (yak, menulis post ini, saya baru sadar, saya ketakutan akan banyak hal ya?!). Beruntunglah Pak Totok jg mengerti saya, mengiyakan permintaan saya utk keluar dr toll dan lewat jalan biasa. Lebih cepat. Dan saya bs tiba tepat pada waktunya.

Ak udah di dalam, kamu nanti tlp Yogi aja ya. Dia akan temenin kamu. Ini nomernya.....

BBM lagi dr sang pengundang. Saya langsung menelpon Yogi. Ah, nada yang ramah membuat saya merasa semakin tenang. Saya mencoba berjalan dengan penuh percaya diri melewati lobi hotel besar itu. Sampailah saya. Yogi mengenalkan teman2nya yg lain. Ah saya tenang skrg. Sang pengundang menelpon menanyakan saya dmn. Ia datang, mengenalkan saya ke beberapa temannya yg lain lagi. Lalu mengalungkan saya kalung etnik yang td dpakainya. Ah, ternyata hangat. Saya sudah ketakutan semua pembicaraan akan menjadi sgt dingin. Ternyata tidak.

Saya masuk. Cindy menemani saya. Sepanjang acara, sang pengundang BBM saya, bercerita ttg spatuw, baju, dan lain2 yg sedang dipamerkan. Merasa senang. Ternyata keberadaan saya diperhitungkan. Padahal saya tahu ia sedang sibuk sekali di belakang panggung. Lalu....

Defrico Audy. Neo Tribal. Shoes by Rembulan Indira.....

Pettt!! Suara lain tb2 teredam. Saya terharu. Spatuw produksi saya akan tampil. Perasaan yang menggugah secara aneh. Menggelitik. Belum pernah saya rasakan sebelumnya. Kupu2 beterbangan.

Selesai acara, saya langsung mencari sang pengundang. Memeluknya. Huaaaa. Senangnya. Perasaan yang aneh menjalar. Bangga pada diri saya sendiri. Bangga pada usaha saya. Bangga saja lah intinya. Saya berhasil mengalahkan ketakutan. Ketakutan yang saya ciptakan sendiri. Di tengah keparanoidan hidup saya. Saya berhasil mengambil satu langkah maju. Untuk bs menikmati hidup saya. Bisa melihat hasil kerja saya dipamerkan. Bisa mengatakan pada diri saya sendiri, bahwa saya layak mendapat perasaan membuncah ini. Indah.

Memang saya harus terus belajar. Untuk mencintai diri saya sendiri. Karena banyak org mengatakan, saya memang pantas dicintai. :) Amin.

Senyum dulu ah.. :)
Tutu bought in Thailand..Shoes, of course, Indira Soetrisno.. :)
Me with Cindy..
Moi, Yogi, Cindy..


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Big thanks to:
1. Tuhan.....Makasi ya Han, membiarkan ak terus belajar.. :)
2. Bapak dan Mama..Tdk kurang2 berkah Tuhan tersalurkan lwt bapak dan mama..
3. Kak Arie..Apa si yg ga loe lakuin buat gw kak.. :) Makasi ya..
4. Bang Wewe..Sang pengundang..Terimakasih sudah menjadi kamu.. :)
5. Mas Audy..Makasi kepercayaannya mas..
6. Yogi dan Cindy..Makasi udah jd teman yang sangat menyenangkan..
7. Pak Totok: Makasi uda mau nungguin saya sampai malam ya pak..
8. Twitter: Oh, u just don't know how helpful you are to my life.. :)

Nov 16, 2010

Laporan Jakarta Fashion Week..

sebelumnya... *maaf ya telat..* hehehe..

Oh well, ini laporan tak langsung. Karena saya tdk enak badan di hari H, jd saya membatalkan datang. Untung ada sang ehem baik hati yang melaporkan dan mengirimkan voto2 dr JFW kmrn. 

Voto ini hanya sebagai dokumentasi. Kenapa saya tdk mencamtumkan votonya satu per satu? Karena bagi saya, ini adlh kontrak tak tertulis. Spatuw produksi saya yang dpakai dlm acara fashion show (apapun), biarlah votonya menjadi satu dengan bagian fashion show itu. Tdk usah saya voto sendiri2. :) Dan karena ini fashion show utk pakaian, maka voto2 dokumentasi yang diberikan memang yang membuat pakaian menjadi obyek utama, sehingga spatuwnya tdk terlalu terlihat. Ya tak apa. Saya sudah cukup bangga melihat secuil spatuw saya masuk runway. Hihi..Selamat menikmati..







Senyum dulu ah..

Durjana..Coba katakan TIDAK!!

Durjana. Jangan tanya kenapa saya memakai kata itu. Terdengar seksi saja. Hehe.

Saya lagi kena tula. Kualat sm orang tua. Hehehe. Kualat sm Bang Wira (saya memanggilnya Bang Wewe..pemilik Wewe U Community). Kami bekerjasama di beberapa kesempatan dan kami sedang menjalankan sebuah proyek bersama jg. Proyek apa? Rahasia ah. (sok penting!!)

Nah kmrn saat sedang chatting dengan bang Wewe, chatting berjalan lambat sedangkan order list ke pak tukang hrs segera disampaikan, jd saya "sedikit" marah. Hehehe. Kemarahan saya krn lambatnya pingpong kami dibalas dengan satu kalimat lucu.

Maaf ya Bul, km tau ngga ini ak jg lg chatting sm ada kali 15 org, mereka nyari ak utk bikin ini bikin itu dan bahkan utk urusann kurban besok..Maaf ya..Ya ya ak fokus lg..

Dan saya malah ngakak bacanya. Palugada banget si. Dr butik sampai ke kambing kurban. Hihihi. Respon saya saat itu "Bang, abang tu ga bs ngerjain smuanya. Abang pasti ga enakkan ya sm org kl dimintain tolong. Jangan gt bang, lama2 abang yang kcapean sendiri. Ayo bang Wew hrs bs bilang TIDAK!!"

Dan JRENG!! Hr Minggu lalu saya kena tulanya. Hehehe. Saya di bbm pagi2 sm seorang teman yang memiliki butik batik besar di Kemang. Beliau ingin bertemu, mau memesan spatuw batik. Untuk kapan?? Untuk hari Minggu depan!! Untuk diibawa ke Singapore. Sudah pasti saya tolak. Hahaha. Krn selain pesenan memang sudah penuh sampai akhir November ini, hr itu jg saya ingin ke apartemen mamah. Dan malas ke tempat lain dl. Lama kami bbm-an. Penuh bujuk rayu. Dan tb2, entah kekinclingan otak drmn, saya mengetik...

Yaudah deh mbak, ak mau ksana kl dkasi baju atasan batik gratis. Ak hrs pake batik hr Senin bsk dan umumnya batik ak dress, ga boleh dpake ke sekolah. Jd ak mau atasan gratis.

Nah kan..Nah kan..Kekinclingan otak dr mana coba tu??? Dan di luar bayangan saya, beliau bilang "Iya, gratis..ayo cpt dtg adekku.." HAAAA!!! Dan datanglah saya. Dengan cengengesan. Saya sudah pasti tdk tahu apa (atau siapa) yang akan saya hadapi. Hihihi.


Pertemuan berjalan lancar. Makan gratis. Batik gratis. Sampai di bagian beliau ingin memesan lebikurang 50pasang spatuw dan komunikasi menjadi spt ini:

Dia: Iya cyin, gw mau bawa ni spatuw ke Singapore ya. Hr Minggu. Jadiin ya.
Saya: Mana bisaaaa??? Ak msh pegang utk Fashion Tandance..Full sampe akhir bulan. Ga bisa.
Dia: Yaaaa..ayo dooonk..Bisa donk yaaaa..Ya ya ya please..Gw pgn bawa spatuw batik.
Saya: Ga bisa..Mentok..Mepet waktunya mbak..
Dia: Ayo donk adekkuuuu..
Saya: Sepuluh pasang aja ya (nah kan nah kan..cari masalah!!)
Dia: Yaaa...semuanya ajaaa..Kan biar sekaliaaan..
Saya: Ga bisa..Ga cukup mbak waktunya..
Dia: Ya bisa deh..Bisa ya..Dulu2 loe blg ga bs tp kan pd akhirnya loe bs..Skrg jg pasti bs kok..Yah yah..
Saya: Yaudah deh.. (NAH KAAAANNNN!!!!)

Pulang bertemu, saya blank. Bingung banget. Gimana ngatur produksinya ya? Dan dodolnya, saya br sadar bahwa hari Rabu itu libur Idul Adha yang berarti pak tukang jg akan libur.Haduuuh. 

Saat saya ke workshop hari Seninnya, saya (secara harafiah) bengong jg. Sampai kemudian saya berbicara dengan kepala produksi dan *secara tak langsung* memohon. Hehehe. Beliau jg msh tak yakin. Saya apalagi.

Ternyata susah ya mengatakan "TIDAK" ke orang. Saya sudah srg berpikir bahwa saya hrs menjadi orang yang mampu mengatakan TIDAK disaat saya memang harus mengatakannya. Tapi ternyataaaa..Huaaaa..

(Ga) Senyum dulu ah.. 

Review: ONROP! Musikal..



ONROP! Pertama mendengar kata2 ini dikumandangkan di twitter oleh sang sutradara Joko Anwar, saya tdk punya ide sama sekali apa itu ONROP! Setelah lama, saya akhirnya menanyakan ke Silka, onrop apa si? Jawabannya sederhana. PORNO. Ooooh, ternyata porno dibalik menjadi onrop. Hihihi. *tepokjidat*

Akhirnya kmrn malam saya menonton drama musikal ini. Dan karena saya jg bukan seorang ahli dalam hal teater, maka apa yang saya jabarkan di bawah ini murni opini. :)

* Cerita: Inti ceritanya saya suka. Apa yang mau disampaikan sesungguhnya sangat indah. Sayang, skenarionya menurut saya kurang kuat. Sehingga beberapa adegan, menurut saya, sangat telenovela. Hehehe. Seperti ketika Bram dan Sari berada di penjara dan mulai reromansaan "tanpa kamu, apalah gunanya" hayaaaaa...hihihihi..

* Karakter: Tokoh Sari, menurut saya, kurang centil. Hehe. Digambarkan, ia adalah sosok yang ingin mendobrak ke-sok-moral-an orang2 di masa itu. Tapi kurang kuat (entah krn skenario atau memang pemainnya) jd stengah2. Kurang menancap di hati. Goyang pinggulnya kurang dihentak (apa sih?), ya kurang centil lah. Hehe. Oh dan saya sebel liat Bram. Hehehe. Apa si jalannya kayak penguin gt? Penggambaran tokoh yang taat peraturan tdk harus dgn jalan kaku mindik2 ala penguin gt kan? Hehehe. Karakter yang kuat justru Amir, total dr awal sampai akhir dimainkan secara apik. Menancap di hati. Gelandangan jg bagus. Karakternya jelas. Walaupun tdk djelaskan satu per satu, tapi scara kuat terlihat dr kesesuaian dan dinamika karakter secara simultan. (cieeee, saya pakai kata simultaaaan).

* Tata Suara: Cukup lah. Tapi kenapa onropian yang berpenis besar (lalalala..saya mengucap kata itu, buang saja saya ke pulau onrop!!), yang justru adalah "pemimpin" dr makhluk pom2 onropian itu mikrofonnya tdk bekerja dengan baik. Suaranya kecil pun.

* Tata Lampu: Luar biasa. BAGUS!!! Dramatisasi, semua terjadi tepat pada waktu yang seharusnya.

* Musik: Bagus!! :)

* Pemain: Satu yang sangat menonjol bagi saya adalah Amir yang dimainkan Ario Bayu. Pas saya baca biografinya, ternyata lulusan akademi akting New Zealand, pantes bagus. Hihihi.

Secara keseluruhan, saya terhibur. Dengan harga tiket 200rb (saya membeli silver btw), saya puas. Angin segar untuk dunia teater yang penuh canda dan menyentil. :)

Well done Onrop! Team..

Saya menunggu sekuelnya.. Yang sudah diumumkan aja lho akan ada kapan. Hihihi. Ikutan casting doooonk.. *goyang2 pantat*

Senyum dulu ah..

PS: Saya ingin menunjukkan betapa ngga pentingnya cap yang dberikan penyelenggara. Lebih terlihat seperti lebam di tangan drpd cap. Hihihi. Bagi saya yang penggemar CSI, voto ini artistik sekali. Hihihi.





Nov 13, 2010

Biologi untuk Uta..

Ketika saya sedang menjahit di kamar, Uta srg menemani saya. Bertanya ini apa itu apa ini apa itu apa kemudian diakhiri dengan "Kok ibu lama si jaitnya? Ga mau main sm Uta?" DUBRAK!!! Hehehe. Malu ati.

Suatu hari pulang kerja saya lanjut menjahit bantal utk hadiah seorang teman. Uta masuk lalu bertanya buat bantal apa, saya jelaskan itu utk hadiah ulangtaun Cantika, anaknya pak tukang yg bikin sepatu ibu. Untunglah dia mengerti dan cm blg "Uta boleh temenin?" Boleh donk.... :)
Prince Uta
Ditengah proses dia menemani saya, memang dia cuit cuiiiit terus. Gada abisnya. Hihihi. Lalu dia bercerita.

Ibu, td Keisha di sekolah jatoh, trus kata ibu guru Keisha hebat krn ga berdarah.

Woops..Lgsg berhenti menjahit..

Saya: Hebat krn ga berdarah atau hebat krn ga nangis nak?

Uta: Kata ibu guru hebat krn ga bedaraaaah..

Hmm....Ada yang perlu diluruskan sepertinya..Saya mengambil bantalan jarum saya, bbrp lembar kain, dan jarum pentul (ya maaf deh alat peraganya aneh, kan lg menjahit..hehehehe)

Saya: Dek, tau ga, kulit kita itu berlapis-lapis lhoooo. Nah di lapisan yang dalam, ada darah. Ini darahnya ya dek (smbl nunjuk bantalan jarum), nah ini lapisan kulit kita (sambil menutupi bantalan jarum dengan kain). Ada satu, dua, tiga, ya banyak lah (ibu gagal, ga mau ke wikipedia dl nyari brp lapis kulit mannusia..hihihi). Kalo ibu tusuk di atas sini (nusukkin jarum ke kain), darahnya uda kena blm ya?

Uta: Belum.

Saya: (menyingkirkan lembaran kain pertama) Kalo ibu tusuk di sini uda kena blm ya?

Uta: Belum.

Saya: (menyingkirkan lembaran kain kedua) Kalo skrg ibu tusuk, uda kena blm ya?

Uta: Udah.

Saya: Nah kl uda kena brati berdarah ngga ya dek?

Uta: Iya.

Saya: Nah, brarti Keisha waktu itu ga berdarah krn apa?

Uta: Krn belum sampe ke darahnya lukanya.

Saya: Pinteeeerrrrrr....

Besoknya, kata mamanya, dia blg ke ibu gurunya.

Ibu, Keisha itu ga berdarah krn blm kena darahnya. Bukan krn Keisha hebat. Tp Keisha pinter ngga nangis. Gitu.

Dan ibu gurunya bengong..Hihihihi..

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Uta melihat bola duri saya di atas meja.



Uta: ini apa ibu?

Saya: bola duri dek.. *smbl makan pekedel jagung*

Uta: aw aw..ini bikin sakit ya ibu?

Saya: engga kok..coba aja..

Uta: engga ah..sakit..ini buat apa ibu?

Saya: *membuka tangannya Uta* adek tau ngga, ini yang merah2 ini apa ya?

Uta: mmm...darah?

Saya: yes, betul..nah, waktu kita pegang bola duri itu, duri2nya itu akan mengenai sedikit saluran darah ini. jadi darahnya lancar. :)

Uta: tapi ga berdarah ibu?

Saya: engga, krn duri2nya pendek, tdk sampai msk ke kulit kok.

Uta ambil bola duri saya, dbawa ke luar trus bilang ke temennya

Bola duri ini sehat lho..Bisa bikin saluran darahnya lancar..

Saya mengintip dari balik jendela dan tertawa melihat wajah temannya yang bingung. Hihihihi.

Senyum dulu ah..

Nov 11, 2010

..Imperfectly Perfect..

Istilah itu saya dapat dr Iriel, teman saya. Beruang besar yang kalau saya menelpon atau bbm "Rieeeeel, temenin ke Grand Indo.." maka dia akan menyambut dengan sukacita. Anak mall sejati. Saya yg tdk suka mall pasti akan menanyakan segala sesuatu tentang mall padanya. Kalau janjian ketemuan di mall, berhenti saja di suatu tempat lalu bilang anda di depan tempat apa, maka dia akan menemukan anda. In no time. Saya sampe kaget sendiri betapa cepat dia menemukan saya di mall yang besar itu. Hehehe. Enoff tentang Iriel ah. Tar idungnya ngembang terlalu besar karena saya omongin di sini. :p

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Beberapa kali saya membaca istilah ini diungkap Iriel lewat akun twitternya, di awal, saya hanya berpikir "apaan si ni si Iriel??apa2 imperfectly perfect..apa2 imperfectly perfect" tapi saya enggan (baca: gengsi) bertanya sampai kemudian saya mengerti sendiri artinya. Dalem iiiih..

Ketika kita memutuskan untuk membiarkan hati (dan logika??) untuk menyayangi seseorang, maka kita memutuskan utk menerima keseluruhan paket org itu. 

Menerima wajahnya yang ganteng jg dengan bau badannya (ohmaygat, contoh yang salah),
Menerima kepandaiannya yang luar biasa dengan ke-kurangbagus-an rupanya,
Menerima perhatiannya yang mendalam dengan ketidakmodalan pulsa (sumpah saya ga curhat),
Atau menerima kekayaannya dengan hobinya yang srg main mata (errrr).

Semua itu satu paket. Setiap manusia ada kelebihan ada kekurangannya (*sodorin kartunama: Yusuf Mansyur) dan selama ada kompromi, maka kekurangannya tdk akan menutupi kelebihannya. Menerima kelebihannya maka harus jg mencoba menerima kekurangannya. Imperfectly Perfect. Kesempurnaan yang tidak sempurna. Semua kembali ke komunikasi dan kompromi(sasi?).

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Saya pernah bazaar di Kemang. Dan karena Mbak Mella saat itu sakit, maka saya yang menjaga langsung. Bazaarnya tdk sukses (tp balik modal --> penting ya info ini??) tapi saya mendapat satu pelajaran berharga dari seorang teman baru. Mbak Anne namanya. Ia menunggu kue kering dagangannya bersama dengan adiknya yang menjual risoles mayo (juarraaaa!!!!). Posisi mereka berjualan tepat di depan stand saya, maka saya seringnya menunggu dagangan dr tempat mereka aja. Ngeriung. Ngobrol. Makan risoles (gratisan). Hehehe. Dan sampailah kami di suatu pembicaraan tentang hubungan. Satu perkataan Mbak Anne yang masih saya ingat sampai skrg:

Ketika kita sudah mau menyerah dan sebel sama pasangan, inget satu aja, satu aja hal manis yang pernah dilakukan pasangan kita. Entah dia menawarkan nganter ke dokter. Entah dia mau ngambilin kita makan pas kita sakit. Satu hal aja. Dan satu hal manis itu akan menutupi kekurangannya walau bejibun.

Saat itu saya langsung mencoba memahami. (Dan sampai sekarang masih mencoba memahami dan menjalani. Meni sulit... Hihihihi.) Dan sampai pada suatu kesimpulan itu. Imperfectly perfect. Kesempurnaan yang tidak sempurna. Bagaimana kita bs menerima ketidaksempurnaan pasangan dan menjadikannya sempurna di mata kita. Percaya pada saya, easier said than done. Haha.

Betapa memang meluruskan pemikiran dua kepala itu berat. Tapi HARUS dicoba dan dipelajari. Dan percobaan dan pembelajaran itu sebanding. *setidaknya itu yang saya coba utk yakini..hihihihi..

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Saya tau, akhir2 ini memang post saya random sekali. Dan kadang tak berujung, tak berkesimpulan, menggantung. Seperti yang ini. Saya pasti dikasi nilai C sama dosen kalau post seperti ini saya kumpulkan sebagai essay. Untung saya uda lulus. No need to worry. :p

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dua manusia yang bersatu
Adalah bukan cenayang
Saat satu tdk terbuka untuk berkomunikasi
Maka bagaimana yang lain bs tahu?
Dan sampai keterbukaan itu ada
Tuhan tahu, belum saatnya
Tuhan masih simpan keindahan itu
Untuk memunculkannya tepat pada waktunya

*ajieeeeeh...prikitiuuuuwwww..

Senyum dulu ah..