Aug 15, 2011

Bebeeeeb.... :)

Pernah dengar kata panggilan itu diucapkan di dekat kamu? Tidak harus ditujukan ke kamu, tapi terdengar saja di sekelilingmu. Apa yang kamu rasakan? Geli, lucu, romantis, atau biasa saja?

Penggunaan kata 'bebeb' memang ahir2 ini sering sekali dibicarakan. Sebagian orang merasa risih mendengarnya. Alay berat katanya. Saya sih tersenyum saja. Bagi saya, penggunaan kata 'bebeb' ya hanya merupakan kata panggil biasa. Sama dengan penggunaan kata 'bang' atau 'mbak' atau 'mas' atau 'say' atau 'yank'. Sama jg dengan penggunaan kata panggilan 'ayah' atau 'papa' bagi mereka yang telah berkeluarga (atau belum). Jadi tdk ada salahnya ah. Itu baik2 saja. Kecuali dia memanggil kekasihnya dengan panggilan be-tiga-be-tiga-be, nah itu baru alay namanya. Hihihi.

Saya sering tertawa (atau iya, menertawakan) ketika ada orang yang mengatakan "Apa si loe babab bebeb babab bebeb? Risih gw dengernya.." Lhaaaaaa, ya kl gt saya jg risih ah mendengar kamu memanggil suamimu dengan sebutan 'ayah'. Saya jg risih ah mendengar kamu memanggil kekasihmu dengan sebutan 'yank'. Karena semua sama aja. Ya cuma kata panggil aja. Bebeb datang dari kata babe (beib) yang artinya sayang. Mungkin jg dari kata 'bebe' yang artinya baby (atau bisa diartikan sayang jg). Sama jg dengan panggilan 'schat' atau 'darling'. Jadi kenapa si 'bebeb' harus dianaktirikan? Kenapa dia tdk boleh dieksiskan dalam ranah perbahasaan? Kasian tauuuuu. Dia kan cuma pengen eksiiis.

Seorang teman yang lain mengungkapkan kerisihannya mendengar kata 'bebeb' diucapkan (atau dituliskan) bagi mereka yang baru pacaran. Lhaaaa ini lebih lucu lagi. Masa kata panggil tertentu tdk boleh diucapkan ketika mereka masih dalam taraf hubungan tertentu?? Jadi kalau dia risih dan semua orang risih mendengarnya, orang-orang yang berpacaran harus memanggil pacarnya dengan sebutan apa donk? 'Tong' gitu? Atau 'malih'? *deilah pilihan saya Maliiiih, ketauan banget angkatannya.. :p

Jadi, menurut saya sih, biasa saja lah dengan kata2 panggil itu. Tdk usah terlalu ekstrem menolak karena mungkin ada suatu masa dimana kamu (akan) menggunakan kata panggil itu jg. Ga usah merasa risih lha wong itu hanya sebuah kata kok. Risih itu, kalau saya, justru kalau ada orang yang manggil saya "Eh NJING!!", nah itu saya risih deh. :p Puji Tuhan sampai sekarang belum ada yang panggil begitu. Jangan sampeeee ya Tuhan jangan sampeee.. *ketokmejakayutigakali

Dan, kalau penggunaan kata 'bebeb' itu hadir dari perasaan kasih dan menimbulkan perasaan kasih, bukankah itu baik ya? Apa jadinya dunia kalau ungkapan kasih seperti itu dihilangkan? Kurang warna ah. Kurang senyum. Kurang kasmaran.

Jadi, 'bebeb' sih bagi saya baik2 saja, lumrah saja digunakan. Maka saya kadang menggunakannya (along with 'cinchaaaa..' :p), kalau risih ya maaf aja yaaaa. Tutup kuping aja gih. Biar hidup kalian putih2 aja gada cipratan cinta merah muda. Ya ga beb??? :p

Senyum dulu ah.. :)

3 comments:

  1. eh bebeb Bulaaan apa kabaaar :D :D

    ReplyDelete
  2. Bebeb Ceciiiill.. Ak baiiik... Kamu apa kabaaarr??

    ReplyDelete
  3. Nah klw kalimat bebeb di kontak sang istri dan org itu yg sya gk kenali apa perlu dicuriga..? Mungkin itu kekasih gelap atw minimal dia punya masa lalu. Coba jabarkan artian dan kajiannya

    ReplyDelete