Jan 24, 2014

Terlalu Lelah..

Di taksi yang sudah melipir di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta..

Pak Supir Taksi: Sudah sampai, mbak..
Saya: *tersadar* *cepet beresin tab yang lagi dipakai* Oh iya, Pak..
Pak Supir Taksi: Jangan sampai ada yang ketinggalan ya mbak.
Saya: *mengangkat tas* *kaki udah keluar satu* Makasih ya Pak..
Pak Supir Taksi: Mbak....
Saya: Ya...
Pak Supir Taksi: Mbak belum bayar, mbak..
*bengong*

Demi apa saya lupa bayar taksi?
&(*%##^*)_&^%
Mungkin saya terlalu lelah.. :p

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Di medan selera sebelah hotel..

Saya: Char Kuey Teow satu ya..

*Tidak berapa lama, datanglah pesanan saya*

Abang Char Kuey Teow: Lima ringgit kak..
Saya: Iya, terimakasih ya.. *kemudian bersiap makan*

Abang minuman: Nak minum apa kak?
Saya: Teh tarik ice lah.. Sikit icenya ya..

*Tidak berapa lama, datanglah pesanan saya*

Abang minuman: Dua ringgit kak..
Saya: Iya, ini saya pay Char Kuey Teow masih ada change. Ambil saja.

*abang minuman menuju ke abang char kuey teow*
*ngobrol*
*ngobrol serius*
*abang char kuey teow mendekati saya*

Abang Char Kuey Teow: Akaaaak, akak ni belum bayar Char Kuey Teownya. Bagaimana bisa bayar Teh Tariknya?
Saya: HAH?? *yampun saya maluuuu* *getok2 kepala sendiri*

)*^#^*)*^$$
Mungkin saya terlalu lelah.. :p

Senyum dulu ah.. :)

Jan 21, 2014

Tidur Terlama..

Berapa jam tidur kalian yang terlama?
5 jam? (kemudian dimarahin dr. Widodo)
6 - 7 jam? (ah standar kaum hibrid Jakarta)
8 jam? (Ihir, sempurna imit..)
9 jam? (Wah, hebat!)
12 jam? (OMG, masih idup?)

Nah, tidur saya semalam masuk di kelompok 'OMG, masih idu?' tersebut. Hihihi. Gila!! Saya tidur dua belas jam dong! Ada untungnya juga saya nggak punya pasangan ya. Kalau punya pasangan pasti ada yang ribut karena saya nggak kasih kabar 12 jam. Langsung video call maksa saya nyalain lampu saat itu juga karena curiga saya nggak lagi tidur tapi lagi dugem. Duileeeee. *eh kok curhat sih?!* SKIP!

Anyhoo, untuk manusia insomnia macam saya, bisa tidur 12 jam itu sungguh suatu berkah. Berkah yang aneh. Hihihi. Saya mungkin kecapean ya.

Kemarin ikut Upacara Ngaben di Gianyar dari jam 11 siang sampai jam 8 malam.
Lalu ngobrol dengan keluarganya Bli Ananta sampai jam 10.30 malam.
Lalu minta ijin tidur sebentar.
Tidur 30 menit dan dibangunkan, jam 11.15an diantar ke bandara.
Tidur di bandara sebentar kemudian ada grup anak-anak Jepang berisik banget.
Anak-anak berisik pada pergi (haleluya!) eh datang satu keluarga dimana ibunya lagi marah sama anak cowoknya sampe gebrak meja (yatalam!) dan akhirnya ga bisa tidur lagi.
Eh jam 3an, Mas Reza datang dan akhirnya jadi ngobrol. Ga tidur sampai jamnya masuk.

Masuk pesawat, tidur. Lalu turbulensi lumayan kencang, tetap tidur. Hahaha.
Pesawat mendarat lebih cepat dari jadwal, langsung pulang.
Sampai apartemen, beberes sebentar lalu mandi dan ke kantor.
Di kantor sudah agak zombie tu. Beberapa kali matanya udah mau nutup ajah. Hihihi.
Pulang cepat , jam 5, karena takut banjir.
Sampai apartemen jam 5.30an.
Chatting sebentar dengan teman-teman lalu ....... blek!!

Terbangun jam 4 pagi karena alarm di BB saya masih aktif jam 4. Melihat sekeliling dan tertawa sendiri.
Lampu belum dimatikan, AC tidak dinyalakan (jadi saya tidur nggak pakai AC, dingin sekali cuaca sampai saya tahan tidur tanpa AC ya. :D), jendela masih dibuka, dan gongnya, pintu ke balkon masih terbuka lebar!! Weeee ooooo weeeeee.. WOW!!

Setelah menutup pintu, saya kemudian terhuyung dan bluk! Tidur lagi dong. Huahahaha. Astaga ini perempuan apa kebo?? :))))

Bangun-bangun jam 7 lewat, meriksa tab dan duileeeeee, banyak amat mesejnya. Hahaha. Dan ke masing-masing chat, saya harus menjelaskan saya ketiduran. Hidiw. Pegel jempol. :))))

Tapi lucunya, biasanya kan kalau orang tidurnya kelamaan, bangun-bangun akan pusing dan lunglai ya, nah saya enggak dong. Bangun-bangun malah segar. Hahaha. Guess I must be very tired. :))))

Jadi begitulah.
Tidur terlama saya.
Dua belas jam!!
Masih hidup and feeling ooooow....seeeem. :D

Hihihi..

Kalian, berapa jam tidur terlama kalian?

Hihihi..
Senyum dulu ah.. :D

tidur 12 jam ga bikin idung melangsing ya.. :(

Jan 3, 2014

Rasanya biztrip?

Saat dulu saya masih jadi guru, nggak ada yang namanya biztrip/business trip; jalan-jalannya guru-guru yang bareng-bareng adalah saat raker (boom!! tiga kata ulang dalam satu kalimat). Dan itu namanya doang raker - rapat kerja - tapi kayaknya nggak ada yang kerja saat raker itu terjadi. Itu lebih ke acara gathering kami bersenang-senang saja. Hihihi. Pas ambil gap year selama 1.5tahun dan urus Moonaddict saja, nggak pernah juga merasakan biztrip karena kalaupun saya ke suatu tempat untuk beli kain Moonaddict, pasti ya sambil jalan-jalan. Dan seringnya (uhuk..selalu deng, bukan seringnya), porsi jalan-jalannya lebih besar dibanding porsi beli kainnya. Hehehe.

Dengan pengalaman itu, saya sudah pasti nggak pernah tahu rasanya biztrip.

Saat mulai kerja kantoran, biztrip pertama saya ke Bali. Ini masih biztrip yang santai dan saya bisa centangin beberapa kegiatan yang harus saya kerjakan di sana di siang hari dan bersantai di malam harinya.

Oh biztrip bisa asyik juga.
Itu pikir saya.
Yang kemudian agak berubah.
Ketika saya training kemarin di kantor pusat di Kuala Lumpur, Malaysia.

Huahahahaha.

Tiga hari saya habiskan untuk training dan itu rasanya oh sungguh sangat melelahkan! Padahal, kalau dibilang trainingnya yang bikin melelahkan juga enggak. Plus teman-teman saya di sana menyenangkan dan saya merasa semangat kerjanya, so supposedly, it's not that tiring right?

Tapi ya itu entah gimana, tiga hari itu sungguh sangat fiuh..*lapkeringat*. Beda rasanya. Nggak enak ya datang ke suatu tempat untuk totally training. Hahahaha. Setiap hari kegiatan saya hanya ke kantor pusat, training, pulang, istirahat. Besoknya diulang lagi, makan pagi, berangkat, training, pulang, istirahat. Benar-benar nggak ada waktu untuk menikmati sekeliling. Bahkan ga sempet minta foto outfit!! Kuala Lumpur tak terasa sama lagi. Hihihi.

Pas pulang, Silka nanya ke saya, bagaimana biztripnya? Saya jawab, capek. Lalu Silka ketawa ngakak banget seneng gitu. Huahahaha. Siaul.

Emang ya, datang ke suatu daerah/tempat murni untuk urusan bisnis/kantor nggak terasa semenyenangkan datang untuk urusan jalan-jalan. :D

Hehehe..
Demikian rasanya biztrip.. :p

#HidupTKW

Senyum dulu ah.. :)

Dec 30, 2013

5K Pertama.. :D

Late bloomer? Yup!! Saya mah late bloomer dalam segala hal yang lagi hip! Hihihi. Seperti olahraga lari ini. Olahraga ini sudah ngetren beberapa tahun belakangan dan pas lagi ngetren, saya nggak ikutan. Bukan karena alasan saya anti mainstream, tapi karena ..... saya .....

males.
Hihihi. *peace*

Dalam pikiran saya (pada saat itu), ngapain lari sampe harus ke Senayan (naik mobil juga kesananya). Kalau mau olahraga ya lari aja dari kantor menuju Senayannya (kemudian matik). Hehehe.

Lari itu olahraga yang dari dulu nggak pernah saya suka. Hidiw dulu sekolah kalau disuruh lari tu PR banget! Pas harus ngelakuin juga saya jalan kaki aja cimit-cimit. Kadang kalau larinya ke luar sekolah, saya lari beberapa meter, nyetop angkot, naik, kemudian turun kira-kira beberapa meter dari pintu gerbang sekolah. Dari situ lalu pura-pura lari lagi deh. Huikikikik. *salam hormat bapak guru olahragaaaa* *salim*

Kemudian di suatu ketika, KaBany ngajakin lari bareng di Senayan. Ajakan pertama masih belum tertarik, tapi trus banyak yang mau ikutan dan saat itu hati saya lagi terluka banget masalah cinta (duile) jadi saya pikir, ketemuan dengan teman -teman asik pasti akan menyenangkan. Ya mari hiyuk lah cuss kita lari!! Lari dari kenyataan!! Lari bareng KaBany, Uni, Kakatete, dan kemudian ketemu teman-teman baru bikin saya senang banget! Dan setelah lari, hatinya agak plong dan badan juga terasa enakkan jadi saya pikir, lumayan juga ini olahraga ya. Hehehe. *kemane aje Laaan?!*

Beberapa kali Kamis jadi semangat ke Senayan (iya, tetep ke sananya naik mobil.. :p) dan lari bareng teman-teman. Abis lari, ngobrol-ngobrol seru dan senang gitu hatinya. Kemudian Thariq menyemangati saya ikut acara lari 5K-nya salah satu bank. Pikir-pikir, biaya pendaftarannya juga murah jadi mari yuk kita coba 5K. Saya nggak ada target apa-apa selain finish saja. Mulai latihan sama Thariq yang kemudian saya sesali dan karena dia memang runner as in pelari dan saya runner as in taplak meja, jadilah saya super ngos-ngosan banget digembleng dia. Mana gemblengnya ga pake spank lagi. Coba dispank, pasti semangat. *HLOH?!*

Tapi apa mau dikata, pas hari H justru saya dapat tugas negara, menemani Bujendral ke Pulau Umang. Pilih mana ke Pulau Umang apa lari 5km pagi-pagi?? YA MENURUT NGANAAA??? Hihihi.. Ga jadi deh saya lari 5K-nya. :p

Ketika kemudian ada Bali Beach Run dan kantor ikut sebagai official hotel, saya iseng-iseng propose ke boss di KL untuk ikut sebagai pelari. Esok harinya, jreng!! Saya akan ikut sebagai pelari!! Woohoo!!

Sayangnya waktunya nggak cukup untuk saya latihan intensif. Pas sebelum ke Bali, saya hop on cruise sama Bujendral dan hanya sempat lari 2km setiap hari di dek kapal. Balik dari cruise, sehari di Jakarta, dan kemudian saya ciao lah ke Bali.

Rasanya gimana?
Semangat sekaligus stress!
Takut nggak bisa finish.. :(
Pas start, saking semangat dan karena dengerin musik kenceng-kenceng, saya sampai nggak sadar Jovita manggil-manggil dan videoin saya. Hihihi.

Alhamdulillah saya finish! Bukan yang pertama, bukan yang terakhir, tapi bangganya luar biasa. Lari itu ternyata tidak hanya sebuah olahraga, tapi juga sebuah komitmen. Komitmen untuk terus melangkah, terus berlari, sampai di garis finish. Kata Thariq, saat capek lari, jangan pakai fisik, pakai pikiran. Pikiran untuk terus bergerak, untuk terus siaga dengan komitmennya. Saya lulus dengan komitmen ini! :D Alhamdulillah..

Jadi berkomitmen sama lari aja saya sudah bisa, apalagi berkomitmen sama kamu, mas...
EAAAAAAAA!!
*ekenapa akhirannya jadi begini?!*

Hihihi..

Senyum dulu ah.. :)


Nov 28, 2013

Pola Pikir Miskin - Kaya

Pas ikut cruise kemarin, di hari terakhir, ada perkumpulan orang Indonesia gitu. Selesai dari pertemuan, pas jalan balik, saya dan mama ngobrol sama sorang lalaki. Wajahnya somehow familiar untuk saya. 

"Mas dari mana?"
"Depok. Mbak?"
"Jakarta. Wah, Depok! (saya pikir, mungkin ini sebab wajahnya familiar..duileee, kayak semua orang Depok loe kenal Lan) Jangan-jangan kerja di UI nih!"
"Dulu! Sekarang sih enggak.." (senyum-senyum minta dikepoin)
"Lho, kenapa?" (dan saya kepancing kepo)
"Yah!! Duitnya dikit!!"
*saya ketawa ajah*

Beberapa jam kemudian, mama tiba-tiba komen soal si mas-mas ini. Telat banget ya. Hihihi. Mungkin mama mikirin dulu apa yang mas ini bilang. Kata mama, mama kasian sama orang itu. Hidupnya diisi dengan pola pikir materialistis.

Iya ya..
Saya jadi ingat..

Beberapa bulan lalu, saya baca buku karangan Ahmad Gozali; kalau nggak salah judulnya 'Habiskan Saja Uangmu!'. Judulnya provokatif banget! Siapa yang nggak mau ngabisin uangnya coba? Coba!! Jawab coba!! Jawab!! *gebrakmeja*

Isi buku itu sebenarnya sederhana, tapi ada satu poin bagus yang bisa saya ambil tentang Pola Pikir Miskin dan Kaya. Dan karena saya anaknya baik hati banget, jadi saya bagi di sini ya..

"Mana cukup uang segitu."
"Gaji gue cuma 8juta, bayar kos bayar gas bayar listrik bayar PAM, ke salon, belanja, abis!"
"Ditawarin kerja di perusahaan A, tapi masih pikir-pikir, gajinya cuma 4juta!"
"Kalau gue lembur, bisa dapat 4.5juta. Kalau engga, ya gaji pokok cuma 2.5juta! Mana cukup?"
Itu Pola Pikir Miskin..

"Sebulan dapet 4.5juta. Dicukup-cukupin bisa lah.. :D"
"Alhamdulillah rejeki ada aja. Semua cukup."
"Gaji sekarang kalau dihitung-hitung sih kurang, tapi ada aja tambahan rejeki. Puji Tuhan."
"Gaji pokoknya kecil, tapi bisa lembur. Cukup banget deh jadinya."
Itu Pola Pikir Kaya..

Lihat nggak bedanya?
Intinya, kalau kita mencukupkan diri kita, kita akan cukup. Kalau kita selalu merasa kurang, maka kita akan kekurangan terus.
Bukan keadaannya, tapi pola pikirnya.

Jadi, si mas-mas dari Depok itu, kalau pola pikirnya terus begitu ya uangnya nggak akan cukup, dia akan terus merasa kurang. Itu kenapa mama kasian sama dia. Hehehe. *pukpukmasnya*

Lalu, materi nggak penting Lan?
LOH SIAPA BILAAAANGG??

Materi tu penting!!
Kalau nggak, saya nggak bisa dapet sepatu idaman yang bikin saya orgasme hanya dengan membuka bungkusannya saja.
Kalau nggak, saya nggak bisa beli kalung dan baju lucu di Bali.
Kalau nggak, saya nggak bisa bayar tiket ke Singapore.
Kalau nggak, saya nggak bisa bayar kosan.
Kalau nggak, saya nggak bisa nyicil apartemen.
Kalau nggak, saya nggak bisa pamer barusan ini.
Ihihihi.. *peace*

Materi itu penting, tapi bukan yang terpenting. 
There's more to life than what meets the eye.
Materi itu penting, tapi jangan biarin orang mendefinisikan kalian dari materi. 
Because once it's gone, so are you.
Tah kitu.. *keren nggak saya? :D*

So, it's all in your mind..
Berpola pikir kaya ya kalian akan cukup.
Berpola pikir miskin ya kalian akan wassalam. Seberapa pun banyaknya materi yang kalian punya.
Kayak kata Mbak Anggun, it's all in your mind in youuurr miiiind... *tangan goyang ala-ala*

Salam kece!!
Senyum dulu ah.. :)